
"Maksud Divan?" Dio merasa tertarik mendengar perkataan dari putranya.
Divan pun mulai menjelaskan jika selama ia dan Hanum tinggal di kota Bandung banyak orang yang terlihat tidak menyukai keberadaan Hanum dan Divan. Tak lupa Divan juga menceritakan beberapa hinaan dari orang-orang di sekitarnya dulu pada Hanum saat ia dan Hanum sedang berjalan-jalan di luar dan bertemu dengan teman-teman kuliah Hanum dulu.
Mendengarkan penjelasan dari Divan tentu saja membuat Dio terkejut karena kini ia baru mengetahui jika Divan adalah anak dari hasil di luar pernikahan.
Jadi Hanum belum pernah menikah selama ini tapi dia sudah memiliki seorang anak dari luar pernikahan? Tanya Dio dalam hati.
Dio pun memilih tak bertanya lebih lanjut pada Divan karena ia ingin mencaritahu kebenaran lebih lanjut seorang diri. Baru beberapa hari yang lalu Dio dikejutkan dengan informasi jika di perusahaan Alexander ada seorang wanita yang selalu bersikap buruk pada istrinya, kini ia sudah kembali dibuat terkejut mendengar penjelasan dari Divan yang ia yakini benar adanya.
"Dio, Divan?" Hanum memperhatikan anak dan suaminya yang nampak sudah rapi dengan pakaian bepergian saat ia baru saja berada di ruang tamu.
"Mamah..." seperti biasa Divan memeluk kaki Hanum dan menyalimi Hanum.
"Divan mau kemana? Kenapa sudah rapi?" Tanya Hanum.
"Mau pergi makan di luar bersama Papah, Mah." Jawab Divan.
__ADS_1
Hanum mengangkat wajahnya menatap pada Dio.
"Istirahatlah sebentar dan bersiaplah. Aku ingin mengajakmu dan Divan makan di luar malam ini." Ucap Dio pada Hanum.
Hanum tidak banyak bertanya dan mengangguk saja mengiyakan perkataan suaminya. Ia pun berpamitan naik ke kamar dan meminta Divan dan Dio menunggunya di lantai bawah.
"Kenapa sepertinya dia sudah mulai sering membawaku dan Divan pergi makan di luar?" Tanya Hanum setelah berada di dalam kamarnya. "Huft, sudahlah. Aku harus menghargai niat baiknya. Lebih baik sekarang aku langsung bersiap saja agar kami bisa berangkat lebih cepat." Lanjut Hanum kemudian. Walau merasa tubuhnya cukup lelah setelah bekerja seharian namun Hanum memilih untuk langsung bersiap agar tidak memakan waktu lama hanya untuk menunggunya.
Satu jam berlalu, kini Hanum, Dio dan Divan sudah berada di dalam perjalanan menuju sebuah restoran mewah yang menjadi tempat mereka untuk makan malam bersama malam ini.
"Kau sudah sering menikmati makanan di cafe milikku. Aku ingin mengajakmu mencicipi makanan yang belum sering kau makan sebelumnya." Jawab Dio.
"Oh..." Hanum mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Hanya Oh?" Tanya Dio.
Hanum kembali mengangguk. "Lalu aku harus menjawab apa?" Tanya Hanum bingung.
__ADS_1
Dio hanya diam tak menggubris pertanyaan dari istrinya. Mobil milik Dio pun terus melaju hingga akhirnya tiba di sebuah restoran mewah milik rekan kerjanya.
"Ayo turun." Ajak Dio pada Hanum.
Hanum mengiyakannya lalu turun dari dalam mobil. Setelahnya mereka pun melangkah masuk ke dalam restoran yang terlihat cukup ramai malam itu.
Baru saja beberapa langkah kaki Hanum menginjak lantai dalam restoran, Hanum sudah menghentikan langkahnya saat matanya menangkap beberapa sosok yang sangat dikenalinya dan berhasil membuat jantungnya berdegub begitu cepat.
"Ada apa?" Tanya Dio menatap pada Hanum yang nampak sedang tertegun menatap ke salah satu meja.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1