Istri Figuran

Istri Figuran
Saling membicarakan


__ADS_3

"Sudahlah, jangan memujiku dan suamiku terus seperti itu. Lebih baik sekarang kita masuk ke perusahaan." Ajak Hanum.


Sally mengiyakannya. Mereka pun melangkah beriringan keluar dari parkiran menuju pintu masuk perusahaan. Cita yang berdiri tidak jauh dari mereka berada memilih membiarkan mereka pergi lebih dulu karena tidak ingin dekat dengan mereka.


"Cita." Suara Nimas yang terdengar cukup keras berhasil mengagetkan Cita yang sedang sudah berada di dalam ruangannya.


"Kau mengagetkanku!" Gerutu Cita dengan memasang wajah sebal.


Nimas tidak memperdulikannya. Wanita itu kini duduk di kursi kerjanya sambil menatap pada Cita. "Apa kau tahu berita heboh pagi ini? Hanum datang membawa mobil mewah!" Ucap Nimas memberitahu.


Cita memutar kedua bola matanya malas. Tanpa diberitahu oleh Nimas, Cita sudah tahu bahkan sudah melihatnya secara langsung.


"Cita, kau tahu tidak?" Tanya Nimas lagi karena Cita hanya diam saja.


"Apa kau bisa diam? Telingaku sakit mendengar suaramu!" Gerutu Cita.


Lidah Nimas berdecak. Tidak enak sekali berbicara dengan Cita saat ini. Nimas hampir saja lupa jika Cita sangat tidak menyukai adik tirinya itu. Wajar saja jika saat ini Cita terlihat tidak senang saat ini memberitahu jika Hanum datang menggunakan mobil mewah.

__ADS_1


Lebih baik aku berbicara dengan batu saja dari pada dengannya. Ucap Nimas dalam hati dan tak ingin lagi mengajak Cita berbicara.


Sementara di dalam ruangan kerja Hanum, wanita itu terlihat tengah berbicara dengan Sally. Hanum menceritakan tentang sikap Dio yang tiba-tiba aneh tadi malam bahkan pria itu terlihat hampir menangis.


"Apa kau tidak mau bertanya ada apa dengannya?" Tanya Sally.


Hanum mengangguk. "Aku sudah bertanya tapi dia tidak menjawab dengan jelas." Jawab Hanum.


Sally merasa bingung harus menjawab apa. "Emh, bagaimana kalau kau tanyakan lagi saja. Mungkin saja ada masalah yang sedang dipendam Tuan Dio saat ini." Saran Sally.


Seseorang yang sedang dibicarakan oleh Hanum pun ternyata juga tengah membicarakanny pada sahabatnya lewat sambungan telefon.


"Jadi Hanum tidak mau mengetahui dan mencari tahu siapa jati Divan sebenarnya?" Tanya Marvel sambil meletakkan tas kerjanya di atas meja. Ia baru saja sampai di dalam ruangan kerjanya sambil berbicara dengan Dio lewat sambungan telefon.


Dio mengiyakannya. "Maka dari itu aku merasa ragu untuk memberitahunya."


Terdengar keheningan di sana karena Marvel merapikan baju kemejanya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


"Kau masih ada?" Tanya Dio karena Marvel tak kunjung bersuara.


"Ada. Menurutku lebih baik kau tidak perlu bertanya lagi pada Hanum dan langsung saja menunjukkan bukti kepadanya siapa Divan sebenarnya. Aku rasa setelah menunjukkan bukti-bukti itu dia tidak akan lagi takut kehilangan Divan." Saran Marvel.


"Kau benar. Sepertinya lebih baik seperti itu karena saat ini sepertinya Hanum belum mau mendengarkan perkataanku." Jawab Dio.


"Ya. Jadi kapan kau berniat memberikan bukti-bukti itu pada Tuan Irfan?" Tanya Marvel. Ia menjadi tidak sabar melihat ekspresi Papa Irfan nanti setelah mengetahui kebenarannya.


"Sebentar lagi sampai semua bukti berada di tanganku termasuk identitas diri Divan di panti asuhan dulu." Terang Dio dan dapat dimengerti oleh Marvel.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2