Istri Figuran

Istri Figuran
Kejutan untuk Hanum


__ADS_3

Tak berselang lama, Papa Irfan pun nampak datang dengan menggunakan pakaian kerjanya. Wajah pria yang tak lagi muda itu nampak tersenyum saat melihat wajah putrinya. "Anak Papa..." ucapnya lalu memeluk Hanum. "Maafkan Papa baru bisa melihatmu, Nak." Sesal Papa Irfan karena kemarin ia tidak bisa melihat putrinya di rumah sakit karena ia sedang berada di luar kota dan baru kembali siang ini.


"Tidak masalah, Pa. Hanum tahu Papa sedang sibuk bekerja." Jawab Hanum.


Tangan Papa Irfan pun terulur mengusap perut putrinya. "Apa benar saat ini kau sedang hamil, Nak?" Tanya Papa Irfan.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Benar, Pah. Sebentar lagi Papa akan punya cucu." Jawab Hanum.


Kedua bola mata Papa Irfan berkaca-kaca mendengarnya. Putrinya yang ia anggap masih kecil sebentar lagi akan memiliki seorang anak kecil. "Kenapa kau cepat sekali besar, Nak." Ucap Papa Irfan.


Hanum mengusap lengan papanya itu. "Hanum akan tetap menjadi putri kecil Papa jadi Papa jangan bersedih." Jawab Hanum yang mengerti maksud perkataan papanya itu.


Bu Shanty dan Tuan Mahesa yang mendengarkannya pun tersenyum. Mereka sangat mengerti perasaan Papa Irfan saat ini. Tak berbeda dengan Papa Irfan, mereka pun sampai saat ini masih menganggap jika Dio adalah anak mereka yang masih kecil.


*


Satu minggu sudah berlalu, kini keadaan Hanum sudah semakin membaik bahkan Hanum sudah bisa menjalani aktivitas seperti biasanya di apartemen seperti memasak dan menyiapkan segala kebutuhan suaminya dan putra kecilnya.


"Kalau Mamah capek istirahat saja. Divan bisa pakai baju sekolahnya sendiri, Mah." Ucap Divan pada Hanum yang saat ini sedang memakaikan baju ke tubuh Divan.

__ADS_1


"Mamah tidak capek kok. Mamah justru senang memakaikan baju untuk Divan seperti ini." Jawab Hanum.


Divan hanya diam saja tak lagi menjawab perkataan mamanya tersebut dan membiarkan Hanum memakaikan baju untuknya.


"Divan, siang ini Mama mau menjenguk Tante Calista di rumah sakit. Jadi siang ini setelah pulang sekolah Divan bermain bersama Bibi dulu di apartemen, ya." Ucap Hanum lembut memberi pengertian putranya.


"Divan tidak ikut bersama Mamah dan Papah saja menjenguk Tante?" Tanya Divan.


Hanum menggeleng. "Papa tidak memperbolehkan Divan untuk ikut. Papa takut jika Divan terkena penyakit jika Divan ikut bersama mama dan papa." Jelas Hanum.


"Baiklah, Divan bermain dengan Bibi saja di rumah, Ma. Tapi jangan lama pulangnya ya , Ma." Pinta Divan.


Di ruang tamu Dio nampak sedang duduk di atas sofa sambil melakukan panggilan telefon dengan Marvel.


"Divan sudah siap?" Tanya Dio saat melihat putranya sudah berada dekat dengannya.


"Sudah, Pa. Ayo kita sarapan, Pah." Ajak Divan.


Dio mengiyakannya lalu mematikan sambungan telefonnya.

__ADS_1


"Kenapa wajahmu terlihat senang sekali?" Tanya Hanum pada Dio.


"Apa sangat terlihat?" Tanya Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Apa yang membuatmu senang?" Tanya Hanum.


Dio hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Hanum. Melihat suaminya yang hanya diam saja membuat Hanum merasa bingung dengan suaminya itu.


"Tidak perlu penasaran begitu. Aku hanya ingin memberikan sebuah kejutan untukmu dan sebentar lagi kau juga pasti akan tahu apa yang membuat aku merasa senang." Ucap Dio.


"Kejutan apa itu?" Tanya Hanum merasa penasaran.


Dio tak menjawabnya justru memeluk pinggang istrinya itu.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2