
Hanum yang tidak menyadari jika dirinya saat ini sedang diperhatikan oleh Dio terus saja mengamati bentuk tubuhnya di depan cermin. "Baju ini benar-benar tidak layak dipakai. Lihat saja bentuk tubuhku jadi terlihat sangat jelas seperti ini." Komentar Hanum.
"Apa sebaiknya aku lepaskan saja baju ini?" Ucap Hanum kemudian.
"Jangan!" Sahut Dio cepat.
Deg
Hanum terkejut mendengar suara suaminya itu. Ia pun membalikkan tubuhnya hingga kini ia dapat melihat sosok suaminya yang tengah melangkah mendekat ke arahnya.
"Se-sejak kapan kau berada di situ?" Tanya Hanum terbata.
"Baru saja." Jawab Dio sambil terus melangkah mendekati Hanum.
"Dio, apakah sudah bisa aku mengganti baju ini? Baju ini sungguh tidak bagus dipakai ke tubuhku. Baju ini sangat sempit dan transparan." Ucap Hanum.
"Siapa bilang tidak bagus? Baju ini sangat bagus di tubuhmu." Jawab Dio sambil menatap tubuh Hanum dari atas sampai bawah.
Hanum yang diperhatikan seperti itu oleh Dio pun sontak menutup kedua aset beharganya dengan kedua tangannya.
"Jangan melihatku seperti itu. Aku sungguh tidak nyaman!" Ucap Hanum.
Dio menarik sebelah sudut bibirnya ke samping. "Kalau aku tidak mau?" Tanyanya sambil mendekat pada Hanum.
Hanum pun sontak memundurkan langkahnya melihat Dio yang melangkah semakin dekat dengannya.
__ADS_1
"Jangan mendekat! Jangan mendekat!" Ucap Hanum keras.
"Aku tidak mau." Jawab Dio sambil terus mendekati Hanum hingga kini tubuh Hanum bersandar di dinding.
Hanum sontak memejamkan kedua kelopak matanya menyadari jika kini wajah Dio sangat dekat dengan wajahnya.
"Ayolah... jangan gugup seperti itu." Ucap Dio sambil memberanikan diri mengusap wajah Hanum dengan jemarinya.
Deg
Deg
Deg
Jantung Hanum berdetak begitu cepat diikuti tubuhnya yang mulai menegang merasakan usapan lembut tangan Dio di wajahnya.
"Ti-tidak. Aku bahkan terlihat seperti seorang wanita penggoda." Jawab Hanum terbata.
Dio hampir saja tertawa mendengarnya. Melihat sikap istrinya saat ini membuat Dio berpikir jika istrinya bukanlah seorang wanita single parent melainkan seorang gadis.
Menyadari ketegangan di tubuh Hanum saat ini membuat Dio menurunkan tangannya dari wajah Hanum. Dan beberapa saat kemudian Hanum pun memberanikan diri membuka kedua kelopak matanya.
Glek
Hanum meneguk salivanya susah payah melihat wajah Dio yang ternyata berada tepat di depan wajahnya.
__ADS_1
"Di-dio, menyingkirlah. Aku ingin mengganti pakaianku. Ini sungguh tidak nyaman di tubuhku." Pinta Hanum.
"Aku tidak mau. Kau tidak boleh mengganti pakaianmu. Jika kau menggantinya maka aku akan..." Dio menghentikan perkataannya.
"A-akan apa?" Tanya Hanum terbata.
Dio mendekatkan bibirnya ke telinga Hanum. "Aku akan menciummu atau bahkan lebih dari itu." Bisiknya lembut hingga membuat tubuh Hanum semakin menegang.
"Kau ini bicara apa? Kau tidak mungkin mau melakukannya karena kau masih berstatus kekasih—" belum sempat perkataan Hanum selesai Hanum sudah dibuat terkejut merasakan sebuah benda kenyal menempel di bibirnya.
Kedua bola mata Hanum pun terbelalak saat menyadari jika benda kenyal itu saat ini bukan hanya menempel di bibirnya tapi juga bergerak melu-mat bibir mungilnya.
Deg
Deg
Deg
Jantung Hanum semakin berdetak tak karuan. Apa ini? Apakah saat ini suaminya itu tengah menciumnya? Dan... suaminya itu terlihat memejamkan kedua kelopak matanya seolah menikmati ciuman yang ia berikan saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗