Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
About Ciuman


__ADS_3

Nara membungkam mulut Jaden yang malah bicara melantur. "Tuan ini, jangan bicara begitu. Di sini ada para pengawal Tuan." Nara menengok ke arah belakang dan dia amat terkejut melihat para pengawalnya malah melongo melihat film yang masih memperlihatkan adegan sepasang kekasih itu.


"Menyebalkan! Aku jadi malu sendiri. Di sini hanya aku yang wanita, dan filmnya seperti ini." Nara mengomel sendiri.


Jaden yang melihat hal itu berdiri dari tempatnya dan menghadap ke arah penjaganya.


"Kalian tutup mata jika ada adegan yang seperti tadi. Pokoknya jangan melihat. Awas kalau melihat, aku akan membuat hidup kalian menderita. Kalian dengar?" ucap Jaden tegas.


"Iya, Tuan!" jawab mereka serentak.


Nara sampai melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Jaden. Jaden kembali duduk dan mengedipkan salah satu matanya pads Nara.


"Tuan, kita sebaiknya pulang saja."


"Kenapa pulang? Bukannya kita belum selesai melihat filmnya."


Nara terdiam sejenak. "Tidak apa-apa, hanya saja kalau filmnya seperti ini dan nani ada adegan yang bikin jantung copot, lebih baik aku tidak usah lihat."

__ADS_1


"Huft! Cerewet sekali kamu ini. Kita habiskan dulu lihat filmnya. Aku sudah menyewa tempat ini, kita habiskan saja dulu filmnya. Lagi pula aku mulai tertarik dengan kisah di film ini."


"Sejak kapan Tuan suka film romantis. Tuan JL saja tidak tau arti cinta." Nara kembali duduk dan menikmati pop cornnya.


Jaden hanya menatap Nara dari samping. Mereka semua akhirnya menyaksikan film itu sampai habis.


"Kenapa mereka harus berpisah? Bukannya mereka saling mencintai?" Nara terisak karena melihat akhir dari film yang dia lihat.


Nara melihat pada Jaden yang wajahnya tampak datar. Nara kemudian melihat ke belakang dan ternyata para pengawal Jaden ternyata ikut terlihat sedih, bahkan ada yang sampai menangis.


Tidak lama Jaden tampak mengkerutkan kedua alisnya saat dia melihat Nara yang celingukan seperti sedang mencarj sesuatu pada tubuh Jaden.


"Nara, kamu sedang mencari apa?"


"Tuan JL diam sebentar." Nara kembali mencari sesuatu sampai dia membuka ke atas baju jaden memperlihatkan perut dengan bentuk kotak-kotaknya.


"Nara, kamu ini kenapa? Mau melihat tubuhku? Bilang saja."

__ADS_1


"Aku tidak mau melihat tubuh kamu. Aku mau mencari tau apa tuan ini alien atau manusia makannya tuan ini ada mempunyai hati atau tidak?"


Tangan Jaden langsung menarik baju Nara dan ciuman lagi-lagi terjadi di tempat umum.


Para pengawal Jaden yang tadinya sedih mendadak langsung menutup kedua matanya. Jaden melepaskan ciumannya. Mata Nara mengedip beberapa kali.


"Sekarang, katakan apa yang kamu rasakan dari ciumanku?"


Nara terdiam sejenak. Nara merasakan jika ciuman Jaden begitu lembut dan manis bagi Nara. Nara seolah ingin tiap hari merasakan ciuman Jaden.


"Biasa saja," ucap Nara bohong.


"Biasa?" Salah satu alis Jaden naik ke atas. "Kamu bilang biasa? Apa kamu yakin? Atau kamu mau mencobanya lagi? Tapi kali ini akan aku beri yang lebih lama dan sangat dalam, hingga kamu tidak akan bisa bernapas."


Nara mendelik. "Kamu ingin membunuhku dengan ciuman kamu?" Nara mengerucutkan bibirnya dan tampak lucu.


"

__ADS_1


__ADS_2