
Salah satu pelayan yang menyadari kedatangan Calista pun segera melangkah menghampiri Calista. "Maaf, ada yang bisa saya bantu, Nona?" Tanyanya ramah.
"Saya ingin bertemu dengan Tuan Dio. Apa Tuan Dio ada?" Tanya Calista tak kalah ramah.
"Tuan Dio tidak ada di sini, Nona. Sudah lama Tuan Dio tidak bekerja di sini lagi." Jawabnya.
Kening Calista mengkerut tanda bingung. "Maksudnya bagaimana?" Tanyanya.
Pelayan itu pun menjelaskan jika Dio sudah bekerja sebagai CEO di perusahaan milik ayahnya dan menyerahkan cafe pada orang kepercayaannya. Mendengar hal itu tentu saja membuat Calista bingung.
"Bukankah Dio tidak mau menerima jabatan itu sebelum dia menikah?" Tanya Calista saat sudah berada di dalam mobil.
Tak ingin membuang waktu lama Calista pun segera melajukan mobilnya menuju perusahaan Mahesa. Cukup memakan waktu lama bagi Calista menempuh perjalanan ke perusahaan Mahesa karena jarak yang cukup jauh dan jalanan yang macet karena ada perbaikan jalan.
Akhirnya Calista dapat menghembuskan nafas lega setelah sampai di perusahaan Mahesa. Ia menatap gedung menjulang tinggi di depannya dengan mata berbinar.
"Dio, kau pasti akan senang melihat kedatanganku." Ucap Calista percaya diri.
__ADS_1
Calista pun segera melangkahkan kaki masuk ke dalam perusahaan. Setelah berada di lobby perusahaan Calista pun langsung menghampiri resepsionis dan mempertanyakan keberadaan Dio saat ini.
Setelah mendapatkan jawaban jika Dio ada di dalam ruangan kerjanya dan mendapatkan izin untuk bertemu, Calista pun langsung melangkah pergi menuju lift berada.
Senyuman merekah nampak tak surut dari wajah Calista saat sudah sampai di lantai atas dan melihat ruangan Dio berada.
"Silahkan masuk, Nona." Ucap sekretaris Dio ramah pada Calista yang datang menghampirinya.
Calista mengangguk dan mengucapkan terima kasih lalu mengetuk pintu ruangan kerja Dio. Setelah mendapatkan sahutan dari dalam Calista pun langsung masuk ke dalam ruangan kerja Dio.
"Calista?" Dio yang mengira jika yang datang menemuinya adalah sahabatnya dibuat terkejut karena yang datang adalah Calista.
"Ada apa ini, Dio?" Tanya Calista bingung.
"Jangan menyentuhku. Kita bukan lagi sepasang kekasih seperti dulu." Ucap Dio tegas
"Dio?" Calista menggeleng tak percaya.
__ADS_1
"Bukankah kau sudah membaca pesan dariku waktu itu? Aku pikir kau sudah mengerti jika aku sudah mengakhiri hubungan di antara kita." Ucap Dio.
"Tidak. Aku tidak mengerti, Dio. Yang aku tahu kau hanya marah kepadaku dan kata perpisahan itu hanya untuk agar aku bisa cepat kembali ke sini. Dan sekarang aku sudah berada di sini sesuai dengan keinginanmu." Jawab Calista.
Dio menegakkan tubuhnya. "Kau datang di saat semuanya sudah terlambat, Cal. Maaf jika aku mengakhiri hubungan kita lewat pesan bukan bertatap mata. Tapi yang aku kirimkan waktu itu adalah benar. Aku ingin kita berpisah." Ucap Dio tegas.
"Dio..." suara Calista mulai melemah. Apa yang Dio ucapkan baru saja bukanlah hal yang diinginkannya. Ia pikir semua akan baik-baik saja setelah ia kembali.
"Tapi kenapa Dio? Apa karena kau marah kepadaku? Aku tahu aku egois dan aku minta maaf untuk itu." Pinta Calista.
"Sudah terlambat Cal. Jika kau tanya kenapa jawabannya adalah karena aku sudah menikah." Ucap Dio.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗