Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Ancaman


__ADS_3

Jaden mengajak Nara mengikuti langkahnya pelan-pelan. Walaupun Jaden termasuk pria yang dingin, ternyata dia bisa berdansa dengan baik.


Nara tidak mengeluarkan satu kata pun. Dia hanya diam menatap dalam pada pria di depannya sekarang.


"Temui aku di kamarku nanti malam, Nara. Ada yang harus kita bicarakan."


"Aku tidak bisa. Aku sudah memutuskan bersama dengan Jacob dan aku tidak mau mengkhianati Jacob."


"Kalau begitu aku yang akan ke kamar kamu."


Kedua mata Nara membulat lebar. "Jangan lakukan itu Tuan JL. Aku sudah bilang jika aku tidak mau menyakiti perasaan Jacob. Tolong Tuan JL mengerti itu. Jacob sudah banyak mendapatkan rasa sakit dan aku tidak mau menjadi salah satu orang yang menyakitinya."


"Aku mengerti masalah itu, Nara. Maka dari itu aku mengalah waktu itu dengan Jacob. Aku biarkan Jacob memiliki kamu karena aku tidak mau dianggap anak yang tidak tau balas Budi karena mereka sudah membesarkan aku. Aku hanya anak angkat mereka, Nara."


Nara menatap lekat pada Jaden. Ada hal yang ingin Nara katakan, tapi dia tidak bisa mengucapkannya.


"Lupakan aku Tuan JL. Biarkan aku bahagia dengan orang yang benar-benar tulus mencintaiku."


"Tidak akan. Aku juga tulus mencintai kamu. Cathy hanya kekasih bohongan yang aku ciptakan untuk menjauhkan kamu dariku, tapi sekarang aku tidak akan melepaskan kamu. Kamu dan bayi itu milikku, Nara."


"Apa kamu sungguh-sungguh menginginkan bayi ini?" tanya Nara dengan kedua mata yang tampak butiran air mata yang siap keluar.


"Aku menginginkan kalian berdua. Aku akan menikahi kamu, Naraya Sabila."


Tangan Nara yang berada pada genggam Jaden seketika menggenggam erat, dan butiran air mata Nara sudah lepas dari kelopak indahnya.


"Halo, siapa ini?"


"Aku ayah Carlos."


"Ayah Carlos? Ada apa ayah menghubungiku?" Nara tampak bingung.

__ADS_1


"Nara, apa kamu mencintai Jaden?"


Deg!


"Ayah tau dari mana masalah ini?"


"Aku tau semua, bahkan aku juga tau kamu mengandung anak si brengsek itu."


"Ayah kenapa berkata seperti itu? Jaden juga adalah putra ayah."


"Dia bukan putraku. Putraku hanya Jacob, dan Jaden hanyalah anak yang aku angkat setelah keluarganya mati dibantai oleh sekelompok mafia musuh ayahku."


"Apa?" Kedua mata Nara membulat kaget dengan hal itu.


"Ck! Kenapa para penjahat itu tidak membunuh Jaden sekali waktu pembantaian itu terjadi. Sekarang dia aku besarkan, tapi tidak bisa membalas jasa baikku, dan malah membuat putra kesayanganku menderita."


"Jadi Tuan JL bukan anak ayah? Di bukan kakak kandung Jacob?" tanya Nara lirih.


"Bukan, dan tidak akan pernah aku akui dia sebagai putraku. Selama ini dia hanya aku manfaatkan."


"Kamu tidak perlu ikut campur dalam masalah ini. Nara, aku peringatkan kamu untuk tidak menyakiti hati Jacob. Putraku sudah sangat baik menolong kamu waktu itu, dia orang yang sangat baik, tapi beberapa orang sudah sangat jahat menyakitinya. Sekarang aku lihat kamu adalah kebahagiaan untuknya dan semangat hidupnya, jadi aku ingin kamu bisa bersama dengan Jacob."


"Jujur saja jika aku masih sangat mencintai Tuan JL. Apa lagi ada bayi milik Tuan JL di dalam kandunganku."


"Aku tidak peduli dengan perasaan cinta kamu. Aku peringatkan kamu, Nara. Jangan menyakiti Jacob, atau akan aku bunuh ayah dari bayimu tepat di hadapan kamu sekarang."


Sekali lagi kedua mata Nara membulat lebar. "Maksud Ayah?"


"Kamu tidak tau jika aku bisa berbuat lebih kejam dari Jaden. Aku sudah menyuruh penembak terbaik berada di acara ini, dan sekali aku memberinya isyarat maka dengan cepat Jaden akan mati. Jauhi Jaden dan bersikaplah jika kamu mencintai Jacob."


Nara seketika mengedarkan pandangannya mencari di mana orang yang sudah disuruh oleh ayah Jacob untuk membunuh Jaden. Nara melihat ada seorang pria dengan setelah kemeja berwarna putihnya, dan pria itu tampak seperti mengawasi Nara.

__ADS_1


"Kenapa ayah lakukan itu?"


"Aku melakukannya karena aku tidak ingin sampai kehilangan putra kesayanganku. Aku harap kamu juga jangan bicara tentang hal ini pada Jacob. Dia tidak tau apa-apa."


"Yah, jangan sakiti Tuan JL. Aku akan menuruti apa kata ayah."


"Bagus kalau kamu mengerti akan hal itu karena aku akan terus mengawasi Jaden. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Nara." Seketika panggilan dimatikan.


Flashback Off


Carlos menghubungi Nara saat Nara menangis sendirian tadi dan Jaden datang menemuinya.


"Nara, aku tau jika aku sudah memiliki kesalahan yang sangat banyak denganmu, tapi aku akan memperbaikinya. Aku tidak membenci jika kita memiliki seorang bayi. Nenek pasti akan senang walaupun dia nanti akan marah dan menjewerku karena membuat kamu hamil tanpa menikahi kamu. Aku akan menikah dengan kamu dan aku tidak takut jika musuhku tau semua itu. Aku akan melindungi kalian dengan nyawaku."


Nara menggelengkan kepalanya cepat. Dia ingin mengatakan jika dirinya juga ingin bersama dengan Jaden, tapi hal itu tidak mungkin.


"Aku sudah sakit hati dengan semua yang kamu lakukan Tuan JL. Lupakan aku, dan biarkan aku bahagia dengan Jacob yang benar-benar tulus mencintaiku." Nara melepaskan pegangan tangannya dan berjalan pergi mendekat pada Jacob.


"Apa kamu tadi berdansa dengan kakakku?" Nara mengangguk. "Apa yang kalian katakan? Apa dia sudah tau tentang bayi kalian?"


"Dia sudah tau semuanya, tapi aku tetap tidak bisa bersama dengan Tuan JL karena dia terlalu banyak menyakitiku, dari awal dia juga tidak menginginkan bayi ini. Aku sudah memutuskan memilih kamu Jacob." Nara memeluk Jacob dari belakang dan pria itu tersenyum mengusap lembut tangan Nara yang merangkul pada lehernya.


"Aku sangat mencintai kamu, Nara. Kita akan membangun keluarga kecil kita, apa lagi akan ada bayi kecil yang membuat kehidupan kita lebih sempurna."


"Apa kamu benar-benar akan bisa menerima bayi ini, Jacob?"


"Tentu saja. Bagaimanapun juga dia anak kamu dan aku akan mencintainya seperti aku mencintai kamu, Nara."


Nara benar-benar tidak percaya jika ada orang sebaik Jacob di dunia ini. Kenapa dari awal dia tidak dipertemukan dengan Jacob saja?Orang yang menjadi penyelamatnya. Kenapa harus bertemu lebih dulu dengan Jaden yang hari-harinya Nara lebih banyak mendapat kesedihan dari pada kebahagiaan.


Jaden hanya bisa diam menatap gadis yang dia cintai bersama dengan Jacob. Dia ingin sekali menculik kembali Nara dan membawanya pergi sejauh mungkin.

__ADS_1


"Apa begitu sulit untuk kamu memaafkan semua kesalahanku, Nara? Dan apa benar kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" Jaden berdialog sendiri.


Pria itu tidak tau sekarang harus berbuat apa karena Nara sendiri yang mengatakan jika Nara ingin bersama dengan Jacob. Jaden juga tidak ingin menyakiti adiknya itu.


__ADS_2