
Walau merasa sedang diikuti akhir-akhir ini namun tak membuat Dio terlalu khawatir dengan kondisinya sendiri. Pria yang sudah memiliki istri itu tetap menjalankan aktivitas seperti biasa bahkan sekarang banyak sibuk bekerja di luar perusahaan.
"Hari ini aku ingin pergi melihat perkembangan pembangunan Cafe di dekat kampus." Ucap Dio memberitahu kegiatannnya hari ini.
Hanum yang sedang menyisir rambut di depan kaca menoleh ke arah belakang dimana suaminya berada. "Apa pembangunannya belum rampung juga?" Tanya Hanum.
"Begitulah. Dan aku ingin memastikan pembangunan itu selesai sebelum ajaran semester baru dimulai." Jawab Dio. Ia ingin mahasiswa baru di kampus tersebut menjadi target pelanggan cafe miliknya.
Hanum mengangguk paham. "Kabari aku dimana pun kau berada. Aku cukup mencemaskan keadaan kita saat ini." Ucap Hanum.
Dio mengiyakannya. Tidak banyak lagi pembicaraan di antara mereka karena Dio sudah siap untuk berangkat bekerja pun dengan Hanum dan Divan yang sudah siap berangkat bekerja dan sekolah.
Selama di dalam perjalanan menuju lokasi cafe baru miliknya, Dio terus memastikan dimana keberadaan istrinya dengan gps ponsel istrinya yang tersambung di ponselnya.
Sebelum istrinya sampai di perusahaan Alexander maka selama itulah Dio tidak tenang dengan keadaan istrinya. Tak lupa Dio mengirimkan pesan suara pada pengawalnya untuk selalu menjaga Hanum dimana pun istrinya berada.
__ADS_1
Dio yang terlalu sibuk mencemaskan keadaan istri dan anaknya bahkan tidak sadar jika kini dirinyalah yang menjadi target utama rencana buruk para rivalnya.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit lamanya, akhirnya mobil milik Dio tiba di depan pembangunan cafe miliknya.
Senyuman tipis nampak terbit di wajah tampan Dio melihat sudah ada perkembangan dari pembangunan cafe miliknya. Dio pun segera turun dari dalam mobil dan langsung menghampiri ketua proyek pembangunan cafe miliknya.
Cukup lama Dio menghabiskan waktu melihat perkembangan pembangunan dan kinerja para tukang yang sedang bekerja. Setelah merasa cukup puas berada di sekitar proyek dan sudah saatnya ia kembali ke perusahaan, Dio pun berpamitan untuk pergi pada ketua proyek pembangunan.
Saat hendak masuk ke dalam mobil miliknya, Dio terkejut melihat mobil Calista nampak melaju masuk ke dalam area kampus.
"Sepertinya dia memang bekerja di universitas ini." Lanjut Dio kemudian. Dio hampir saja melupakan jika Calista berasal dari keluarga yang memiliki yayasan pendidikan. Dan yayasan di depannya saat ini adalah yayasan milik keluarga Calista.
Tak ingin terlalu memikirkan mantan kekasihnya itu, Dio pun menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya menuju perusahaan Mahesa berada.
Sebuah mobil yang sudah mengintai Dio sejak tadi pun ikut melaju mengikuti mobil Dio.
__ADS_1
Ting
Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya membuat Dio menurkan laju kecepatan mobilnya dan melihat pesan masuk di dalam ponselnya. Setelah membaca isi pesan yang ternyata dari sahabatnya, Dio pun menoleh ke arah belakang.
"Apa kalian ingin bermain-main denganku?" Tanya Dio lalu semakin memelankan laju mobilnya hingga membuat mobil di belakangnya ikut menurunkan laju kecepatannya.
Setelah memastikan lampu lalu lintas sudah dekat dengan mobilnya, Dio pun menambah laju kecepatan mobilnya dan menyalip beberapa kendaraan yang menghalangi jalannya. "Apa kalian masih ingin bermain-main denganku?" Tanya Dio setelah berhasil membuat mobil yang mengikutinya terjebak di lampu merah sedangkan ia berhasil lolos.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1