
"Sangat." Jawab Hanum sambil terus mengedarkan pandangannya seolah tidak ingin melewatkan sedikit pun pemandangan indah di depannya. Fasilitas yang sangat mewah di dalam villa ditambah pemandangan di sekitarnya yang dikelilingi penghijauan yang meneduhkan mata membuat membat Hanum merasa nyaman dan betah berada di sana.
Setelah puas menatap keindahan di sekitar villa, Dio pun mengajak Hanum masuk ke dalam kamar mereka. Baru saja masuk ke dalam kamar, Hanum sudah disuguhkan dengan aroma dari bunga mawar yang bertaburan di atas ranjang mereka. Kedua bola mata Hanum terbelalak menatap pada ranjang yang nampak bertaburan banyak bunga membentuk lambang cinta.
"Sangat manis bukan?" Tanya Dio sambil mengusap kepala Hanum.
Deg
Deg
Deg
Jantung Hanum berdebar-debar mendapatkan usapan lembut di kepalanya dari Dio. Perlahan Hanum mendongak agar dapat melihat dengan jelas wajah tampan suaminya.
"Kau menyukainya?" Entah yang keberapa kalinya Dio mempertanyakan hal yang sama untuknya.
__ADS_1
"Sangat." Jawab Hanum seraya tersenyum hingga membuat hati Dio berbunga melihatnya.
Dio pun menuntun Hanum melangkah mendekat ke arah sofa dan meletakkan koper mereka di samping sofa. "Jika kau lelah istirahatlah lebih dulu." Ucap Dio lembut.
Hanum menggelengkan kepalanya. Wanita itu lebih memilih melangkah ke arah jendela dan menyingkap tirai transparan yang menutupi jendela hingga kini matanya dapat melihat dengan jelas keindahan di sekitarnya.
"Ini benar-benar menakjubkan." Komentar Hanum merasa senang dan tenang.
Dio yang mendengarkannya pun tersenyum dan merasa ikut senang karena Hanum merasa betah berada di penginapan mereka saat ini. Dio pun memilih membiarkan Hanum menikmati keindahan di sekitarnya sedangkan dirinya mengirimkan pesan pada Bu Shanty mengabarkan jika mereka sudah sampai dan tak lupa mengabadikan foto Hanum yang sedang berdiri di depan jendela.
Dio mematikan layar ponselnya setelah mengirimkan pesan pada mamanya. Ia pun beranjak dari atas sofa dan melangkah pelan ke arah Hanum berada. Beberapa saat kemudian Hanum dibuat tertegun saat merasakan sebuah tangan kini melingkar di perutnya.
"Jangan bergerak. Tetaplah seperti ini." Ucap Dio dengan mata terpejam karena saat ini ia sedang menghirup dalam-dalam aroma vanilla dari tubuh Hanum.
"Di-dio..." Hanum berucap lirih dengan tubuh menegang. Ini adalah waktu pertama kalinya ia merasakan sebuah pelukan dari seorang pria dan itu bukanlah pelukan dari ayah kandungnya.
__ADS_1
Dio yang merasakan tubuh Hanum kini menegang berusaha tak memperdulikannya dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Hanum. Entah mengapa ia merasakan perasaan yang sangat nyaman dan tenang saat memeluk tubuh istrinya berbeda pada saat memeluk tubuh kekasihnya yang hanya membuat dirinya menjadi naf-su saja.
"Dio, lepaskan aku." Pinta Hanum karena kini ia sudah tidak bisa mengontrol dekat jantungnya yang berdetak begitu cepat.
"Aku tidak mau." Ucap Dio. Bukannya melepas sesuai keinginan Hanum, Dio justru menelusupkan wajahnya di ceruk leher Hanum hingga membuat Hanum merasa kegelian dan merinding.
"Di-dio..." kedua kelopak mata Hanum pun terpejam erat. Sungguh saat ini merasa sulit mengontrol hati dan pemikirannya karena posisi mereka yang sangat in-tim.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1