Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Rencana di Jalankan


__ADS_3

Diaz pernah punya kekasih, tapi ternyata dia mendekati Diaz hanya uangnya saja. Diaz pernah memergoki kekasihnya berselingkuh. Diaz malah dihina habis-habisan oleh kekasihnya karena tubuh gendutnya dan wajahnya yang tidak cantik.


"Jangan bicarakan tentang dia, aku mau melupakannya."


"Tapi dari dia kamu juga harus belajar, Diaz. Kamu jangan percaya dengan seseorang dengan begitu mudah hanya karena dia bilang mencintai kamu. Makannya aku tidak mau pacaran dulu."


"Curhat soal evans ya?"


Denna memutar bola matanya jengah. "Malas sekali kalau membahas tentang laki-laki sok ganteng itu. Dia tampan, kaya, tapi sayang attitudenya nol besar."


"Memangnya, tipe pria yang akan kamu sukai itu bagaimana?"


Denna menggedikkan bahunya ke atas. "Aku tidak punya tipe. Biar cinta itu datang dengan sendirinya."


Mereka berdua malah tertawa bersama.


"Kalian tidak berangkat? Apa mau terus curhat di sini?" tegur Nara.


"Mama, kita itu paling lupa kalau sedang asik bercerita. Kita berangkat dulu kalau begitu."


Denna dan Diaz berpamitan dengan kedua orang tua dan nenek Denna. Diaz mengendarai mobil berwarna merahnya menuju tempat pesta.


Di sebuah hotel mewah itu sudah berjejer banyak mobil mewah para tamu undangan.


"Ramai sekali, Denna."


"Bagaimana tidak ramai? Kamu tau siapa Kirana? Dia anak salah satu penjabat di kota ini, jadi pasti meriah ulang tahunnya."


"Benar apa kata kamu. Siapa tau nanti aku bisa bertemu seseorang di sini." Diaz tersenyum gemas.


"Aku doakan semoga kamu dapat yang terbaik." Denna memeluk sahabatnya dan masuk ke dalam tempat acara.


Di sana sudah banyak sekali yang datang. Evans yang ternyata mengajak Mandy melihat ke arah Denna dan Diaz yang sedang menghampiri Kirana si pemilik pesta.


"Lihat gadismu itu!"


"Cantik sekali dia malam ini. Aku tidak sabar ingin secepatnya memilikinya." Evans meneguk minuman sampai tandas.


"Aku akan membantu kamu menjalankan rencana kamu malam ini. Aku senang jika kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan." Mandy tersenyum jahat.


Denna dan Diaz mulai membaur dengan teman-teman lainnya. "Denna, aku lapar, kita ambil makanan dulu."


"Hei! Kalian teman Kirana?" sapa seorang pria dengan kacamata putihnya dan jika dilihat dari penampilannya dia lebih dewasa dari Diaz dan Denna.

__ADS_1


"Hai, kamu siapa?" tanya Diaz.


"Perkenalkan namaku Rio. Kamu siapa?" tangan pria itu menjulur mengajak berkenalan.


"Aku Diaz dan ini temanku namanya Denna." Denna juga berkenalan dengan pria itu.


"Kalian berdua teman sekolah Kirana?"


"Iya, kami teman sekolahnya. Kalau kamu sendiri siapa?" tanya Diaz.


"Aku teman kakaknya Kirana dan aku diundang hadir di acara ulang tahun Kirana."


"Oh! Makannya, penampilan kamu lebih dewasa, kalau begitu apa kita perlu memanggil kamu dengan sebutan, Kakak?"


Rio tampak berpikir sejenak. "Boleh juga, kedengarannya lebih manis jika kamu memanggilku, Kakak." Pria itu ternyata memiliki senyuman yang sangat manis.


Denna yang melihat hal itu merasa tidak ingin mengganggu pembicaraan serius dua orang yang kelihatannya sudah nyambung.


"Diaz dan Kak Rio. Aku mau ambilkan minum dan makanan ringan dulu. Kalian cari saja meja dan aku akan menghampiri kalian di sana nanti."


Denna berjalan pergi dari sana. Denna tampak senang melihat sahabatnya itu terlihat bahagia.


Gadis cantik itu berdiri di stand minuman yang ada di meja besar dan banyak sekali jenis minuman di sana.


"Sebaiknya aku di sini dulu saja dan memberi waktu Diaz dan Kak Rio berbicara," dialog Denna sendiri sambil menikmati minuman orange jusnya.


Denna yang memang tidak sengaja juga mendelik melihat baju Evans yang kotor.


"Evans! Kenapa kamu mengagetkan aku?" Denna segera meletakkan minumannya dan mengambilkan tisu untuk membersihkan baju Evans.


"Kamu sengaja, kan, Denna?"


"Aku tidak sengaja, Evans," Denna menekankan kata-katanya. "Aku terkejut kamu tiba-tiba berbisik di telingaku."


Evans berjalan kesal pergi dari sana. Denna tampak tidak peduli dengan Evans. "Dia pasti bingung karena bajunya kotor. Dia takut penampilannya yang selalu sempurna rusak gara-gara tumpahan minum milikku."


Denna kembali mencari beberapa makanan ringan yang nanti bisa dia bawakan untuk Diaz.


"Gadis sok cantik. Seharusnya kamu bersyukur disukai oleh saudara sepupuku yang terkenal di sekolah kamu."


Denna menoleh dan melihat pada siapa yang sedang mengajaknya bicara. "Kamu? Kalau kamu mencari saudara sepupu kamu, dia mungkin berada di dalam toilet sedang membersihkan bajunya."


Denna tidak mau memperdulikan ucapan Mandy. Dia memilih pergi saja dari sana.

__ADS_1


"Aduh! Sakit!" erang Mandy yang sontak membuat Denna menghentikan langkahnya dan kembali melihat pada gadis dengan baju jumsuit merah yang tampak sexy dia kenakan.


"Kamu kenapa?" tanya Denna heran melihat Mandy memegangi kepalanya kesakitan.


"Obatku!" ucapnya dengan terus merintih kesakitan.


"Obat? Obat kamu di mana?" Denna tampak panik.


Mandy mencoba mencari sesuatu pada kantong bajunya, tapi tidak ada. "Oh ****! Aku meninggalkanya di toilet sepertinya." Mandy berjalan dengan sempoyongan sambil memegang kepalanya.


Denna yang tidak tega membiarkan Mandy kesakitan seperti itu malah berlari kecil mengikutinya.


"Aku akan membantu kamu." Denna memegangi lengan tangan Mandy dan memapahnya berjalan perlahan.


Mereka menuju sebuah lorong yang ternyata sepi karena memang acara sudah dimulai, jadi semua tamu fokus di ruang utama.


Bruk!


Mandy terjatuh di tengah lorong. Denna yang kaget mencoba membantu Mandy. "Kamu tidak apa-apa? Apa aku perlu panggilkan Evans?"


"Tidak perlu! Aku hanya butuh obatku."


Dari kejauhan tampak Evans berlari menghampiri mereka berdua. "Mandy kamu kenapa? Dia kenapa, Denna?"


"Aku tidak tau, dia dari tadi mengeluh kepalanya sakit."


"Obat kamu di mana? Pasti kanker kamu yang menyebabkan kamu sakit seperti ini."


"Kanker otak?" Denna agak terkejut.


"Iya, dia sakit kanker otak. Obat kamu di mana?" tanya Evans dengan wajah cemasnya.


"Tadi dia bilang di toilet."


"Aku akan bawa kamu ke kamarku dulu." Evans dengan cepat menggendong tubuh Mandy. Evans sengaja menaruh ponselnya seenaknya sehingga Denna mau tidak mau mengejar Evans dan mengikuti ke mana Evans membawa Mandy.


Denna gadis yang memang sangat polos dan baik. Apa lagi tadi mendengar Mandy sakit kanker otak.


Evans membawa Mandy ke dalam sebuah kamar hotel dan meletakkannya di ranjangnya.


"Ini kamar siapa?"


"Kamarku, Denna. Aku sengaja memesan kamar ini karena aku tau jika aku pergi dengan Mandy yang notabennya dia itu lemah. Aku juga sedang menikmati liburan di sini dari kemarin malam.

__ADS_1


Denna tau si Evans ini anak orang kaya yang memang suka berbuat sesuatu yang dia mau."


"Aku akan mengambilkan obat untuknya dulu. Denna, apa aku boleh minta tolong kamu jaga Mandy sebentar?"


__ADS_2