Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Acara Ulang Tahun Part 3( Seseorang yang Ditunggu)


__ADS_3

Dimas mengatakan akan datang dengan adiknya pada saat ulang tahun Denna.


"Kamu harus memakai baju berwarna salem."


"Tentang itu saya akan usahakan ya, Nona."


Denna terkekeh. Dia seolah memiliki niat untuk mengerjai Dimas yang tidak pernah memakai warna selain hitam.


"Kamu pasti terlihat sangat tam--. Maksud aku terlihat sangat berbeda jika memakai warna lainnya."


Dimas mengangguk perlahan. Mereka kemudian pulang ke rumah karena Denna sudah melaksanakan apa yang nenek buyutnya suruh.


"Dimas, adik kamu umurnya berapa?"


"Dia usianya sama dengan Nona Denna. Dia seorang laki-laki yang sangat ceria seperti Nona Denna."


"Pasti menyenangkan sekali kalau memiliki saudara, kita bisa saling berbagi dan bercerita dengan leluasa."


"Itu benar, tapi ada sesuatu hal juga yang tidak dapat kita ceritakan, Nona."


"Misalnya apa?"


"Tentang orang yang aku cintai." Dimas menatap Denna dengan lekat. Denna terdiam mendengar apa yang baru Dimas katakan.


"Ke-kenapa kamu tidak bisa menceritakan masalah itu? Biasanya malah hal tentang cinta kita lebih nyaman bercerita dengan saudara kita. Seperti aku yang nyaman sekali bercerita dengan Diaz karena aku dan Diaz sudah seperti saudara."


Dimas menggeleng. "Saya lebih nyaman menyimpannya sendiri cerita seperti itu."


"Ya itu terserah setiap orang masing-masing sih! Dasar kamu aneh." Denna terkekeh dan berjalan di depan Dimas. Mereka pulang ke rumahnya.


Denna menyuruh Dimas untuk pulang saja karena hari ini Denna tidak ada kegiatan lainnya.


***

__ADS_1


Hari ini adalah hari istimewah untuk si cantik kesayangan Jaden. Denna berdiri di suatu titik di mana kedua matanya bisa mengedarkan melihat sekelilingnya begitu indah karena hiasan banyak sekali lampu berbentuk bulat berukuran sedang dengan kabel kecil menjalar di setiap bagian tanaman hidup yang ada di sana. Denna lebih terkesima karena begitu banyak foto polaroid masa kecilnya sampai dia sekarang menjadi gadis remaja menyebar sempurna di setiap tempat.


"Nenek benar-benar keren sekali. Pemandangan di hutan pohon rindang ini indah sekali." Tangan Denna memeluk erat neneknya.


"Tempat ini adalah milik teman nenek, dan dia yang memberi nenek ide untuk merayakan hari ulang tahun kamu serta hadiah kelulusan kamu, Sayang. Apa kamu suka?"


"Suka sekali, Nek. Aku tidak pernah membayangkan jika ada merayakan pesta ulang tahun di tempat yang unik."


"Nenek senang jika kamu memang menyukainya." Keluarga Denna memang sudah tiba di sana pagi sekali untuk mengatur lagi lainnya. Mereka berteduh sementara di sebuah kabin yang tidak terlalu besar, tapi di dalamnya sangat indah karena semua ornamennya terbuat dari kayu.


"Baju ini untuk kalian kenakan nantinya." Nenek memberikan goodie bag besar dan Nara menguarkan apa saja isinya.


"Bagus sekali baju dan sepatunya, Nek!" seru Nara senang. "Denna pasti sangat bahagia dan tidak akan pernah lupa tentang pesta ulang tahunnya kali ini."


"Nenek sekarang hanya berpikir, selama napas nenek masih nenek miliki. Nenek ingin sekali membahagiakan keluarga nenek, terutama cicit nenek, dan semoga juga bisa bersikap adil pada putra Jacob."


Pria tinggi besar dengan wajah dinginnya merangkul erat wanita tua yang selama ini menjaga dan tidak pernah meninggalkannya walaupun mereka sama sekali tidak ada hubungan darah.


"Nenek akan hidup sangat lama dan melihat cicit Nenek tumbuh menjadi apa yang nenek harapkan." Disematkan sebuah kecupan kecil pada dahi wanita tua itu.


"Benar apa yang dikatakan oleh Jaden, Nenek. Nenek adalah Nenek terbaik di dunia ini." Nara pun memeluk nenek Miranti.


Mereka semua tampak sudah siap dengan memakai baju warna senada, bahkan sanga mafia romantis ayah Denna juga terlihat sangat cocok dengan atasan kemeja lengan panjang berwarna salem.


"Ayah tampan sekali! Aku kira akan terlihat lucu saat ayah memakai warna salem."


"Ayah memakai apapun akan tetap tampan." Jaden melihat pada Nara.


"Karena itu mama sangat mencintai ayah kamu." Nara tidak sungkan memberikan kecupan kecil pada bibir suaminya.


"Mama ini!" Denna mukanya tidak percaya melihat mamanya begitu agresif duluan, tapi melihat hal tadi Denna teringat akan ciumannya pada Dimas.


"Tuan cari kamar saja dan saya siap memiliki anak angkat lagi," celetuk Leo.

__ADS_1


"Mas Leo!" Nara sampai mendelik pada Leo. "Aku tidak ingin memiliki anak lagi. Cukup Denna saja dan nanti Denna yang akan membuat ramai rumah dengan anak-anaknya yang banyak, dan kita akan mendapat panggilan baru, yaitu oma dan opa."


"Mama! Itu masih lama." Denna menepuk jidatnya.


Tidak lama seorang pelayan memanggil mereka karena di luar sudah ada beberapa orang sudah datang. Mereka semua keluar dan menyambut beberapa orang yang sudah tiba di sana.


Beberapa menit kemudian semua teman-teman Denna datang dan mereka sangat takjub dengan semua konsep ulang tahun Denna yang begitu unik.


Acara tiup lilin dan potong kue pun di mulai. Denna sebenarnya masih ingin menunggu Dimas datang, tapi pria yang di tunggu Denna tidak menampakkan dirinya. Alhasil acara dimulai tanpa Dimas.


"Denna, kamu membuat aku iri saja. Acara ulang tahun kamu ini indah sekali."


"Kamu besok kalau menikah, sebaiknya tanyakan nenek saja. Nenekku yang mengatur semua ini."


"Benarkah? Nenek memang terbaik." Diaz melihat pada Denna yang sekarang terlihat matanya seperti sedang mencari seseorang. "Kamu cari siapa sih, Denna?"


"Dimas," celetuk Denna tidak sadar.


"Wah! Kamu sudah beneran jatuh cinta sama bodyguard kamu itu ya?"


"Diaz! Jangan keras-keras kalau bicara. Aku mencari Dimas karena aku takut dia tidak datang ke sini karena merasa dirinya tidak di sini."


"Kenapa dia sampai berpikiran begitu?"


"Karena dia merasa hanya seorang bodyguard di sini. Aku mau mencari dia dulu ya? Kamu dan Mas Rio nikmati saja pestanya.


Denna berjalan menelusuri tempat itu dan mencari sosok Dimas, tapi Denna malah berpapasan dengan orang yang tidak ingin dia temui sebenarnya, tapi neneknya sudah mengirim semua undangan ke rumah teman-teman sekelas Denna.


"Selamat ulang tahun Denna. Maaf, aku datang terlambat. Ini kado dariku dan aku harap kamu menyukainya." Evans memberikan sebuah kotak kecil.


Denna menerima dan membuka isinya, ternyata isinya sebuah cincin berlian.


"Terima kasih atas kadonya, tapi ini terlalu mahal dan aku tidak suka kado yang mahal. Ini, kamu ambil kembali kado kamu atau berikan pada kekasih kamu." Denna memberikan kembali kotak berisi cincin itu ke tangan Evans.

__ADS_1


"Keterlaluan sekali kamu, Denna!" seru Mandy yang ternyata diajak Evans ke sana.


"Keterlaluan? Bukannya kalian yang sudah keterlaluan dengan waktu itu. Aku masih memaafkan perbuatan kalian. Sebaiknya kalian berdua pergi saja dari sini karena jujur saja aku tidak mengharapkan kedatangan kalian!" Denna menatap tajam kemudian berjalan pergi dari sana.


__ADS_2