Istri Figuran

Istri Figuran
Pemandangan sore itu


__ADS_3

"Kenapa tidak meminta tolong kepadaku untuk membawanya!" Ucap Dio saat sudah berada di hadapan Hanum. Dio segera mengambil alih koper di tangan Hanum lalu membawanya turun ke lantai bawah.


"Mamah, apa Papah marah?" Tanya Divan takut.


"Tidak, Papa tidak marah. Papa hanya tidak mau Mamah mengangkat barang yang berat-berat." Jawab Hanum lembut sambil mengusap kepala Divan.


"Papah perhatian ya, Mah." Ucap Divan seraya tersenyum.


Hanum hanya bisa tersenyum lalu mengajak putra kecilnya untuk melanjutkan langkah mereka menuruni anak tangga. Setelah sampai di lantai bawah, Hanum langsung saja mengikuti langkah Dio keluar dari apartemen karena mereka sudah sangat dikejar waktu agar sampai di kediaman Nenek Eno sebelum makan malam tiba.


*


Suasana jalanan yang sangat macet sore itu membuat perjalanan Dio dan Hanum menuju kediaman Nenek Eno mudur lima belas menit lebih lama. Untung saja saat mereka sampai di kediaman Nenek Eno hari belum terlalu gelap dan waktu menuju jam makan malam masih ada setengah jam lagi.


Kedatangan Hanum dan Divan di kediaman Nenek Eno tentu saja disambut dengan senyum merekah di wajah Nenek Eno dan Bu Shanty. Pun dengan Digo yang turut tersenyum merekah menyambut keponakan dan iparnya.


"Hai jagoan. Akhirnya kau bermain ke sini juga." Digo menepuk sebelah tangannya ke sebelah tangan Divan.

__ADS_1


Divan dibuat tersenyum karenanya. Digo pun mengajak Divan untuk masuk lebih dulu dan meninggalkan Hanum dan Dio di luar rumah.


"Ayo masuk." Ajak Bu Shanty pada anak dan menantunya.


Hanum dan Dio mengangguk lalu masuk ke dalam rumah. Setelah berada di ruang tamu, Bu Shanty meminta Dio untuk membawa koper Hanum ke lantai atas dimana kamar Dio berada.


"Hanum, sepertinya kau belum membersihkan tubuhmu setelah pulang bekerja. Bagaimana kalau kau menyusul Dio saja ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhmu lebih dulu. Kau dan Dio pasti terburu-buru sekali datang ke sini hingga tidak sempat membersihkan tubuh lebih dulu." Ucap Bu Shanty.


"Baiklah, Ma. Kalau begitu Hanum pamit membersihkan tubuh lebih dulu." Pamit Hanum. Ia tak ingin mengulur waktu lebih lama karena kini badannya sudah terasa lengket dan meminta untuk dibersihkan.


"Divan, bermain dengan Om dulu, ya. Mamah ingin mandi sebentar." Pamit Hanum pada putranya.


Hanum segera melangkah menaiki anak tangga menuju kamar Dio berada. Setelah sampai di lantai atas Hanum dibuat bingung untuk mencari kamar Dio berada.


"Kenapa aku bisa lupa bertanya dimana kamar Dio?" Hanum merutuki kebodohannya. Ia pun mencoba mencari kamar Dio menggunakan instingnya sendiri.


Saat melihat sebuah pintu kamar yang sedikit terbuka membuat Hanum segera melangkah ke arah kamar itu dan meyakini jika kamar itu adalah kamar milik Dio.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Hanum mengetuk pintu namun tak mendapatkan sahutan dari dalam. Hanum dibuat bingung apakah harus membuka pintu kamar atau tidak. Setelah meyakini dirinya jika itu adalah kamar miliki Dio, akhirnya Hanum memberanikan diri membuka pintu kamar Dio.


Ceklek


Hanum membuka pintu lalu masuk ke dalamnya. Baru satu langkah Hanum masuk ke dalam kamar Hanum sudah dibuat terkejut dengan kedua mata membola sempurna karena melihat Dio kini tengah menanggalkan seluruh pakaiannya di depan matanya hingga Hanum dapat melihat dengan jelas bentuk polos suaminya itu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2