
Hanum hanya diam hingga membuat Dio menatap ke arah meja yang sedang ditatap Hanum saat ini.
"Bisakah kita makan di tempat lain saja?" pinta Hanum pada Dio.
Dio mengkerutkan keningnya. "Memangnya kenapa jika kita makan di sini saja?" Tanya Dio.
Hanum kembali diam. "Baiklah. Kita makan di sini saja." Jawab Hanum tak ingin membuat Dio curiga dengan sikapnya saat ini.
"Baiklah. Ayo jalan." Ajak Dio tanpa berniat bertanya ada apa dengan Hanum saat ini.
Hanum mengangguk lalu melangkah mengikuti Dio menuju sebuah meja yang berada tidak terlalu jauh dari meja beberapa orang yang sedang ditatapnya tadi.
Ternyata kehadiran Hanum di sana cepat diketahui oleh salah satu dari orang tersebut. "Bukankah itu Hanum?" Tanya orang itu yang tak lain adalah Cita. Ia terus menatap ke arah Hanum untuk memastikan jika sosok yang dilihatnya saat ini benar adalah Hanum.
"Dengan siapa dia ke sini?" Tanya Cita karena sosok pria yang terlihat oleh matanya duduk membelakangi tubuhnya hingga membuatnya tidak bisa mengenali wajahnya.
"Cita, ada apa?" Tanya Mama Jelita pada putrinya.
"Tidak ada apa-apa, Ma." Jawab Cita berusaha memasang wajah tenang agar kedua orang tuanya tidak curiga.
__ADS_1
Mama Jelita tentu tak percaya begitu saja. Ia pun mencoba mencaritahu ada apa dengan putrinya hingga akhirnya ia menemukan jawabannya saat melihat sosok Hanum, Divan dan suaminya.
"Anak itu..." lirih Mama Jelita.
Papa Irfan yang tidak melihat ekspresi istrinya saat ini terus fokus pada makanan yang sedang ia makan saat ini.
Hanum yang merasa kedua orang wanita itu tengah memperhatikannya mencoba tetap tenang dengan mengajak putranya berbicara.
"Kau ingin makan apa?" Tanya Dio setelah seorang pelayan datang mengantarkan buku menu pada mereka.
"Terserah kau saja." Jawab Hanum. Ia tidak mungkin fokus memilih banyak menu di saat kondisi seperti ini.
Dio mengangguk saja lalu memilihkan menu yang sekiranya disukai oleh anak dan istrinya tersebut.
"Lain kali Papa akan membawamu makan di cafe milik Papa lagi karena ada menu baru di cafe Papa." Ucap Dio pada Divan.
"Lagi?" Hanum merasa tertarik mendengar kata lagi oleh Dio.
"Ya. Aku sudah dua kali mengajak Divan makan di cafe milikku dan dia menyukainya. Benar begitu kan Divan?" Tanya Dio pada Divan.
__ADS_1
Divan mengangguk membenarkannya.
Hanum sedikit tertegun mendengarkan perkataan Dio. Ternyata selama ini tanpa sepengetahuan dirinya Dio sering mengajak Divan bermain tanpa dirinya.
Dua puluh menit berlalu, Hanum telah selesai menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya. Ia pun berpamitan sebentar pada Dio untuk pergi ke kamar mandi membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan.
Cita yang melihat pergerakan Hanum pun turut berpamitan pada Mama Jelita dan Papa Irfan untuk pergi ke kamar mandi.
"Hai, Hanum." Ucap Cita setalah Hanum keluar dari dalam kamar mandi.
"Kau." Hanum menatap datar pada Cita.
"Tidak disangka ya kita akan bertemu di restoran ini." Ucap Cita dengan tersenyum sinis pada Hanum.
"Menyingkirlah. Aku tidak memiliki banyak waktu berbicara denganmu." Ucap Hanum tak ingin berlama-lama meladeni Cita.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗