
"Apa kau tidak bekerja?" Tanya Dio yang baru menyadari jika saat ini seharusnya Richard sedang bekerja di perusahaan Alexander.
"Bekerja." Jawab Richard singkat sambil tetap fokus pada jalanan di depannya.
"Jika kau bekerja kenapa kau bisa menjemput kami saat ini?" Tanya Dio bingung.
"Tentu saja bisa karena aku sudah meminta izin pada pemilik perusahaan langsung. Lagi pula setelah ini aku akan pergi ke perusahaan Bagaskara karena beberapa anggotaku sedang melakukan kunjungan di sana." Jawab Richard.
"Anggotamu? Apa istriku juga termasuk?" Tanya Dio cepat.
Richard mengangkat kedua bahunya dan tidak menjawab pertanyaan dari Dio.
"Ayo jawab! Apa istriku juga ingin kau jemput?" Tanya Dio namun Richard hanya diam sambil menahan senyumannya.
"Dio, kau sungguh tidak sopan pada kakak sepupumu." Ucap Marvel sambil menggelengkan kepalanya.
Dio mendengus mendengarnya. "Banyak bicara. Dia yang tidak sopan kepadaku!" Ketus Dio.
"Terserah kau saja. Tapi ingatlak kebaikannya menjemput kita saat ini." Ucap Marvel mengingatkan Dio.
__ADS_1
Dio memilih diam dan mengalihkan pandangan ke arah luar jendela. Melihat sikap aneh Dio saat ini membuat Richard dan Marvel yang duduk di depan saling pandang dan tersenyum mengejek secara bersamaan.
Dua puluh menit berlalu, mobil milik Richard akhirnya sampai di perkarangan rumah milik Marvel. Sesuai kesepakatan mereka saat di jalan tadi, Marvel meminta mereka untuk sarapan pagi lebih dulu di rumahnya sesuai permintaan Windi karena Windi tahu mereka belum sempat sarapan karena mengejar keberangkatan jadwal pesawat pagi mereka.
"Marvel, Dio, kalian sudah sampai." Ucap Windi yang baru saja membukakan pintu untuk mereka.
"Ya. Kami baru saja sampai." Jawab Marvel lalu menyalimi istrinya dan tak lupa mengecup keningnya.
"Wah, Richard juga ikut." Ucap Windi pada Richard yang baru bergabung bersama mereka.
"Hai Windi." Sapa Richard dan diangguki Windi sebagai jawaban.
"Tidak perlu mengantarkan aku ke apartemen." Ucap Dio saat mobil milik Richard sudah melaju di jalan raya.
"Lalu kau ingin aku mengantarkanmu kemana?" Tanya Richard bingung.
"Aku akan ikut denganmu." Jawab Dio cepat.
"Apa? Kau tahu aku ingin lanjut bekerja bukan?" Tanya Richard.
__ADS_1
"Aku tahu dan aku akan ikut denganmu. Tidak ada salahnya jika aku ikut bukan?" Tanya Dio kembali.
Richard menghela nafasnya. "Tentu saja salah karena kau bisa mengganggu kami yang sedang bekerja." Jawabnya kemudian.
"Aku tidak akan mengganggumu. Lagi pula aku ingin menjumpai seseorang di perusahaan Bagaskara nanti." Ucap Dio.
Ya, selain ingin mengikuti kemana Richard pergi, Dio juga ingin menemui seseorang yang cukup berpengaruh di perusahaan Bagaskara. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Bryan Malik yang ia ketahui memiliki usaha yaitu sebuat resto yang cukup terkenal di kotanya.
Richard pun mengangguk mengiyakan saja permintaan Dio karena ia tidak ingin berdebat dengan sepupunya itu di saat genting seperti saat ini.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mobil milik Richard pun telah sampai di perusahaan Bagaskara bersamaan dengan Hanum dan yang lainnya yang baru saja keluar dari perusahaan dengan didampingi oleh seorang pria yang tadi ingin ditemui oleh Dio.
"Kenapa dia bisa bersama istriku?" Tanya Dio pada dirinya sendiri.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗