Istri Figuran

Istri Figuran
Ternyata dia


__ADS_3

"Kak Cita?" Lirih Hanum dengan kedua mata membola sempurna.


"Hanum?" Cita tak kalah terkejut melihat sosok adik tirinya yang sudah lima tahun ini tak lagi dilihatnya.


"Hanum, kenapa kau berdiam diri di situ, ayo ke sini." Ucap Mba Kiki.


Hanum mencoba mengatur ekspresi wajahnya agar kembali tenang. Ia pun melangkah mendekati Mba Kiki dengan jantung yang mulai berdebar-debar. Entah mengapa pertemuan pertamanya dan Cita setelah lima tahun tidak berjumpa membuat jantungnya berdebar-debar.


Cita yang masih terkejut melihat kehadiran Hanum di dalam ruangan Mba Kiki hanya diam dengan mata yang masih membola sempurna.


"Cita, perkenalkan ini adalah Hanum anggota baru dari tim humas A." Ucap Mba Kiki pada Cita.


Cita tak langsung menjawabnya justru menatap Hanum dengan tajam.


"Cita." Mba Kiki menegur cita yang nampak melamun.

__ADS_1


"Agh, iya, Mbak." Jawab Cita pada akhirnya.


Mba Kiki menggelengkan kepalanya. Ia pun meminta Hanum untuk berkenalan dengan Cita.


"Perkenalkan saya Hanum." Ucap Hanum mengulurkan sebelah tangannya pada Cita. Hanum bersikap seperti tidak mengenali Cita seperti Cita yang seperti tidak mengenalinya.


"Cita." Jawab Cita singkat lalu melepaskan jabatan tangan mereka.


Hanum mencoba tersenyum menatap pada Cita. Ia tidak ingin membuat Mba Kiki berpikiran yang aneh-aneh setelah melihat interaksi di antara mereka.


"Hanum, Cita ini adalah humas bagian tim B yang waktu itu Mba ceritakan kepadamu." Ucap Mba Kiki pada Hanum. "Dan Cita, karena Hanum adalah anggota baru di tim Humas A, Mbak minta agar kau bisa bersikap baik kepadanya." Ucap Mba Kiki.


"Sekarang kau sudah boleh keluar dan lanjutkan pekerjaanmu. Dan satu lagi, jangan lupa kirimkan dokumentasi pekerjaanmu selama berada di sana ke email Tuan Daniel." Perintah Mba Kiki.


Cita menganggukkan kepalanya lalu keluar dari dalam ruangan kerja Mbak Kiki. Setelah berada di luar ruangan, Cita mengepalkan kedua tangannya merasa kesal atas apa yang dilihatnya baru saja.

__ADS_1


"Sial, kenapa dia bisa bekerja di perusahaan ini? Bukankah wanita sialan itu sudah menetap di kota Bandung beserta anak haramnya?" Tanya Cita. Perasaan kesal semakin bertambah di dalam diri Cita saat mengingat wajah Hanum saat ini. "Harusnya dia hidup menderita di kota itu bukannya terlihat baik-baik saja." Komentar Cita karena wajah Hanum terlihat lebih cantik dari pada terakhir mereka bertemu.


Tak ingin semakin larut dalam kekesalannya, Cita segera melangkah menuju ruangan kerjanya berada. Ia berniat memberitahukan ibunya yang tengah berada di rumah atas apa yang dilihatnya saat ini.


"Tak akan aku biarkan kau bisa kembali lagi ke rumah kami, Hanum." Geram Cita.


Sementara Hanum yang masih berada di dalam ruangan Mba Kiki tengah mendengarkan nasihat dari Mba Kiki.


"Hanum, Mba harap kau bisa menghadapi sikap Cita yang terkadang suka beriskap seenaknya." Ucap Mba Kiki.


Hanum menganggukkan kepalanya. Kini ia mulai mengerti kenapa Sally begitu memberikan peringatan padanya tentang sosok wanita yang dijulukinya nenek sihir karena wanita itu adalah Kakak tirinya yang tak lain adalah Cita. Wanita yang terlihat sangat tidak suka melihat keberadaanya sejak Cita dan ibunya masuk ke dalam kehidupan keluarganya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2