Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Kemarahan Sang Ayah


__ADS_3

Pria itu menceritakan bagaimana Evans mengetahui jika V adalah pria yang sudah menipunya dengan mengatakan memiliki obat yang bisa membuatnya melayang. Evans yang notabennya bebas dalam hal pergaulan dengan senang hati mau mencicipinya, tapi ternyata dia malah menjadi lumpuh.


Waktu Denna ke rumah dengan Diaz dan V untuk menjenguk Evans. Tidak sengaja Evans meminta bantuan V mengambilkan ponselnya dan saat menyerahkan ponsel itu, V melihat ada bekas luka di bagian jari telunjuknya dan Evans ingat orang yang menyuntikkan obat itu ada luka yang sama yang di miliki V.


Evans mencari tau tentang V dan akhirnya Evans tau jika memang V pernah membeli obat yang pernah disuntikkan padanya.


"Oh Tuhan! V bisa melakukan hal seperti itu?" Jaden sekali lagi tidak menyangka jika V yang dia kira orang yang baik dan lembut bisa melakukan hal seperti itu.


"V pasti punya alasan kenapa dia melakukan hal itu?"


"Aku tidak tau."


"Jangan bohong!" Jaden semakin mencengkeram dagu pria itu dengan kasar.


"Pasti karena V mengetahui apa yang sudah Evans lakukan pada Denna," tiba-tiba suara Leo terdengar di sana.


"Leo? Apa maksud kamu? Kenapa kamu menyebut nama putriku?"


"Tuan Jaden saya minta maaf karena tidak menceritakan hal ini pada Tuan Jaden."

__ADS_1


"Ada apa, Leo? Apa yang kamu sembuny'ikan tentang putriku?" Jaden dengan marah melempar tubuh pria itu sampai pria itu terjungkal ke tanah.


Jaden sekarang berjalan ke arah Leo dan menatap sang asisten dengan tajam.


"Aku ingin tau apa yang kamu sembunyikan tentang putriku?" Sekarang Leo merasakan kembali aura sang mafia kejam dari Jaden.


Leo menelan salivanya dengan susah. Dia akan menceritakan semuanya dan dia pasrah jika Jaden akan sangat marah padanya


"Tuan, Evans teman sekolahnya nona Denna pernah akan berbuat tidak baik pada Nona Denna di malam undangan ulang tahun di hotel waktu itu."


"Apa maksud kamu?" Jaden seketika mencengkeram Leo.


Leo berlari mengejar Jaden dan menahannya. Leo tau ke mana Jaden akan pergi.


"Jangan menghalangiku, Leo. Aku akan menghabisi orang yang sudah berusaha berbuat kurang ajar pada putriku. Dia harus mati."


"Evans adalah keponakan Mauren."


"Apa?"

__ADS_1


"Anak perempuan Mauren juga terlibat dalam rencana Evans."


"Apa Evans anak dari Damian?"


"Bukan, Tuan, dan Mauren tidak tau anaknya pernah berbuat seperti itu."


"Tapi aku mau memberi pelajaran pada anak brengsek itu."


"Tuan, dia sudah mendapat hukuman dari perbuatannya. Saya harap Tuan jangan melakukan hal buruk yang nantinya membuat Nona Denna merasa sedih."


Jaden berpikir seenak dan kemudian dia sudah meletakkan pistolnya pada belakang pinggangnya. "Kita ke rumah sakit saja melihat keadaan Dimas. Aku berharap anak itu baik-baik saja."


"Saya berharap juga begitu karena Dimas adalah anak yang baik dan dia selalu memikirkan orang lain."


"Kamu jangan membuatku jadi bingung memilih antara dua bersaudara itu."


"Tuan, saya masih mencari tau tentang V. Entah kenapa saya merasa pernah melihat anak itu, tapi saya lupa."


"Cari tau saja dan aku menunggu info dari kamu."

__ADS_1


Mereka berdua pergi ke rumah sakit. Saat sampai di sana mereka berdua kaget melihat siapa yang ada di hadapan mereka saat ini.


__ADS_2