
Di tengah penderitaan Cita dengan profesi barunya di rumah Richard, Hanum yang dulunya menderita karena perbuatan Cita dan Mama Jelita kini justru terlihat sangat bahagia dengan kasih sayang yang diberikan suami dan keluarganya kepadanya.
Kebahagiaan yang Hanum rasakan pun semakin bertambah dengan kejutan yang diberikan Dio kepadanya hari itu yaitu sebuah hadiah rumah mewah yang beratasnamakam dirinya.
"Sayang..." Hanum menatap suaminya itu dengan mata berkaca-kaca. Sungguh ia tidak menyangka jika Dio akan memberikan hadiah semewah ini untuk dirinya.
"Hadiah ini tidak seberapa dibandingkan kasih sayang dan ketulusan yang selama ini kau berikan kepadaku. Terima kasih karena selama ini kau sudah menjadi istri yang baik untukku dan merubah hidupku menjadi lebih bewarna." Ucap Dio.
Hanum dibuat tak dapat berkata-kata. Ia menyalurkan kebahagiaannya lewat pelukan yang ia berikan pada Dio.
Divan yang melihat mamanya begitu bahagia pun ikut merasakan bahagianya. Akhirnya setelah lima tahun merasakan hidup dalam kepelikan kini kebahagiaan sudah datang menyelimuti Hanum dan Divan.
Dio pun membawa keluarga kecilnya masuk ke dalam hunian baru keluarga kecil mereka. Setelah masuk ke dalam rumah, Hanum kembali dibuat kagum melihat betapa mewahnya rumah yang diberikan Dio untuknya.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Dio sambil mengusap kepala istrinya.
"Sangat. Aku sangat menyukainya." Jawab Hanum.
__ADS_1
Dio tersenyum mendengarnya. Mereka pun kembali melangkah mengitari isi rumah hingga akhirnya Dio membawa Hanum masuk ke dalam kamar utama milik mereka.
"Apa kau menyukai desain kamarnya? Jika kau merasa ada yang kurang kau bisa merubahnya kapanpun kau mau." Ucap Dio lembut.
"Tidak. Aku tidak mau mengubahnya karena desain ini sudah sangat bagus." Jawab Hanum cepat.
Dio merasa senang dalam hati karena apa yang sudah ia persiapkan beberapa bulan ini untuk istrinya akhirnya disukai oleh istrinya tersebut.
"Rumahnya besar sekali ya, Pah. Sama besar dengan rumah Uyut Eno." Komentar Divan setelah mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Tentu saja, Pah." Jawab Divan cepat.
"Jika kita sudah tinggal di rumah ini Divan tidak perlu lagi repot memikirkan mau main sepeda dimana. Divan bisa bermain di depan rumah atau di samping rumah." Ucap Dio.
"Terima kasih, Papah. Terima kasih karena sudah baik pada Divan dan Mamah. Divan sangat sayang pada Papah." Ucap Divan.
"Papah juga sangat menyayangi Divan." Jawab Dio tersenyum.
__ADS_1
Hanum yang melihat dan mendengar interaksi suami dan anaknya pun tersenyum bahagia. Pada akhirnya ia bisa memberikan kehidupan yang layak untuk putra kecilnya dan Divan akhirnya bisa terhindar dari caci dan makian orang-orang yang dulunya menyebutnya sebagai anak haram.
Hari itu Dio benar-benar memanfaatkan waktu liburnya untuk membahagiakan anak dan istrinya. Tak lupa pada siang harinya Dio mengundang keluarga besarnya dan Hanum untuk makan siang di rumah barunya dan Hanum.
Papa Irfan yang datang siang itu melihat rumah baru anak dan menantunya tentu saja dibuat senang sekaligus haru karena pada akhirnya putrinya bisa bahagia dengan keluarga kecilnya.
"Oom Digo mana, Kek?" Tanya Divan pada Tuan Mahesa karena tidak melihat sosok Digo dimana-mana.
"Om Digo masih berada di rumah Oom Richard. Sebentar lagi mereka akan menyusul ke sini." Jawab Tuan Mahesa lembut pada cucu kesayangannya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1