Istri Figuran

Istri Figuran
Pilihan sulit


__ADS_3

"Silahkan duduk dulu Nak Richard." Ucap Mama Jelita mempersilahkan Richard duduk di atas karpet yang baru saja ia bentang di tengah rumah.


Richard mengiyakannya lalu duduk di atas karpet tersebut. Tidak terlihat banyak barang berharga di dalam rumah kontrakan tersebut. Yang terlihat hanyalah dua buah koper dan barang-barang pribadi milik Mama Jelita dan Cita seperti baju dan beberapa sepatu kerja milik Cita.


"Saya buatkan minum dulu." Mama Jelita hendak bangkit dari duduknya.


"Tidak perlu. Saya tidak lama berada di sini." Jawab Richard cepat.


"Baiklah." Mama Jelita memilih mengiyakan saja perkataan Richard dari pada membantah perkataan pria tersebut.


Kini Mama Jelita, Cita dan Richard sudah duduk saling berhadapan. Cita yang merasa penasaran dengan maksud perkataan Richard yang mengatakan jika ia mau membantu mamanya namun tidak gratis pun langsung saja mempertanyakannya kembali.


"Saya akan bersedia membantu kalian namun dengan beberapa syarat. Saya tidak memaksa kalian mau menerima syarat dari saya. Namun jika kalian tidak menerim kalian pasti tahu efeknya berarti saya tidak mau membantu kalian." Ucap Richard berbelit namun tujuannya tetap satu yaitu mengharuskan Cita dan Mama Jelita menyetujui persyaratan darinya.


"Katakan syarat apa yang harus kami lalukan agar Tuan mau membantu membayarkan hutang-hutang saya? Saya akan bersedia menerimanya." Ucap Mama Jelita cepat. Dari pada harus dipenjara ia lebih baik menerima syarat dari Richard.

__ADS_1


Richard menganggukkan kepalanya. Ia tersenyum miring karena lawannya kini mulai tunduk dengan perkataannya.


Cita dan Mama Jelita pun kini diam menunggu Richard mengatakan syarat apa yang harus mereka lakukan agar Richard mau melunaskan hutang-hutang Mama Jelita.


Pandangan Richard kini tertuju pada Mama Jelita. "Anda harus mau bekerja di rumah saya sebagai seorang pembantu." Ucap Richard tegas dan berhasil membuat Mama Jelita dan Cita membulatkan kedua mata mereka.


"Apa? Anda meminta Mama saya bekerja sebagai pembantu?" Ulang Cita keras.


Richard menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Cita.


Richard tersenyum miring mendengarnya. "Saya tidak memaksa anda dan ibu anda untuk menerimanya. Tapi jika kalian tidak terima berarti saya juga tidak mau membantu melunaskan hutang tersebut. Dan..." perkataan Richard terhenti hingga membuat Mama Jelita dan Cita menatap ke arahnya dengan wajah penasaran. "Dan berarti kalian memilih Tante Jelita dipenjara." Lanjutnya kemudian.


"Tidak, saya tidak mau dipenjara." Mama Jelita seketika menyahut dengan cepat. "Saya akan menerima syarat tersebut." Lanjut Mama Jelita.


"Mah..." Cita melayangkan tatapan protes tanda tak setuju pada mamanya.

__ADS_1


"Cita, apa kau mau Mama dipenjara dari pada menerima syarat dari Richard?" Tanya Mama Jelita.


Cita terdiam. Pilihannya saat ini adalah pilihan yang sulit. Cita merasa bingung harus bagaimana.


"Saya serahkan semuanya kepada kalian. Namun saya tekankan lagi jika masih ada beberapa syarat lagi yang harus kalian terima agar saya mau membantu melunaskan hutang kalian." Ucap Richard.


Cita dibuat geram mendengarnya. Ia merasa terjebak dengan tawaran Richard saat ini. Satu sisi ia tidak mau mamanya dipenjara dan di satu sisi lain ia tidak mau menerima syarat yang diberikan Richard.


"Saya beri waktu satu malam untuk kalian berpikir. Jika kalian setuju, besok pagi Cita bisa datang ke ruangan saya untuk menandatangani surat perjanjian." Ucap Richard.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2