
Setelah Papa Irfan diperbolehkan pulang dari rumah sakit Hanum memutuskan untuk menginap di rumah papanya dalam waktu beberapa hari. Kedatangan Hanum kembali setelah lebih lima tahun tak pernah menginjakkan kaki di rumah kedua orang tuanya tentu saja membuat Hanum merasa haru. Pada akhirnya ia akan kembali ke rumah masa kecilnya. Rumah yang terdapat begitu banyak kenangan bersama kedua orang tuanya.
Para pelayan yang sudah lama bekerja di rumah Papa Irfan pun turut dibuat haru melihat Hanum kembali ke rumah Papa Irfan. Jujur saja setelah Hanum tak lagi berada di rumah Papa Irfan membuat para pelayan merasa sedih karena kehilangan sosok Nona muda mereka yang baik hati.
Dio yang melihat istrinya merasa haru kembali ke kediaman kedua orang tuanya pun tersenyum. Ia tahu di balik rasa haru yang Hanum rasakan terdapat kebahagiaan yang tak terhingga di dalam hati istrinya.
"Apa tak apa jika kita menginap di rumah Papa?" tanya Hanum untuk yang kedua kalinya. Ia merasa tidak enak saja mengajak Dio menginap di rumah kedua orang tuanya. Takut suaminya itu tak nyaman.
"Tak apa. Dimana pun aku tinggal aku akan merasa bahagia asal ada Divan dan kau." Jawab Dio lembut.
Kedua sudut bibir Hanum tak kuasa untuk tidak melengkung. Suaminya itu pandai sekali membuatnya tersenyum karena perkataan manisnya.
__ADS_1
Dio yang melihat Hanum tersenyum pun mengusap kepala istrinya. "Aku tahu kau pasti sangat merindukan rumah ini. Sekarang nikmatilah kebersamaanmu dan papamu kembali di rumah ini. Kita bisa menginap lama di sini sampai kapan pun kau mau." Ucap Dio.
Hanum tentu saja semakin merasa senang mendengarnya. Dengan izin dari suaminya itu membuatnya bisa merawat papanya dalam waktu yang cukup lama dan bisa bernostalgia saat bersama papa dan mamanya di rumah ini.
Divan yang melihat mamanya merasa senang pun ikut senang karena kini sudah semakin banyak orang yang menyayangi mamanya dan ia tak pernah lagi melihat mamanya bersedih dalam diam seperti beberapa tahun belakangan.
Di balik kebahagiaan Hanum bisa kembali berkumpul dengan Ayah kandungnya dan berdamai dengan masa lalu, di tempat yang berbeda seorang wanita pun turut merasakan kebahagiaan yang sama. Wanita yang baru saja di wisuda itu nampak mengembangkan senyuman mendapatkan kata selamat dari beberapa temannya yang menempuh pendidikan di tempat yang sama dengannya.
"Selamat, Cal. Aku tahu kau adalah wanita yang hebat." Puji seorang wanita pada Calista.
"Semoga saja dua bulan lagi aku jadi diwisuda seperti dirimu." Harap wanita itu. Ada perasaan sedih yang ia rasakan karena sebentar lagi akan berpisah dengan Calista yang sudah memutuskan kembali dan menetap di tanah air.
__ADS_1
"Aku yakin kau bisa, Rose. Kita akan kembali bersama setelah berada di tanah air." Jawab Calista.
Wanita bernama Rose itu memeluk tubuh Calista barang sejenak. "Aku akan mengurus validasi wisudaku dangan cepat agar bisa segera menyusulmu ke tanah air." Ucapnya setelah pelukan mereka terlepas.
"Dan aku menunggu hari itu tiba. Kita akan kembali berteman baik di negara asal kita." Jawab Calista di akhiri tawa di bibirnyaz
Rose mengangguk mengiyakannya. "Kau pasti sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihmu bukan?" Godanya lalu mencolek dagu Calista.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗