Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Pertengkaran Adik dan Kakak


__ADS_3

Jaden tampak terdiam sejenak. Dia melihat V dari atas sampai bawah mengamatinya dengan seksama. Jaden seolah pernah melihat wajah V.


"Siapa tadi nama kamu?"


"Maaf, saya belum memperkenalkan Diri. Nama Saya Vero, tapi saya biasa dipanggil V."


"Aku Jaden Luther ayah Denna." Mereka saling berjabatan tangan.


"Jaden Luther?" V sepertinya pernah mendengar nama itu. Dia melihat pada Denna.


"Saya senang berkenalan dengan Om."


"Denna ayah akan menunggu kamu di dalam mobil. Hari ini ayah yang akan mengantar kamu pulang."


"Aku senang sekali bisa dijemput oleh ayah." Denna memeluk ayahnya.


Denna dan V izin pada Jaden untuk kembali ke ruangan mereka. "Denna!" V berteriak memanggil Denna dan berlari menghampiri Denna yang akan masuk ke dalam ruangannya.


"Ada apa V?"


"Kamu dan Kakakku ads hubungan, kan?"


Wajah Denna seketika tampak terkejut. "Maksud kamu?"


"Kakakku bodyguard kamu, kan? Dia bekerja pada ayahmu? Kenapa kalian tidak mengakuinya saat bertemu di rumahku?"


"V, tentang aku dan Dimas hubungannya hanya Nona Muda dan pengawalnya, tidak ada yang lain."


"Kalian saling mencintai, Kan?"


"Cinta? Tidak ada cinta di antara kita, kita hanya sebatas mengagumi. Kakak kamu memiliki seseorang yang sangat dia cintai, yaitu Mitha. Apa kamu mau membahas ini semua?"


"Aku hanya ingin tau, Denna. Aku tidak mau bersaing dengan kakakku sendiri. Persaudaraan kita jauh lebih penting dari apapun."


"Tidak ada persaingan yang kamu maksud V. Aku juga bukan barang yang bisa kalian perebutkan."


"Denna, aku tulus mencintai kamu." Tangan V perlahan-lahan memegang tangan Denna dengan lembut.


"V, jangan seperti ini. ingat, kita di lingkungan rumah sakit."


"Aku minta maaf, Denna. Aku hanya ingin kamu tau ketulusan cinta aku sama kamu." V melepaskan tangan Denna dan dia berjalan pergi dari sana.

__ADS_1


Denna menatap terus punggung V sampai pria itu menghilang dari pandangannya.


"Kamu pria yang baik dan menyenangkan. Kamu juga pantas untuk dicintai, tapi aku tidak tau apa aku bisa menerima kamu dan melupakan kenangan kakak kamu?" Denna menghela napasnya pelan.


Hari-hari berlalu dengan perasaan yang masih berkecimpung tidak karuan. Denna mencoba membuka hatinya untuk V, bahkan V sudah bertemu dengan keluarga Denna. Nenek yang mengetahui siapa pria yang sebenarnya dicintai Denna berharap Denna tidak mempermainkan perasaan V yang terlihat tulus menyukai Denna.


Denna pun mengatakan jika sebenarnya V adalah adik angkat Dimas. Jaden tidak menyangka jika putrinya bisa dekat dengan adik angkat Dimas, apa lagi mereka kenal secara tidak sengaja.


Di tempatnya, Dimas sekarang menjadi seorang pelatih bela diri untuk para bodyguard baru, dia tampak menikmati pekerjaan barunya, walaupun dia masih tetap teringat pada sosok Denna.


"Hai, sayang." Mitha langsung memeluk Dimas yang kala itu baru saja memberi pengarahan pada para bodyguard baru.


"Mitha, jaga sikap kamu," ucap Dimas lirih, tapi menatap Mitha dengan tajam.


"Memangnya kenapa? Aku, kan, kekasih kamu?"


"Kita bukan kekasih, Mitha. Kita hanya berteman baik," Dimas menekankan kata-katanya.


"Kalau kita berteman baik. Kenapa kamu sangat perhatian sekali padaku? Kenapa kamu mau menemaniku untuk sembuh dari depresi yang aku alami."


"Karena kamu adalah temanku, dan aku tidak mau terjadi apa-apa dengan temanku."


"Bohong! Kamu masih mencintaiku, buktinya kamu rela meninggalkan Denna untukku."


"Apa maksud kamu?"


Dimas tidak menjawab dia berjalan pergi dari sana. "Kamu hanya akan menjadi milikku, Dimas. Aku akan memastikan hal itu." Mitha mengejar Dimas ke arah motornya.


Hari ini adalah hari pernikahan Diaz. Diaz menikah dengan tema garden party. Diaz tampak cantik dengan baju dress model sabrina dan rambut yang terurai sederhana.


"Selamat ya, Diaz. Kamu cantik sekali."


"Terima kasih, Denna. Aku senang kamu bisa hadir di sini dengan keluarga kamu dan V. Dia tampan sekali ya, Denna." Mata Diaz menunjuk ke arah V yang berjalan ke arah mereka dengan keluarga Denna.


"Apa sih, Diaz! Kamu itu sudah punya suami masih bersinar matanya melihat pria lain."


"Enak saja! Aku itu mencoba membuka mata kamu, kalau di hadapan kamu itu ada seorang pria yang sangat cocok dengan kamu."


"Diaz, aku masih menjalani hubungan ini dengan V. Semoga aku bisa melupakan Dimas."


"Cinta segitiga yang rumit. Kok bisa kamu terlibat cinta adik kakak begini?"

__ADS_1


Denna mengangkat bahunya acuh. Tidak lama keluarga Denna dan V sampai di dekat Diaz, mereka saling memeluk dan mengucapkan selamat.


Pesta hari itu sangat meriah sampai pada akhirnya Denna yang sedang berdiri di sudut taman dihampiri oleh V. V membawakan minuman ringan untuk Denna.


"Kamu sedang memikirkan apa?"


"Aku hanya membayangkan bagaimana acara pernikahanku kelak? Dan aku tidak menyangka akan kehilangan sahabat baikku." Denna melihat pada Diaz.


"Kamu mau pernikahan yang bagaimana?" Tangan V sekali lagi memegang tangan Denna dengan lembut.


"Aku tidak tau, yang jelas aku hanya ingin pernikahan yang sederhana dan sakral."


"Aku dulu juga berharap begitu. Aku ingin menikah dengan orang yang sangat aku cintai. Pernikahan yang sederhana dan sakral karena aku benar-benar ingin merasakan sesuatu yang luar biasa di hari sekali seumur hidupku." Denna melempar senyumnya pada V.


"Sayang, apa aku akan merasakan apa itu melepas putriku di hari pernikahan?" tanya Jaden pada istrinya.


"Tentu saja, memangnya kamu tidak mau melihat putrimu menikah?" Nara dan Jaden saling melihat.


"Aku tidak tau apa nanti aku tidak akan menangis saat hari itu tiba?" Jaden melihat pada putrinya yang sekarang tangannya digenggam oleh V.


Nara mengusap lembut pundak suaminya. "Kamu harus siap, Sayang. Bagaimanapun juga kamu itu mengantar putrimu menuju kebahagiaan bukan hal yang buruk."


"Huft! Kenapa Denna tumbuh terlalu cepat. Rasanya ingin kembali dia menjadi anak-anak dan bermain denganku." Nara tersenyum mendengar apa yang suaminya katakan.


Pesta telah usai dan mereka mengantar V kembali ke rumahnya. Denna melihat ada motor pria yang masih bertahta di dalam hatinya ada di depan rumah.


"Sepertinya kakakku pulang hari ini."


"Sampaikan salam kami untuk Dimas."


"Iya, Tante Nara." V melihat ke arah Denna yang memberikan senyumannya. "Terima kasih semuanya."


V masuk ke dalam rumah dan melihat kakaknya yang sedang duduk menikmati minuman hangatnya. "Kakak kenapa kembali ke sini? Apa yang Kak Dimas cari?"


Dimas agak terkejut dengan ucapan adiknya. "Ini rumah kita V. Aku datang ke sini karena aku merindukan adikku."


"Kak Dimas bisa menghubungiku saja. Aku tau, Kakak datang ke sini karena ingin mendekati Denna, kan? Kak, Denna milikku dan aku tidak akan membiarkan orang lain bahkan kakakku sendiri merebutnya."


"Aku sama sekali tidak akan merebut kebahagiaan adikku."


"Kalau begitu jangan kembali. Kakak bisa tetap jauh dari Denna dan kehidupan aku bila perlu!"

__ADS_1


"V? Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu tidak percaya padaku?"


"Aku akan percaya jika Kakak menikah dengan Mitha. Aku akan percaya jika memang Kakak ingin aku bahagia dengan Denna."


__ADS_2