Istri Figuran

Istri Figuran
Profesional dalam bekerja


__ADS_3

Keesokan harinya, Hanum berangkat menuju perusahaan dengan wajah tak bersemangat. Semalaman ia terus terfikir dengan ayah kandungnya bahkan sampai masuk ke dalam mimpinya. Perasaan tidak enak pun dirasakan oleh Hanum tentang keadaan ayahnya saat ini. Hanum mulai menebak-nebak sendiri apakah saat ini ayahnya dalam sakit atau bagaimana sehingga ia turut merasakan sakitnya? Entahlah, Hanum tidak bisa memastikan tebakannya benar atau tidak.


Saat sudah berada di ruangan kerjanya dan memulai pekerjaannya pun Hanum masih sana terfikir dengan ayah kandungnya itu. Hanum bahkan mengabaikan pesan masuk dari Dio karena terlalu larut memikirkan keadaan ayahnya.


"Hanum, apa kau tahu jika hari ini Cita tidak masuk bekerja? Tumben sekali dia tidak bekerja tanpa surat." Cerita Sally pada Hanum saat jam istirahat mereka tiba.


"Cita tidak masuk bekerja?" ulang Hanum memastikan pendengarannya tidak salah.


Sally mengangguk membenarnya. "Dia juga tidak memberikan surat izin pada Tuan Richard atau sekedar memberi kabar lewat whatsapp jika tidak masuk." Jawab Sally.


Pemikiran buruk semakin menghantui Hanum karena Cita tidak masuk bekerja hari ini. Apa benar ayahnya tengah sakit saat ini sehingga kakak tirinya tidak masuk bekerja karena menjaga ayahnya di rumah sakit? Hanum semakin menebak-nebak.

__ADS_1


"Hanum, kenapa kau diam saja?" Tegur Sally.


"Emh, aku juga tidak tahu, Sally. Mungkin saja Kak Cita sedang ada urusan mendadak tadi pagi hingga tak sempat memberi kabar." Jawab Hanum.


"Tapi rasanya tidak mungkin. Kakak tirimu itu walau pun sangat menyebalkan tapi dia selalu profesional dalam bekerja. Dia sangat jarang tidak masuk bekerja dan selalu memberikan kabar jika tidak masuk." Jelas Sally.


"Aku juga tidak tahu untuk itu." Jawab Hanum seadanya.


Sally mengangguk saja. Ia tak lagi membicarakan tentang Cita dan mengajak Hanum untuk pergi ke kantin bersama Aga dan Alfin.


"Walau keadaannya sedang tidak baik-baik saja tapi mertuaku sangat profesional untuk bekerja. Dia memang bisa diandalkan." Puji Dio. Tidak salah selama ini begitu banyak penghargaan yang diberikan pada Papa Irfan karena kinerjanya yang sangat baik. Pantas saja jika banyak perusahaan yang memperebutkannya untuk bekerja bersama mereka termasuk Tuan Mahesa.

__ADS_1


Lima belas menit melihat aktivitas mertuanya, akhirnya Dio menutup aplikasi yang terhubung dengan CCTV. Dilihatnya aplikasi pesan untuk melihat apakah Hanum sudah membalas pesannya atau belum. "Sejak pagi dia tidak membalas pesanku. Apa dia sangat sibuk?" Tanya Dio. Tak ingin terlalu banyak berpikir, Dio segera melakukan panggilan telefon dengan istrinya. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menelefon istrinya karena saat ini adalah waktu istirahat siang di perusahaan Alexander.


Pada deringan ketiga akhirnya panggilan telefon pun terangkat. Terdengar suara kebisingan di seberang telefon yang membuat Dio menebak jika istrinya sedang berada di kantin. "Kenapa tidak membalas pesanku? Kau membuatku khawatir." Ucap Dio setelah Hanum mempertanyakan tujuan pria itu menelefonnya.


Hanum pun memberikan alasan jika ia sangat sibuk hari ini hingga tak sempat melihat ponsel. Dio mencoba mempercayainya dan tak lagi banyak tanya karena istrinya sudah mau makan bersama teman-temannya.


Setelah panggilan tertutup, Dio pun mulai berpikir mencari cara agar Hanum tak lagi sibuk bekerja di perusahaan Alexander. "Apa sebaiknya aku meminta Hanum bekerja di cafe saja?" Pikir Dio.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2