
Tami bersembunyi saat tau Jaden datang ke sana untuk mencoba sup yang katanya buatannya. Hari ini tentu saja tidak ada menu sup itu karena Nara memang tidak masuk dari pagi.
Paijo sendiri pergi ke rumah Nara untuk membantu sahabatnya itu yang sedang tidak enak badan.
"Jadi, hari ini tidak ada menu sup di restoran ini?' tanya Jaden pada salah satu pelayan lainnya di sana.
"Iya, Tuan. Sup hari ini libur karena yang membuatnya sedang sakit. Apa ada menu lainnya yang bisa saya bawakan untuk Tuan?"
"Tidak ada, kamu bawakan saja aku orange jus."
"Baik, Tuan."
Jaden tampak terduduk melamun di tempatnya. Dia kembali teringat Nara. Apa Nara istrinya baik-baik saja saat ini?
Tidak lama ponsel Jaden berdering dan itu dari Leo yang kemarin malam harus berangkat mendadak pergi ke luar negeri karena bisnis Jaden yang ada di tempat lain sedang disabotase oleh seseorang.
"Tuan, saya sudah tiba dan langsung mencari siapa penyusup yang melakukan semua ini. Dia suruhan dari sahabat Tuan Damian yang memang ingin menyerang Anda saat Anda sedang terpuruk saat ini."
__ADS_1
"Dia bodoh jika berpikir aku lemah karena masalah yang sedang aku hadapi. Buat dia menyesal karena sudah mau membantu Damian Leo."
"Pasti Tuan."
Jaden mengakhiri panggilan karena dia melihat ada panggilan dari nenek yang juga sedang menghubunginya.
"Halo, Nek, ada apa?"
"Jaden, kamu kapan pulang dari sana Nak? Apa kamu tidak mau pulang ke rumah?"
"Tentu saja Nenek khawatir sama kamu, Jaden. Nenek tidak mau terjadi apa-apa sama kamu. Bagaimana nenek mengatakan pada Nara jika dia kembali kelak kalau kamu sampai kenapa-napa?"
"Aku akan menjaga diriku sampai nanti Nara akan datang padaku, Nek."
"Sayang, Nenek tau kamu merindukan Nara, Nenek juga sangat merindukan dia, tapi Nenek tahan supaya kamu tidak kepikiran nantinya."
"Aku tau, Nek. Kalau begitu aku akan pulang sekarang. Nenek tunggu saja."
__ADS_1
Mereka mengakhiri panggilannya. Jaden hari ini memilih mengendarai mobilnya sendiri untuk pulang ke rumah Neneknya. Butuh beberapa jam untuk dia sampai di rumah neneknya.
Hari itu dia mengemudi sampai hari berubah malam. Di perjalanan Jaden melihat sosok yang dia kenali sedang berada di sebuah tempat seperti club malam.
"Renata masuk ke dalam club malam? Apa dia ada janji dengan seseorang di sana?"
Jaden memutuskan untuk mengikuti Renata karena dia penasaran. Setahu Jaden Renata wanita baik-baik. Untuk apa dia berada di club malam?
Jaden masuk ke dalam club malam yang malam itu sangat ramai di penuhi banyak orang.
Jaden dapat melihat di mana Renata berjalan masuk ke dalam ruangan khusus yang biasa di pesan oleh pelanggan khusus di sana.
"Dia sepertinya memang ada Janji dengan seseorang di sana. Apa dia memiliki kekasih di sini? Lalu bagaimana dengan sikapnya selama ini dengan Leo?"
Jaden meminta tolong pada pelayan sexy yang sedang membawakan minuman yang dipesan oleh Renata. Saat pelayan itu membuka pintu. Jaden sekilas dapat melihat jika Renata sedang duduk dan bersikap mesra dengan seorang pria yang Jaden tidak terlalu kelihatan wajahnya karena cahaya lampu di sana yang memang gelap
Renata bahkan mengecup bibir pria yang memangkunya. "Rencana kita berhasil dengan baik, Sayang. Apa kamu senang?" ucap Renata mesra.
__ADS_1