Istri Figuran

Istri Figuran
Apa rencana mereka?


__ADS_3

Sore itu setelah pulang bekerja Dio langsung saja menjemput istrinya ke perusahaan Alexander dan langsung membawanya ke rumah Nenek Eno untuk menjemput Divan. Sesampainya di rumah Nenek Eno, Dio dan Hanum tidak melihat keberadaan putra mereka di sana.


"Dimana Divan, Nek?" Tanya Dio pada Nenek Eno.


"Adikmu membawa Divan bermain ke taman. Katanya ingin mengajak Divan bermain sepeda listrik di sana." Jawab Nenek Eno.


"Apa sudah lama?" Tanya Dio lagi.


Nenek Eno menatap jam yang menggantung di dinding. "Sudah hampir satu jam. Mungkin sebentar lagi mereka akan pulang." Jawab Nenek Eno.


Pandangan Dio pun beralih pada istrinya yang nampak lelah. "Kau istirahat di kamar saja ya sambil menunggu Divan pulang." Ucap Dio lembut pada Hanum.


Hanum mengiyakannya. Selain lelah matanya juga sudah mengantuk sejak tadi.


"Nenek, kalau begitu Dio mengantarkan Hanum ke kamar dulu, ya." Pamit Dio.


Nenek Eno mengangguk dan setelahnya Dio dan Hanum pun beranjak menuju kamar mereka berada.


"Dio, Nenek senang karena kau kini sudah sangat menyayangi istrimu." Ucap Nenek Eno sambil menatap kepergian Dio dan Hanum.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam kamar, Dio langsung menuntun Hanum untuk berbaring di atas ranjangnya. "Tidurlah, aku akan menemani Nenek di bawah." Ucap Dio lembut sambil mengusap kepala Hanum.


"Apa tidak masalah? Aku jadi segan pada Nenek."


"Tidak masalah, Sayang. Nenek juga sudah memperbolehkanmu untuk istirahat bukan." Tanya Dio.


Hanum mengiyakannya.


Tak ingin terlalu lama mengajak istrinya berbicara, Dio segera beranjak dari sisi ranjang dan keluar dari dalam kamar. Hanum yang melihat pintu kamar sudah tertutup dari luar pun langsung saja memejamkan kedua kelopak matanya karena ia sudah sangat lelah dan mengantuk.


"Loh, kenapa cepat sekali kembali?" Tanya Nenek Eno saat melihat Dio sudah kembali dari kamarnya.


Nenek Eno mengangguk saja tanpa banyak tanya. "Oh ya, Dio. Apa kau tahu jika adikmu akan tinggal di rumah Richard mulai lusa?" Tanya Nenek Eno.


"Apa? Richard akan tinggal di rumah Richard?" Ulang Dio merasa terkejut.


"Ya. Apa Digo tidak memberitahukannya kepadamu?" Tanya Nenek Eno dan dijawab Dio dengan gelengan kepalanya. "Beberapa hari yang lalu Digo meminta izin pada Nenek untuk tinggal di rumah Richard. Katanya dia ingin menemani Richard dengan tinggal beberapa hari di sana." Ucap Nenek Eno kemudian.


"Lalu Nenek mengizinkannya?" Tanya Dio.

__ADS_1


"Ya. Selama ini dia juga jarang memint tidur di luar rumah. Jadi Nenek biarkan saja. Mamamu juga sudah mengizinkannya jadi Nenek tidak bisa menolaknya." Jawab Nenek Eno.


Dio terdiam. Entah mengapa ia merasa ada hal yang sedang direncanakan Digo dan Richard hingga Digo ingin tinggal di rumah Richard.


"Apa yang sedang mereka rencanakan? Tidak biasanya sekali Digo mau meninggalkan Nenek seperti ini." Gumam Dio.


"Dio, kau tenang saja. Walau Digo tinggal di rumah Richard, tapi Nenek tidak sendirian di sini. Ada banyak pelayan yang menemani Nenek di sini." Ucap Nenek Eno menenangkan Dio.


Dio menghela nafas. "Baiklah kalau seperti itu." Jawab Dio tak ingin banyak protes atas keputusan adiknya.


Tak berselang lama sosok yang mereka ceritakan pun pulang bersama Divan yang nampak tersenyum senang setelah pulang dari bermain.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2