Istri Figuran

Istri Figuran
Ada rencana apa?


__ADS_3

Satu bulan sudah Hanum menjalani aktivitasnya yang baru sebagai pengelola cafe milik suaminya. Seperti yang Dio harapkan sebelumnya, selama bekerja sebagai pengelola cafe tidak terlalu banyak kegiatan yang wanita hamil itu lakukan. Ia bisa beristirahat kapan pun ia mau dan bisa bermain bersama Divan di saat Divan sudah pulang dari sekolahnya.


Calista yang sudah bekerja kembali sebagai dosen pun acap kali berkunjung ke cafe bersama dengan rose untuk sekedar bercerita atau menyantap makanan di sana.


Di usia kandungan Hanum yang sudah menginjak tujuh bulan membuat Dio begitu antusias ingin membelikan perlengkapan untuk bayinya jika sudah lahir nanti.


Karena esok harinya adalah waktu Dio libur bekerja, Dio pun memutuskan untuk membawa Hanum membeli perlengkapan untuk bayi mereka.


Rencana Dio yang ingin membeli perlengkapan bayinya pun akhirnya sampai di telinga Digo. Tak berbeda dengan Dio, Digo pun turut merasa antusias ingin membelikan perlengkapan bayi lagi untuk keponakan keduanya itu.


Tentu saja dimana ada Digo di situ ada Richard. Dio yang sudah bersemangat mengajak Hanum berbelanja pagi itu pun dibuat sebal saat melihat wajah Richard di depan apartemen miliknya.


"Lagi-lagi kau membawanya ikut bersamamu." Ketus Dio pada Digo.


"Memangnya kenapa jika aku ikut? Kau justru akan merasa senang jika aku ikut saat ini." Jawab Richard.


"Apa maksudmu?" Tanya Dio dan Richard hanya merespon dengan senyum tipis penuh maksud di wajahnya.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita pergi." Hanum yang sudah turun dari kamarnya bersama Divan pun mengajak suaminya itu untuk berangkat.


Dio mengiyakannya. Digo dan Richard mempersilahkan keluarga kecil itu berjalan lebih dulu setelahnya mereka mengikuti dari belakang.


Saat sudah berada di parkiran mobil, akhirnya Dio mengetahui apa maksud perkataan Richard tadi.


Hanum yang tidak mengetahui apa-apa pun dibuat terkejut melihat keberadaan Mama Jelita dan Cita di dalam mobil Digo.


"Loh, kenapa kalian membawa Kak Cita dan Mama Jelita?" Tanya Hanum pada Digo.


"Tentu saja untuk meringankan pekerjaan kita nantinya, Kak." Jawab Digo santai.


Dio pun segera mengajak istrinya itu masuk ke dalam mobilnya agar tidak lagi bertanya. Divan pun ikut masuk ke dalam mobil dengan dibantu oleh Dio.


Mama Jelita dan Cita yang berada di dalam mobil Digo pun mulai merasakan perasaan tidak enak dengan maksud Richard yang ingin membawa mereka jalan-jalan pagi ini.


"Mamah, apa Mamah merasakan firasat buruk sepertiku?" Tanya Cita pelan pada Mama Jelita.

__ADS_1


"Sepertinya begitu. Kenapa mereka mengajak kita pergi bersama Hanum dan suaminya juga?" Tanya Mama Jelita.


Cita mengangkat kedua bahunya. Kedua wanita itu pun bertanya-tanya tentang maksud dan tujuan Richard membawa mereka berjalan-jalan pagi itu.


Tiga puluh menit berlalu, mobil milik Digo dan Dio pun telah sampai di salah satu mall yang cukup terkenal di kota mereka.


Untung saja mereka tiba di sana tepat di saat mall sudah buka sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka menunggu di depan mall.


"Kita datang di waktu yang tepat." Ucap Dio setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan waktu setengah sebelas pagi.


Hanum mengiyakannya. Mereka pun segera turun dari dalam mobil setelah Richard, Digo, Cita dan Mama Jelita sudah turun dari mobil milik Digo.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2