Istri Figuran

Istri Figuran
Kita akan kembali bersama


__ADS_3

"Hahaha..." Calista tertawa mendengarnya. "Kau selalu saja bisa menebak perasaanku." Jawabnya.


"Tentu saja. Tujuh tahun kita menempuh pendidikan di tempat yang sama. Selama itu pula aku bisa mengenalimu dengan baik." Jawab Rose.


Calista tersenyum. "Bisakah kita berbicara di sana sana." Calista mengajak Rose berbicara di kursi yang berada tidak jauh dari mereka. Rose mengiyakannya. Wanita itu tahu ada hal penting yang ingin Calista bicarakan kepadanya dan tak ingin orang di sekitarnya mendengarnya.


"Ada apa Cal?" Tanya Rose setelah mereka saling mendaratkan bokong di atas kursi.


"Apa kau tahu Rose rasanya hari ini aku merasa senang sekaligus sedih secara bersamaan. Aku merasa senang karena akhirnya tujuanku sudah tercapai. Dan aku merasa sedih karena sosok yang aku harapkan datang tidak terlihat saat ini." Ucap Calista lalu menundukkan wajah di akhir perkataannya.


Rose dapat melihat kesedihan di wajah teman baiknya itu. "Berfikir positif saja, Cal. Mungkin saja dia sedang sibuk sehingga tidak bisa datang saat ini." Jawab Rose menenangkan hati Calista.

__ADS_1


Kepala Calista menggeleng. "Dia sepertinya benar-benar marah kepadaku. Dia bukan hanya tidak datang tapi juga sudah mengirimkan pesan perpisahan kepadaku." Lirih Calista.


Rose mengelus lengan Calista. "Bukankah kau bilang saat itu karena dia hanya sedang merajuk saja kepadamu karena terlalu sibuk? Toh kalian sudah biasa seperti itu bukan?" Rose kembali menenangkan hati Calista.


Kali ini Calista yang menghela nafas. "Ya, aku pikir itu karena dia hanya sedang marah saja kepadaku." Jawab Calista walau tak yakin karena biasanya kekasihnya itu selalu pengertian kepadanya dan tak pernah sampai mengirimkan kata perpisahan kepadanya jika sedang marah.


"Selesaikan masalah kalian dengan baik, ya, Cal. Bukankah kau bilang dia hanya ingin kau segera kembali dan membina rumah tangga dengannya? Mungkin saja jika kau sudah kembali permasalahan kalian segera selesai." Ucap Rose.


Calista mengangguk mengiyakannya. "Aku jadi menyesal mengundur kepulanganku waktu itu. Jika saja aku jadi pulang waktu itu mungkin dia takkan marah dan akan datang di acara wisudaku saat ini." Ucap Calista pelan. Terlihat kesedihan di wajah Calista saat menceritakannya.


Kepala Calista menggeleng. "Aku pikir dia sedang merajuk saja dan akan kembali menghubungiku. Aku merasa tidak yakin dengan kata perpisahan itu. Aku akan pulang dan menyelesaikan masalah di antara kami." Jawab Calista.

__ADS_1


"Aku harap semuanya akan baik-baik saja." Rose mendokan yang terbaik untuk teman baiknya itu.


Sebelumnya Calista memang sudah berniat pulang lebih awal ke tanah air setelah hari kelulusannya. Namun takdir berkata lain karena pada saat ia sudah hendak pergi ke bandara Calista mendapatkan kabar jika validasi wisuda dipercepat hingga membuat Calista memutuskan mengundur waktu kepulangannya dan memilih kembali ke tanah air setelah ia selesai di wisuda.


Menurut Calista saat itu pulang setelah ia selesai diwisuda adalah jalan terbaik karena ia tidak akan bolak-balik lagi ke luar negeri dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kekasihnya di sana.


"Dio... maafkan aku karena sudah terlalu lama membuatmu menunggu. Aku tahu kau adalah pria yang sangat baik. Dan aku berjanji setelah ini aku tidak akan lagi jauh darimu dan menepati janjiku untuk mau bersanding denganmu setelah aku berada di tanah air." Gumam Calista sambil membayangkan wajah kekasihnya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2