Istri Figuran

Istri Figuran
Detik-detik persalinan


__ADS_3

"Sayang? Kau kenapa?" Dio nampak panik melihat istrinya yang kembali meringis kesakitan.


"Perutku sakit..." ucap Hanum lirih sambil menahan rasa sakit di dalam perutnya.


"Apa kau mau melahirkan?" Tanya Dio cepat.


"Ya, sepertinya aku sudah mau melahirkan. Aku sudah merasakan kontraksi sejak pagi." Jawab Hanum.


"A-apa?" Dio terbata.


"Agrhh sakit..." Hanum kembali meringis kesakitan. Dan kali ini Hanum bukan hanya meringis namun juga menangis karena merasakan sakit yang teramat di dalam perutnya.


Dio mencoba tetap tenang dan menggunakan akal sehatnya dengan benar. Dio segera mengangkat tubuh Hanum dan membawanya keluar dari dalam kamar. Bu Shanty yang kebetulan keluar dari dalam kamarnya di buat panik melihat Hanum yang menangis di dalam gendongan Dio.


"Dio, ada apa ini?" Tanya Bu Shanty cepat.


"Hanum mau melahirkan dan Dio ingin membawanya ke rumah sakit sekarang!" Jawab Dio cepat.


"Apa?! Hanum mau melahirkan?!" Tanya Bu Shanty keras.


Dio mengiyakannya lalu melanjutkan langkahnya untuk turun ke lantai bawah. Bu Shanty yang merasa cemas pun ikut mengikuti Dio dari belakang.

__ADS_1


Setibanya di lantai bawah, Dio langsung melangkah dengan lebar membawa Hanum yang sedang kesakitan keluar dari dalam rumah.


Bu Shanty pun dengan setia mengikuti Dio dari belakang hingga akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dengan Dio yang duduk di belakang kemudi.


"Sayang, perutku sakit sekali..." ucap Hanum sambil menangis.


"Tenanglah, aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang juga." Jawab Dio lalu melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah.


Bu Shanty yang duduk di kursi belakang pun mencoba menenangkan Hanum yang sedang menangis karena kesakitan.


Bu Shanty pun tiba-tiba teringat jika keperluan Hanum dan bayinya belum mereka masukkan ke dalam mobil. Bu Shanty memilih tak memberitahu Dio dan akan mengurusnya nanti setelah mereka sampai di rumah sakit.


Bu Shanty yang melihat putranya mulai panik pun memberikan pesan pada Dio untuk hati-hati agar mereka sampai di rumah sakit dengan selamat.


Dua puluh menit berlalu, akhirnya mereka tiba di rumah sakit.


Dio yang sudah keluar dari dalam mobilnya berteriak memanggil para perawat untuk cepat membantu istrinya.


Merasa kesal para perawat tak kunjung datang membawa brankar keluar dari rumah sakit, Dio pun segera mengeluarkan tubuh istrinya dari dalam mobil dan menggendongnya masuk ke dalam rumah sakit.


Para perawat yang baru saja mengambil brankar untuk Hanum pun segera meminta Dio meletakkan tubuh Hanum ke atas brankar lalu mereka membawa Hanum ke ruangan pemeriksaan.

__ADS_1


Bu Shanty pun mengikuti mereka dari belakang.


"Sayang, aku mohon bertahanlah." Ucap Dio sambil memegang tangan Hanum.


Hanum tak menjawab perkataan Dio karena saat ini perutnya terasa sangat sakit.


Setibanya di depan ruangan pemeriksaan, Dokter meminta Dio dan Bu Shanty untuk menunggu di luar agar pemeriksaan mereka tidak terganggu.


Dio menghargai keputusan Dokter tersebut dan menunggu istrinya di depan ruangan pemeriksaan.


"Mamah..." kedua bola mata Dio berkaca-kaca menatap mamanya. Bu Shanty dapat melihat jika putranya saat ini sangat cemas dengan keadaan istrinya.


Bu Shanty pun memeluk tubuh putra sulungnya itu. "Tenanglah, Hanum dan anak kalian pasti akan baik-baik saja." Ucap Bu Shanty menenangkan Dio.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2