Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Memasak Untuk Tuan JL


__ADS_3

Nara terbangun dari tidurnya dan dia bersiap ke kamar mandi. Langkah Nara terhenti saat melihat ada baju seragam pelayan di atas meja. Nara mendekat dan memeriksa baju itu.


"Ini seragam baru? Bukannya kemarin aku belum memperbaikinya?"


Tidak lama pintu kamar Nara diketuk oleh seseorang dan saat membuka pintu, Nara melihat ada Bi Ima berdiri di depan pintu Nara.


"Nara, segera bersiap-siap memakai baju seragam kamu dan turun ke bawah karena tuan muda Jaden ingin kamu melayaninya."


"Melayani tuan Jaden?" Nara tampak bingung.


"Kenapa malah diam? Cepat bersiap-siap dan turun, kamu tidak mau, kan, tuan Jaden sampai marah sama kamu?"


"I-iya," jawab Nara terbata dan dia segera masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu Nara berganti bajunya dengan pakaian seragam pelayan yang tadi di letakkan di kamarnya. "Huft! melihat baju ini kenapa aku tidak nyaman, tapi harus tetap aku pakai. Mulai sekarang mending aku ikutin saja semua aturan si tuan muda itu. Daripada aku nanti dibunuh atau malah sahabatku yang dilukai karena dia ternyata seorang yang kejam," Nara berdialog di depan cermin.


Nara turun ke bawah dan mencari di mana Jaden. "Nona Nara, sudah di tunggu tuan muda Jaden di ruang makan, Nona Nara hari ini yang akan membuatkan sarapan pagi untuk tuan muda," terang Leo.

__ADS_1


"Apa? Aku membuatkan sarapan untuk tuan muda? Mas Leo, bukannya Bi Ima yang biasa membuatkan sarapan di sini?"


"Iya, tapi mulai saat ini tuan muda Jaden ingi. Nona Nara yang membuatkannya. Sebaiknya Nona Nara secepatnya membuatkan makanan untuk tuan muda."


"Mas Leo." Nara dengan cepat menahan tangan pria itu. Leo melihat ke arah tangannya yang dipegang oleh Nara.


"Ada apa?"


"Mas Leo mau ke mana?"


"Apa Mas Leo tidak ikut sarapan pagi sekalian? Masakan aku enak loh," rayu Nara.


Pria dengan lesung Pipit dan wajah dewasanya itu malah tersenyum kecil pada Nara. "Kamu mencari teman, ya? Kamu tenang saja, tuan Jaden tidak akan marah sama kamu jika masakan kamu tidak enak. Dia mungkin hanya akan melempar piringnya sampai pecah." Leo berjalan pergi dari sana.


Muka Nara seketika melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Leo. "Dia ternyata sama saja seperti si tuan JL itu," gerutu Nara.

__ADS_1


Nara berjalan menuju ruang makan dan dia melihat Jaden duduk di sana dengan gagahnya. "Kamu lambat sekali seperti siput, aku sudah kelaparan menunggu kamu!" serunya kesal.


"Kenapa tidak menyuruh Bi Ima membuatkan makanan untuk kamu? Biasanya juga Bi Ima yang membuatkan makanan untuk kamu."


"Bi Ima sekarang hanya bertugas mengurus rumah, dan segala keperluanku semua kamu yang mengurusnya. Paham?" Nara mengangguk perlahan. "Sekarang cepat buatkan aku makanan!"


"Aku harus memasak apa?"


"Masak makanan yang kamu bisa. Bukannya kamu di rumah kamu dulu sering memasak untuk Paman dan Bibi kamu?"


"Tidak perlu mengingatkan tentang mereka, aku bahkn ingin amnesia saja punya Paman sejahat dia." Nara menuju dapur yang memang dekat dengan di mana Jaden duduk.


Nara mulai mengambil alat masaknya dan membuka kulkas untuk mencari bahan masakan.


Jaden memperhatikan gadis yang dia culik itu sedang sibuk dengan alat masaknya. Beberapa menit kemudian, Indra penciuman Jaden mencium aroma masakan yang sangat harum dan tentu saja dia menyukainya.

__ADS_1


__ADS_2