
Setelah selesai makan pagi di waktu siang, Nara bingung melakukan apa karena tuan majikan dia tidak ada di rumah. Nara pergi ke kamarnya dan melihat seragam pelayannya yang terkoyak karena ulah Jaden.
"Aku sekarang jadi bingung, aku harusnya senang dia tidak ada di rumah, setidaknya tidak ada yang memerintah aku seenaknya, bagaimanapun aku bukan pelayan dia." Nara kembali memperhatikan kejadian semalam. Dia benar-benar kesal dan marah dengan sikap Jaden, tapi dia juga merasa bersalah mengatai Jaden yang tidak-tidak.
Waktu berlalu dengan cepat, dan tidak terasa hari sudah menjelang malam. Nara yang tengah tertidur kaget saat ada seseorang yang membuka pintu kamar.
Nara segera bangun dan melihat sosok pria yang tengah berdiri di depannya.
"Kenapa kamu bisa tidur di kamarku?" ucapnya dingin.
Nara yang nyawanya masih belum terkumpul lengkap melihat sekelilingnya dan dia baru sadar jika dia malah tertidur di kamar Jaden. Nara ingat waktu dia sedang membersihkan kamar Jaden dia malah merasa lelah dan tidak sengaja tidur di atas ranjang Jaden.
__ADS_1
"Tuan JL aku minta maaf, tadi aku sedang--."
"Keluar! Jangan berani sekali lagi masuk ke dalam kamarku dan menyentuh barangku tanpa izinku!" ucapnya kesal.
"Aku tidak menyentuh barang-barang kamu tanpa alasan, aku sedang membersihkan kamar kamu, bukannya aku pelayan di sini, jadi aku melakukan tugasku saja."
"Lalu, kenapa fotoku bisa ada di atas tempat tidur di samping kamu tidur tadi?"
"Ini tadi mau aku bersihkan." Nara menunduk sejenak. "Aku berbohong, aku tidak mau membersihkan foto ini, tapi mengumpat diri kamu yang sudah bersikap kurang ajar padaku tadi, aku melampiaskan kekesalanku sama kamu atas sikap buruk yang tadi kamu lakukan."
Jaden tampak terkejut mendengar kejujuran gadis di depannya ini. Jaden kembali berjalan perlahan mendekati ke arah yang masih duduk di ranjangnya. Jaden menunduk mendekatkan wajahnya pada Nara. Nara yang kaget segera memundurkan kepalanya dengan tatapan tidak lepas dari wajah Jaden.
__ADS_1
"Aku melakukan hal itu agar kamu sekali lagi tidak mencampuri urusanku bahkan membangkang padaku, dan jika kamu melakukannya, maka aku pastikan aku akan benar-benar melakukan hal yang tidak kamu inginkan. Sekarang keluar dari kamarku!" Usir Jaden kasar.
Nara segera beranjak dari tempat tidurnya dan dia berlari menuju pintu kamar Jaden. Nara menghentikan langkahnya dan terdiam di depan pintu kamar Jaden. Mereka berdua saling membelakangi.
"Tuan JL aku minta maaf atas perkataan ku yang kasar waktu itu." Nara teringat akan cerita Leo tentang Jaden, dia merasa kasihan dengan apa yang terjadi pada Jaden waktu Jaden masih kecil.
Jaden hanya terdiam tidak membalas, Nara kesal kenapa pria itu hanya diam saja? Bukannya dia harus mengatakan sesuatu.
"Keluar!"
Nara yang mendengar sekali lagi usiran Jaden akhirnya keluar dari dalam kamar Jaden dan meninggalkan Jaden yang masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Nara keluar dari kamar Jaden dengan menggerutu sendiri. "Kenapa juga aku minta maaf sama dia? Dia itu tidak butuh dikasihani. Aku hanya teringat ucapan mama kalau memiliki kesalahan dengan orang lain atau sudah menyakiti orang lain, sebaiknya segeralah minta maaf dan buat keadaan segera membaik. Dia juga harusnya minta maaf sama aku karena perbuatannya yang benar-benar membuat aku jantungan."