
"Solusi?" Marvel pun mulai berpikir solusi apa yang bisa ia berikan untuk permasalahan Dio saat ini. Dio pun memilih diam sambil ikut berpikir. Jujur saja perasaannya saat ini tidak tenang karena Hanum tidak mengirimkan pesan apapun kepadanya padahal sudah jelas ia menelefonnya tiga kali.
Tak lama kemudian Marvel menjentikkan jarinya di udara hingga membuat Dio menatap ke arahnya.
"Apa kau sudah menemukan sebuah solusi?" Tanya Dio.
Marvel menganggukkan kepalanya. "Kau bilang jika Hanum pergi membawa Divan bukan?" Tanya Marvel.
Dio menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Marvel.
"Jika benar begitu hanya ada satu caranya agar kau tidak perlu repot memikirkan kondisi anak dan istrimu saat ini." Ucap Marvel penuh makna.
"Cara apa itu?" Tanya Dio dengan kening mengkerut.
Marvel pun meminta Dio untuk mendekatkan wajahnya ke arahnya lalu berbisik di telinganya.
"Kau gila?!" Sembur Dio setelah mendengarkan saran yang diberikan oleh Marvel.
__ADS_1
"Aku tidak gila. Jika kau mau aku bersedia meluangkan waktuku untuk membantumu sampai esok hari." Ucap Marvel santai.
Dio menatap tajam pada Marvel. "Yang benar saja kau memintaku untuk menyusulnya ke sana dengan membawa dirimu dan Arthur." Ketus Dio.
"Karena hanya itulah caranya. Kau bisa beralibi jika Arthur menginginkan pergi ke tempat Divan berada saat ini." Jawab Marvel.
Dio menghembuskan nafas kasar di udara. Marvel pun diam menunggu Dio menerima solusi darinya.
"Jika kau tidak mau tidak masalah. Aku bisa menghabiskan waktu liburku bersama Windi dan kedua anak kami." Ucap Marvel kemudian karena Dio terlalu lama terdiam. Ia memilih mengorbankan waktunya bersama keluarganya untuk membantu Dio agar sahabatnya itu semakin dekat dengan istrinya. Lagi pula sebelum menikah dengan Windi sahabatnya itu sudah banyak berkorban untuknya bukan? Dan Marvel pikir saat inilah waktunya untuk membalas kebaikan Dio.
"Aku setuju." Jawab Dio setelah cukup lama berpikir.
"Tapi bagaimana dengan Windi? Apa tak masalah jika kau meninggalkannya dan putri kalian?" Tanya Dio.
"Tak masalah. Windi pasti bisa mengerti." Jawab Marvel.
Akhirnya setelah mendapatkan kesepakatan satu sama lain, Marvel pun segera menyampaikan niatnya pada Windi dan mendapatkan persetujuan dari Windi. Tentu saja persetujuan dari Windi memiliki sebuah alasan karena Windi juga ingin Dio semakin dekat dengan istrinya dan memiliki rasa perhatian pada istrinya. Windi harap setelah ini hubungan di antara Dio dan Hanum akan semakin membaik dan berjalan normal layaknya suami istri pada umumnya.
__ADS_1
Setelah berbicara pada Windi, tak lupa Marvel pun berbicara pada Arthur untuk mengajak putranya itu pergi. Tentu saja setelah mendengarkan nama Divan membuat Arthur bersemangat untuk pergi ke tempat wisata itu karena ia membayangkan akan bermain bersama Divan di sana.
Setelah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke tempat wisata, akhirnya Marvel dan Dio pun berpamitan pada Hanum untuk pergi menyusul Hanum dan ketiga rekan kerjanya.
"Kau yang menyetir." Marvel melemparkan kunci mobilnya pada Dio.
"Sialan!" Umpat Dio karena kunci kobil Marvel terkena wajahnya.
Marvel tertawa lalu mengajak Arthur untuk masuk ke dalam mobil. Dio pun kembali menggerutu karena Marvel meninggalkan barang bawaannya di luar mobil tanpa berniat memasukkannya. Jadilah ia yang memasukkan barang bawaan Marvel ke dalam mobil.
"Berangkat!" Seru Marvel saat Dio sudah masuk ke dalam mobil.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗