
Hanum menoleh menatap wajah Dio yang terlihat serius setelah mengatakannya. Tangan pria itu pun kembali terulur menyelipkan rambut Hanum yang tertiup angin ke belakang telinga.
"Bisa. Hubungan kita saat ini juga tidak bisa dibawa main-main." Jawabnya.
Dio mengangguk mengiyakannya. Karena merasa mereka sudah cukup jauh berjalan, Dio pun mengajak Hanum untuk duduk di pinggir pantai.
"Indah dan nyaman sekali..." Hanum terlihat begitu menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang ada di depan matanya saat ini.
"Sama seperti dirimu." Timpal Dio sambil menatap ke arah depan.
"Maksudmu?" Tanya Hanum tanpa menoleh pada Dio.
Dio hanya diam saja dengan senyuman menghiasi wajah tampannya. Hanum pun turut diam tak lagi bersuara menikmati pemandangan yang ada di depannya saat ini.
Perlahan Dio merebahkan kepala Hanum untuk bersandar di pundaknya. Hanum masih memilih diam saja membiarkan Dio berbuat sesuka hatinya. Lagi pula ia cukup nyaman dengan posisi mereka saat ini dan merasa disayangi oleh suaminya itu.
Tidak banyak lagi pembicaraan di antara pasangan suami istri itu seperti saat mereka sedang berjalan-jalan tadi. Mereka hanya fokus menatap dan menikmati keindahan di sekitar pantai sambil merenungi perasaan yang hadir di hati mereka masing-masing.
__ADS_1
*
Saat malam hari telah tiba, Hanum dibuat gugup karena membayangkan kembali malam panasnya bersama Dio kemarin malam. Ia pun mulai menduga-duga apakah malam ini Dio akan melakukannya lagi atau tidak. Di tengah kegugupan Hanum saat ini, Dio terlihat tengah berada di balkon kamar melakukan panggilan telefon dengan keloga bisnisnya yang tiba-tiba saja ingin bertemu dengannya dua hari lagi.
"Apa aku harus mengajaknya pulang lebih awal?" Tanya Dio setelah panggilan terputus. Untuk kali ini sepertinya Dio tidak memiliki pilihan karena pertemuannya dengan kolega bisnisnya itu sangat menguntungkan untuk dirinya.
Terlalu lama berpikir di balkon kamar, Dio sampai melupakan Hanum yang sedang duduk seorang diri di atas ranjang kamar mereka. Tadi ia meninggalkan istrinya itu saat mereka sedang bercerita karena mendapatkan telefon dari koleganya.
"Hanum." Ucap Dio setelah tersadar lalu segera masuk ke dalam kamar.
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu." Ucap Dio sambil melangkah ke arah ranjang.
Dio mendecakkan lidahnya. Ia pikir istrinya itu sudah menunggu kedatangannya sejak tadi. "Kau ini benar-benar." Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Ada apa denganku?" tanya Hanum bingung tidak mengerti maksud perkataan Dio.
Dio hanya diam saja lalu menjatuhkan bokongnya di atas ranjang. Ditatapnya lekat wajah istrinya yang nampak tegang saat ini.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa tegang begitu?" Tanyanya lembut pada Hanum.
Glek
Hanum menelan salivanya susah payah saat tangan Dio terangkat mengusap wajahnya.
"Ada apa hem?" Tanya Dio lagi karena Hanum hanya diam saja.
"A-aku tak apa." Jawabnya terbata. Agh sial sekali kenapa mulutnya tidak bisa diajak kompromi saat ini hingga berucap terbata seperti itu.
"Jika tak apa kenapa kau tegang seperti itu?" Bukan hanya mulutnya saja yang berucap tapi tangan Dio pun ikut bekerja mengusap wajah Hanum.
"A-aku..." Hanum sampai dibuat tak dapat berkata-kata. Ia pun memejamkan kedua kelopak matanya karena kini tangan Dio berhenti di bibir mungilnya dan mulai mengusapnya lembut.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗