
Setelahnya Kevin pun memberikan tiket kepada Dio. Hanum yang melihatnya pun memperhatikan tiket yang sudah berpindah ke tangan Dio saat ini.
"Kenapa kau baru memberikannya sekarang?" Tanya Dio. Entah mengapa Dio menangkap ada maksud tersembunyi dari hadiah yang diberikan Kevin saat ini.
"Ya karena aku dan Queen baru berniat memberikannya kepadamu. Aku pikir kau baru membutuhkannya sekarang karena pekerjaanmu sudah tidak terlalu padat dan Hanum sudah bisa mengambil waktu cuti." Jawab Kevin.
"Baiklah. Terima kasih." Ucap Dio dengan tersenyum.
Kevin ikut tersenyum begitu pula dengan Queen. Sedangkan Hanum hanya diam karena menurutnya tiket bulan madu itu tidak akan terpakai karena Dio pasti tidak akan mau mempergunakannya.
"Apa itu, Mah?" Tanya Divan pelan pada Hanum.
"Itu adalah tiket hadiah dari Om Kevin." Jawab Hanum seadanya.
Divan mengangguk-angguk saja seolah mengerti maksud tiket yang Hanum maksud. Divan pun tak lagi bertanya dan fokus mendengarkan percakapan Dio, Kevin dan Queen.
"Bagaimana kalau kalian ikut makan malam bersama kami?" Tawar Hanum setelah percakapan Dio, Kevin dan Queen terhenti.
__ADS_1
"Agh sayang sekali untuk kali ini kami tidak bisa menerima tawaranmu Hanum karena saat ini anak-anak kami di rumah pasti sudah rewel menunggu kami pulang." Jawab Queen.
"Oh seperti itu. Baiklah, masih ada waktu lain." Ucap Hanum tak berkecil hati.
"Ya. Aku berjanji lain waktu aku dan Kevin akan makan bersama kali." Jawab Queen dan dibalas Hanum dengan senyuman di wajahnya.
Tak lama Queen dan Kevin pun berpamitan untuk kembali ke rumah mereka. Dio dan Hanum pun segera mengantarkan kepergian dua sahabat mereka ke depan apartemen.
Setelah mengantarkan kepulangan Kevin dan Queen, Dio dan Hanum pun masuk ke dalam apartemen.
"Ayo kita langsung makan saja. Sepertinya Divan sudah lapar menunggu kita makan." Ajak Hanum pada Dio.
*
Di saat Divan sudah tidur di dalam kamarnya dan Hanum sudah kembali ke dalam kamarnya dan Dio, Dio nampak menghampiri Hanum yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Ini." Ucap Dio menyerahkan tiket bulan madu pada Hanum.
__ADS_1
Hanum menerimanya lalu membolak-balikkan tiket di tangannya. "Aku rasa kita tidak membutuhkannya. Emh, maksudku tiket ini tidak akan terpakai." Ucap Hanum.
"Apa maksudmu?" Dio merasa gagal paham dengan perkataan istrinya.
"Ya, aku pikir tiket ini akan hangus sia-sia karena tiket ini tidak akan pernah terpakai. Ini adalah tiket bulan madu dan ku pasti tidak akan mau melakukan bulan madu denganku bukan?" Tanya Hanum.
Dio terdiam beberapa saat. Ia cukup merasa terkejut mendengar pendapat istrinya itu. "Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Tanya Dio ingin tahu isi hati istrinya.
"Karena aku tahu kau tidak menginginkanku. Bulan madu bisa membuat hubungan kita semakin dekat padahal kau ingin kita selalu menjaga jarak seperti perkataanmu di awal pernikahan." Jawab Hanum tenang.
Dio kembali dibuat terdiam. Ia tidak menyangka jika istrinya itu masih saja mengingat perkataannya di awal mereka menikah yang menginginkan jika Hanum menjaga jarak dengannya begitu pula sebaliknya.
"Ini." Hanum menyerahkan kembali tiket itu ke tangan Dio. "Kau bisa mempergunakannya di saat kau sudah mendapatkan wanita yang tepat." Ucap Hanum tersenyum.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗