Istri Figuran

Istri Figuran
Tidak melihat apa-apa


__ADS_3

Waktu kepulangan Hanum dan Dio pun akhirnya tiba, pagi-pagi sekali Hanum dan Dio sudah bersiap-siap berangkat ke bandara karena Dio memilih mengambil jadwal keberangkatan pesawat pagi kembali ke ibu kota.


Melihat Dio dan Hanum yang sudah berada di lantai bawah sambil menyeret koper mereka masing-masing membuat Yani dan Bu Tias yang sedang memasak di dapur datang menghampiri mereka.


"Tuan Dio dan Nona Hanum sudah mau berangkat?" Tanya Bu Tias.


Dio dan Hanum menatap pada Bu Tias. "Iya, Bu." Jawab Hanum sedangkan Dio hanya diam saja tak menanggapi pertanyaan Bu Tias.


"Apa Nona dan Tuan ingin dibungkuskan sarapan pagi? Kebetulan masakannya sudah ada yang siap." Tawar Bu Tias.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu repot-repot, Bu. Kami sudah mau berangkat dan taxi sudah menunggu di luar." Jawab Hanum.


"Istri saya benar, Bu. Maaf untuk kali ini tidak bisa menikmati sarapan pagi buatan Ibu." Ucap Dio.


Bu Tias tersenyum lalu mengangguk. "Tak masalah. Semoga perjalanan Nona dan Tuan berjalan lancar." Jawabnya.


"Terima kasih." Jawab Dio dan Hanum hampir bersamaan.

__ADS_1


Tidak banyak percakapan lagi di antara mereka karena Hanum dan Dio langsung berpamitan untuk pergi meninggalkan villa. Bu Tias dan Yani pun mengantarkan kepergian Hanum dan Dio sampai ke teras villa.


"Istri Tuan Dio itu sombong sekali ya, Bu. Apa salahnya menunggu sebentar dibungkuskan makanan." Gerutu Yani merasa sebal.


"Yani, kau ini bicara apa? Nona Hanum bukan sombong tapi dia mengingat waktu. Sudahlah, sejak tadi kau terlalu banyak menggerutu, lebih baik sekarang kita lanjutkan masaknya." Ajak Bu Tias.


Yani masih memasang wajah sebalnya. Ia membiarkan ibunya masuk lebih dulu ke dalam villa sedangkan dirinya menatap kepergian mobil yang membawa Dio hingga lenyap dari pandangannya. "Semoga saja lain waktu Tuan Dio akan datang kemari lagi. Tapi jangan membawa istrinya." Ucap Yani penuh harap.


*


"Tidak ada." Jawab Hanum berbohong tidak ingin jujur jika sejak tadi ia melihat Yani yang terus berada di teras villa menatap kepergian mobil yang membawa mereka.


"Kalau tidak ada maka luruskan pandanganmu ke depan atau lehermu akan patah!" Titah Dio.


Hanum mengerucutkan bibirnya. Merasa sebal dengan perkataan suaminya. Melihat istrinya yang mengerucutkan bibirnya membuat Dio tidak tahan untuk mengecup bibir istrinya. Untung saja Hanum cepat tanggap melihat pergerakan suaminya hingga bisa menghentikan pergerakan Dio sebelum suaminya itu benar-benar mencium dirinya.


"Apa kau tidak punya malu?" Tanya Hanum pelan sambil mencubit pinggang suaminya.

__ADS_1


"Untuk apa aku merasa malu? Apa salahnya jika aku mencium istriku sendiri?" Tanya Dio.


"Apa kau tidak sadar jika bukan hanya kita yang ada di dalam mobil ini? Kau ini benar-benar tidak tahu tempat!" Gerutu Hanum.


Dio pun menatap ke arah depan melihat sopir taxi sedang fokus menatap lurus ke depan. "Apa anda melihat sesuatu dari arah belakang?" Tanya Dio pada sang sopir.


"Tidak, Tuan. Saya hanya fokus melihat jalan." Jawab Sopir seolah mengerti kemana arah pertanyaan Dio saat ini.


"Kau dengar itu? Dia tidak melihat apa yang kita lakukan maka biarkan aku menciummu." Ucap Dio lalu kembali mendekatkan wajahnya dengan Hanum.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2