Istri Figuran

Istri Figuran
Keturunan Dio


__ADS_3

Di tempat yang berbeda Dio pun turut meminta Hanum dan Divan untuk bersiap-siap pergi ke acara yang diselenggarakan oleh Papanya nanti malam. Hanum yang mendengarkan jika mertuanya ada di kota yang sama dengan mereka saat ini pun dibuat terkejut mendengarnya.


"Kapan Papa tiba di sini? Kenapa aku tidak tahu?" Tanya Hanum.


"Siang tadi. Aku juga tidak tahu. Digo tiba-tiba saja mengirimkan pesan jika Papa berada di rumah nenek dan aku langsung menelefon papa untuk menanyakan kebenarannya. Dan ternyata benar jika saat ini papa sedang berada di kota ini karena nanti malam papa membuat acara berkumpul dengan karyawan di perusahaannya sekaligus bertemu dengan kolega bisnisnya." Jelas Dio.


Hanum mengangguk paham setelah mendengarkan penjelasan dari suaminya. Tidak banyak percakapan di antara mereka lagi karena Hanum ingin segera mengajak Divan untuk bersiap-siap karena waktu mereka tidak banyak.


Di saat Hanum baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi, Hanum dibuat terkejut saat Dio datang menghampirinya dan memberikan sebuah paper bag kepadanya.


"Pakai baju yang ada di dalam sini." Titah Dio sambil menyerahkan paper bag ke hadapan Hanum.


Hanum hanya melirik paper bag yang diberikan Dio tanpa berniat mengambilnya.


"Baju apa itu?" Tanya Hanum dengan wajah bingung.

__ADS_1


Dio menghela nafasnya. "Baju ini baru saja diantarkan oleh pegawai butik langgananku. Tadi siang aku langsung meminta mereka memilih baju terbaik di toko mereka untuk kita kenakan nanti malam." Jelas Dio.


Hanum mengangguk paham. Tanpa banyak kata ia menerima paper bag dari tangan Dio dan meminta Dio untuk keluar karena ia ingin mengganti bajunya.


"Kenapa aku harus keluar? Setiap malam bahkan aku sering melihatmu tidak memakai baju." Ucap Dio lalu menarik sebelah sudut bibirnya ke samping.


"Keluar atau aku akan—" perkataan Hanum terputus karena Dio tiba-tiba saja mengecup bibirnya.


"Banyak bicara. Sekarang pakailah baju itu." Ucap Dio dan tanpa menunggu jawaban dari Hanum langsung pergi begitu saja keluar dari dalam kamar.


"Dia itu benar-benar!" Ucap Hanum sambil mengusap bibirnya yang tadi dikecup oleh Dio.


"Papah." Ucap Divan yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Anak laki-laki itu dibuat bingung melihat papanya sedang mengusap bibirnya sambil tersenyum sendiri.


"Jagoan, kau sudah siap?" Tanya Dio seraya tersenyum menatap putranya yang sudah nampak rapi dengan baju yang tadi diberikannya.

__ADS_1


"Sudah, Pah. Apa Divan terlihat tampan mengenakan baju ini?" Tanya Divan dengan wajah polosnya.


Dio hampir saja tertawa mendengar pertanyaan dari putranya. Entah mengapa ia merasa putra sambungnya itu semakin hari semaki mengikuti jejaknya yang terlalu percaya diri dengan ketampanannya.


"Ya, kau sangat tampan." Dio mengajungkan kedua jempolnya. "Tapi sayang masih lebih tampanan Papa kemana-mana." Kelakarnya yang membuat bibir Divan mengerucut.


"Papa hanya bercanda." Lanjut Dio sambil mengusap kepala putranya.


"Oh ya, apa Papa tidak ingin mengganti baju?" Tanya Divan karena Dio belum menggunakan baju kembaran mereka.


"Ya, Papa akan mengganti baju setelah Mamamu selesai memakai baju." Jawab Dio dan diangguki Divan sebagai jawaban.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2