Istri Figuran

Istri Figuran
Bagaimana ini?


__ADS_3

"Tidak... Mama tidak mau, Pah!" Mama Jelita merangkak mendekati kaki Papa Irfan dan memeluknya kuat.


Papa Irfan pun dengan keras melepas tangan Mama Jelita dari kakinya. "Jangan pegang kakiku dengan tangan kotormu itu!" Hardiknya.


Mama Jelita tak memperdulikan perkataan Papa irfan. Ia terus memohon pada Papa Irfan agar Papa Irfan mencabut keputusannya. Namun usahanya sia-sia karena tidak ada ampun bagi orang yang sudah memfitnah anak kandungnya.


Tak ingin membuang waktu terlalu lama, Papa Irfan pun meminta dua orang pelayan untuk membungkus barang-barang milik Mama Jelita dan Cita. Mama Jelita pun memberontak menahan para pelayan mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam lemari.


"Maafkan kami Nyonya. Kami hanya menjalankan perintah." Ucap pelayan merasa tidak enak hati namun tak dapat membantu apa-apa. Dari pada dipecat oleh Papa Irfan lebih baik mereka melawan Mama Jelita.


"Hiks... bagaimana ini, Mah?" Wajah Cita nampak kacau. Ia tidak menyangka jika kejahatan mereka selama ini akan terbongkar secepat ini.


Mama Jelita hanya bisa menggeleng karena ia juga tidak tahu harus bagaimana. Tak berselang lama dua orang security pun datang menyeret paksa Mama Jelita dan Cita dari kamar mereka.

__ADS_1


"Usir mereka dari sini! Pastikan jika mereka tidak akan pernah menginjak rumah ini lagi!" Titah Papa Irfan dengan tegas.


Kedua orang security mengangguk lalu membawa Mama Jelita dan Cita keluar dari dalam rumah.


"Papa... maafkan kami, Pah..." Mama Jelita terdengar berteriak meminta permohonan pada Papa Irfan.


Papa Irfan hanya diam sambil menatap berang wajah istrinya. Sungguh saat ini Papa Irfan tidak menyangka jika dua wanita yang ia kira baik ternyata adalah ular yang sangat berbisa. "Bagaimana bisa selama ini aku terhasut dengan sandiwara mereka? Bagaimana bisa aku lebih percaya dengan mereka dibandingkan anak kandungku sendiri?" Wajah Papa Irfan nampak sangat menyesal.


Pemilik panti yang berada dekat dengan Papa Irfan pun hanya bisa menenangkan Papa Irfan agar penyakitnya tak lagi kumat.


"Bagaimana ini, Mah? Papa mengusir kita tanpa memberikan fasilitas apapun pada kita." Ucap Cita merasa frustrasi.


"Diamlah Cita! Mama juga tidak tahu!" Bentak Mama Jelita. Kepalanya yang sudah sakit bertambah sakit mendengar perkataan putrinya itu.

__ADS_1


"Papah..." Mama Jelita berteriak memanggil-manggil nama Papa Irfan. Ia sampai tidak memperdulikan beberapa orang yang sedang berlalu lalang di depan rumah mereka menatap pada mereka.


"Maafkan Mama, Pah... maafkan Mamah..." Teriak Mama Jelita lagi.


Tidak terdengar jawaban apapun dari dalam. Papa Irfan sudah benar-benar marah dan sudah mentalak dirinya. Kini dirinya dan putrinya bukan lagi bagian dari keluarga Papa Irfan. Bukan hanya itu saja, Papa Irfan mengusir mereka setelah menyita semua aset yang ia berikan pada mereka. Kini hanya buku tabungan milik Cita yang tersisa karena itu adalah hasil kerja Cita di perusahaan Alexander.


"Papah..." Cita ikut berteriak memanggil-manggil papa tirinya. Ia tidak terima dengan keadaan ini. Yang benar saja ia diusir dari rumah mewah yang selama ini sudah menjadi tempat tinggal ternyamannya. Tidak dapat Cita bayangkan bagaimana kehidupan mereka selanjutnya tanpa ada fasilitas yang diberikan oleh Papa Irfan.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2