
Pagi itu Hanum terbangun lebih dulu dibandingkan anak dan suaminya. Ditatapnya Divan yang sedang tertidur di sebelahnya dengan meletakkan tangan di atas perutnya dan Dio yang tertidur membelakanginya sambil memeluk guling.
"Tumben sekali dia membelakangiku saat tidur." Gumam Hanum menatap Dio.
Hanum tidak ambil pusing dengan posisi tidur suaminya saat ini. Ia pun segera bangkit dari atas ranjang dengan hati-hati agar tak membangunkan anak dan suaminya itu. Karena sudah menjadi kebiasaannya beraktivitas di pagi hari membuat Hanum segera turun ke lantai bawah menuju dapur setelah tadi ia menyempatkan membersihkan wajahnya lebih dulu.
"Mamah." Di dalam dapur Hanum melihat Bu Shanty sudah berada di sana dan sedang mengeluarkan bahan-bahan masakan dari dalam kulkas.
"Hanum, kau sudah bangun, Nak?" Bu Shanty tersenyum menatap menantunya itu.
"Sudah, Ma." Jawab Hanum sambil melangkah mendekati Bu Shanty. "Mama mau masak apa pagi ini?" Tanya Hanum berjongkok mengikuti Bu Shanty.
"Sepertinya nasi goreng saja karena Richard menginginkannya." Jawab Bu Shanty.
"Maksud Mama Kak Richard meminta Mama membuatkan sarapan nasi goreng untuknya?" Tanya Hanum.
Bu Shanty menganggukkan kepalanya. Hanum pun menawarkan untuk membantu Bu Shanty mempersiapkan bahan-bahan masakan selain untuk membuat nasi goreng karena ia ingin membuatnya tumis sayur untuk putranya dan yang lainnya.
__ADS_1
Bu Shanty pun mengiyakannya dan membiarkan Hanum membantunya tanpa berniat melarangnya karena ia tahu kebiasaan Hanum dan tidak akan mau jika dilarang olehnya.
Setelah hampir satu jam berkutat di dalam dapur bersama Bu Shanty dan beberapa pelayan, akhirnya Hanum pun berpamitan untuk membersihkan tubuhnya karena ia harus bersiap untuk pergi bekerja.
Setibanya di dalam kamar dilihatnya Dio sedang membantu Divan memasang pakaian sekolahnya. "Divan sudah selesai mandi, Nak?" Tanya Hanum merasa cukup terkejut melihat putranya yang sudah siap-siap berangkat sekolah.
"Sudah, Mah." Jawab Divan.
Hanum dibuat sedikit terkejut karena ia pikir putranya saat ini masih tertidur dan ia baru saja berniat untuk membangunkannya. Pandangan Hanum pun beralih pada Dio yang nampak tengah menatap kepadanya.
"Apa kau sudah mandi?" Tanya Hanum pada Dio.
Hanum terdiam merutuki dirinya yang salah bicara. Jelas saja Dio sudah selesai mandi karena kini suaminya itu sudah memakai celana kerjanya.
"Emh, ya. Kalau begitu aku ke kamar mandi lebih dulu." Hanum memilih mengakhiri percakapan mereka dan segera beranjak menuju kamar mandi.
"Divan, ayo kita tunggu dibawah saja." Ajak Dio setelah ia selesai bersiap.
__ADS_1
Divan mengiyakannya lalu mereka pun keluar dari dalam kamar dan turun menuju lantai bawah.
Satu jam berlalu, kini semua orang sudah berada di meja makan dan sedang menikmati makanan mereka masing-masing. Selama sarapan berlangsung Dio masih saja tidak fokus pada makanannya karena matanya sesekali menatap pada Richard yang terlihat mencuri pandang pada istrinya.
"Bagaimana kalau pagi ini kau berangkat bekerja dengan aku saja? Lagi pula tempat kerja kita sama dan Dio tidak perlu repot memutar jalan untuk mengantarkanmu." Tawar Richard pada Hanum setelah selesai sarapan.
"Tidak boleh!" Dio dengan cepat menyahut perkataan Richard. "Dia akan berangkat bekerja denganku." Lanjutnya kemudian.
"Tapi kenapa tidak dengan aku saja biar perjalananmu terasa lebih mudah?" Tanya Richard menguji kesabaran sepupunya.
"Lebih baik kau berhenti berbicara atau ku patahkan lidahmu!" Ancam Dio dengan tatapan berubah tajam.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗