
Dio hanya bisa menghela nafas melihat sikap sahabatnya lalu melajukan mobil Marvel menuju tempat wisata dimana Hanum berada saat ini. Selama berada di dalam perjalanan, Marvel tak henti memberikan pengertian pada putranya untuk memberikan jawaban sesuai apa yang ia perintahkan. Ia tidak ingin jika putranya nanti salah bicara dan rencananya yang sebenarnya diketahui oleh Hanum dan yang lainnya.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya mobil milik Marvel pun sampai di sebuah tempat wisata di pinggir kota yang Dio yakini menjadi tempat wisata yang Hanum dan ketiga rekan kerjanya kunjungi. Dan terbukti saat memarkirkan mobilnya Dio melihat sebuah mobil yang tidak asing di matanya. Mobil yang beberapa kali digunakan Hanum dan teman-temannya pergi ke cafe miliknya.
"Keluarlah lebih dulu, aku ingin membangunkan putraku." Ucap Marvel setelah melihat ke kursi belakang ternyata Arthur sedang terlelap. Sepertinya putranya itu kelelahan setelah setengah hari bermain dengannya di rumah.
Dio mengangguk mengiyakannya lalu keluar dari dalam mobil. Setelah ia menuju belakang mobil untuk mengeluarkan barang-barang milik mereka atau lebih tepatnya barang miliki Marvel karena ia tidak membawa barang apapun ke sana.
Beberapa saat kemudian Arthur nampak sudah keluar dari dalam mobil bersamaan dengan Marvel.
Tak berselang lama seorang pria muda nampak menghampiri mereka dan menyebutkan nama Marvel.
"Apa ku mengenal pria ini?" Tanya Dio merasa bingung.
__ADS_1
Marvel menganggukkan kepalanya. "Dia adalah penjaga di tempat wisata iji. Aku sudah menghubunginya sebelum kita berangkat tadi." Jawab Marvel.
Dio merasa sedikit terkejut mendengarnya. Ia pun memilih mengangguk saja dan membiarkan Marvel berbicara dengan pria muda itu. Tak lama pria itu menuntun mereka ke sebuah lokasi yang menjadi tempat mereka bisa mendirikan tenda. Dan lokasi itu tentu saja berdekatan dengan pondok Hanum dan ketiga rekan kerjanya.
"Kenapa tidak menyewa pondoknya saja agar Arthur bisa tidur lebih nyaman?" Tanya Dio merasa heran.
"Arthur juga bisa tidur dengan nyaman di dalam tenda. Kami bahkan sudah beberapa kali membuat tenda di belakang rumah untuk tempat tidur di malam hari." Jawab Marvel.
Tak membutuhkan waktu lama tenda pun telah terpasang dengan kokoh. Marvel dan Dio segera mengajak Arthur untuk pergi ke sebuah pondok dimana Hanum dan rekan kerjanya kini berada.
"Arthur?" Pekik Divan saat melihat sosok Arthur yang tengah berjalan tidak jauh darinya berada.
Hanum yang sedang asik bercerita dengan Sally pun seketika menatap ke arah Arthur. Dan betapa terkejutnya Hanum saat melihat Arthur ada di sana bersama kedua orang pria yang sangat ia kenali.
__ADS_1
"Hanum, bukankah itu Tuan Dio dan Tuan Marvel?" Tanya Sally yang merasa ikut terkejut melihat keberadaan Dio dan Marvel.
Hanum menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. Jantungnya dibuat berdebar-debar melihat kedatangan Dio di sana ditambah saat ini Divan tengah berlari ke arah Arthur berada.
"Divan," Hanum yang sudah tersadar dari keterkejutannya segera melangkah menyusul Divan. Sally pun turut mengikutinya dari arah belakang. Sedangkan Alfin dan Gaga yang baru saja kembali membawa kayu bakar di tangan mereka masing-masing dibuat bingung melihat keberadaan Dio dan Marvel di sana.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1