
"Maaf bukannya berniat ikut campur di dalam rumah tanggamu dan Dio. Tapi kemarin saya mendengar dari Dio jika dia membelikan kendaraan motor untukmu. Tapi pagi ini saya tidak melihatmu memakai motor yang Dio belikan. Apa Dio benar-benar membelikanmu motor itu atau tidak? Saya hanya ingin memastikannya saja." Ucap Daniel.
"Benar kemarin sore saya mendapatkan sebuah motor pemberian dari Dio tapi saya tidak memakainya pagi ini." Jawab Hanum seadanya tanpa merasa tidak suka karena Daniel mempertanyakan hal yang bersifat pribadi kepadanya.
"Sekali lagi saya minta maaf karena seperti terlalu ikut campur di dalam hubungan rumah tanggamu dan Dio. Saya bersikap seperti ini hanya ingin sebagai pelurus kesalahpahaman di antara kalian. Saya tahu bagaimana hubungan kalian saat ini dan saya tidak ingin karena suatu hal yang tidak dikomunikasikan dengan baik bisa membuat hubungan kalian menjadi semakin renggang." Ucap Daniel.
Hanum menganggukkan kepalanya mengerti tujuan Daniel saat ini. "Dio memang sudah memberikan motor itu kepada saya tadi tapi tidak langsung diberi olehnya sendiri melainkan diberikan oleh pihak sorum. Bukan saya tidak menghargai pemberiaannya, hanya saja saya ingin mempertanyakannya lebih dulu untuk apa dia membelikan sebuah motor untuk saya." Jawab Hanum.
"Kenapa kau tidak menelefonnya saja untuk mengetahui tujuannya memberikan kau sebuah motor?" Tanya Daniel merasa bingung.
__ADS_1
"Itu karena saya merasa tidak etis untuk mempertanyakannya lewat sambungan telefon. Lagi pula sejak awal menikah kami sama sekali tidak pernah terlibat dalam percakapan telefon. Saya ingin mempertanyakannya langsung di saat kami bertemu tapi tadi malam saya tidak bertemu dengannya." Jelas Hanum.
Daniel mengangguk paham dan mengerti kemana arah pembicaraan Hanum saat ini. Yang jelas inti dari pembicaraan Hanum ia ingin mengatakannya langsung pada Dio tapi Dio tidak tidur di apartemennya tadi malam.
"Sebuah hubungan bisa berjalan dengan baik dan erat jika komunikasi di antara keduanya terjalin dengan baik. Saya harap untuk ke depannya kau dan Dio bisa berkomunikasi dengan baik. Maafkan segala sikap buruk sahabat saya jika menyinggung perasaanmu. Dia hanya butuh waktu untuk meyakinkan dirinya." Ucap Daniel.
Hanum menganggukkan kepalanya. "Terima kasih karena sudah perduli dengan hubungan saya dan suami saya."
Hanum tersenyum tipis mendengarnya. "Terlepas dari pertanyaan anda tadi, saya ingin mengatakan ucapan terima kasih karena telah bersedia menerima saya bekerja di perusahaan ini. Maaf baru bisa menyampaikannya secara langsung kepada anda karena saya baru bisa menemui anda saat ini." Ucap Hanum.
__ADS_1
"Sama-sama. Tapi jangan terlalu berlebihan seperti itu. Kau memang pantas mendapatkan pekerjaan di sini." Jawab Daniel.
Hanum tersenyum mendengarnya. Setelah cukup berbicara dengan Daniel dan tidak ada lagi yang ingin mereka bicarakan karena Daniel sudah mendapatkan jawaban dari apa yang menjadi pertanyaan di dalam dirinya dan Marvel, Hanum pun berpamitan keluar dari dalam ruangan dan melangkah menuju ruangan kerjanya.
Setelah memastikan Hanum sudah berada jauh dari ruangan rapat, Daniel pun langsung saja mengubungi Marvel dan menceritakan penjelasan yang ia dengar dari Hanum. Mendengar cerita Daniel tentu saja membuat Marvel di seberang telefon merasa lega karena apa yang ia tebak ternyata benar jika di antara Dio dan Hanum sedang terjadi kesalahan dalam komunikasi saja.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.