Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Penyerang Di Rumah Persembunyian


__ADS_3

Si penelepon menghubungi Jaden dan mengatakan jika dia mengetahui di mana Jacob.


"Apa? Jacob berada di sini?"


"Saya kirimkan alamat di mana dia tinggal, Tuan. Adik Tuan Jaden sudah hampir satu Minggu berada di sini menurut info yang saya dapatkan."


"Jadi benar dia yang ada di jalan raya saat kejadian kecelakaan yang menimpaku." Jaden tampak berpikir sebentar.


"Apa perlu saya cari informasi kenapa adik Tuan ada di sini?"


"Tidak perlu. Terima kasih, kamu sudah melakukan tugas dengan sangat baik. Aku akan mengurus sisanya."


Jaden mengakhiri panggilannya dan dia kembali menemui Nara yang masih terbaring di tempat tidur.


"Ada apa?"


"Nara, aku harus pergi, tapi nanti malam aku akan datang ke sini."


"Huft! Kenapa aku sekarang malah seperti wanita simpanan kamu," omel Nara sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Jaden tersenyum kecil mendengar omelan istrinya. Baru kali ini dia mendapat omelan dari seorang wanita yang di dalam ingatannya dia masih asing sebenarnya dengan wanita itu.


"Kenapa aku malah tidak bisa marah dengannya? Sepertinya memang benar dia istriku. Oh God! Kenapa aku bisa menikah pada akhirnya?"


Jaden berpesan pada Leo jika dia akan pergi untuk menemui Jacob. Jaden juga bercerita tentang Jacob yang ada di saat kecelakaan itu terjadi.


"Jadi Tuan curiga ada campur tangan Tuan Muda Jacob dalam kecelakaan yang menimpa, Tuan Jaden?"


"Iya, Leo, aku mau bertanya langsung pada Jacob. Sebenarnya ada masalah apa dia denganku?"


Jaden mengendarai mobilnya dan menuju di mana Jacob tinggal. Nara membuat makan malam dan mengajak Leo untuk makan bersama.


"Mas Leo, suamiku sebenarnya ke mana?"


"Tuan Jaden ingin menemui Tuan Jacob di apartemen miliknya."


"Jacob? Memangnya Jacob ada di sini?" Nara tampak kaget.


Leo mengangguk dan Leo menceritakan apa yang dikatakan Jaden padanya.

__ADS_1


"Tuan muda Jacob itu sebenarnya orang yang iri dan dengki dengan apa yang dimiliki tuan Jaden, tapi tuan muda Jaden tidak mau mencari masalah dengannya karena mendiang kakek mereka sudah berpesan agar jangan sampai melukai Jacob," terang Leo.


Nara sampai speechless mendengar apa yang Leo katakan. "Aku kira Jacob pria yang sangat baik. Apa lagi dia sangat lembut dan sabar. Beda sama suamiku." Nara meringis.


"Kamu jangan salah mengira, Nara. Walaupun tampang Tuan Jaden sangar dan kejam begitu, tuan Jaden memiliki hati yang sangat baik dari kecil. Buktinya, dia mau mengakui kesalahan yang dibuat tuan muda Jacob untuk melindunginya.


"Kesalahan apa?" tanya Nara penasaran.


Leo yang baru sadar hampir membuka tentang masalah kecelakaan kedua orang tua Nara langsung menutup mulutnya sambil melanjutkan makannya.


"Mas Leo! Kenapa ditanya malah diam saja?" Nara mengerutkan kedua alisnya.


"Tuan Jaden pernah membela tuan muda Jacob dan dia yang mengakui dirinya yang salah. Padahal tuan muda Jacob yang salah."


"Mas Leo serius?" Leo mengangguk. "Kasihan sekali suamiku." Wajah Nara tampak sedih sekarang.


"Sudah! Jangan kamu pikirkan karena hal itu sudah lama dan sudah berlalu."


"Mas Leo, walaupun begitu aku tetap berterima kasih sama Jacob karena berkat dia aku tidak ikut mati dalam kecelakaan mobil ayahku waktu itu. Bagiku Jacob adalah pahlawan."


Uhuk ... uhuk


"Nara, tuan muda Jacob tidak sebaik itu."


"Apa maksud, Mas Leo?"


Leo diam beberapa menit untuk memikirkan dia mengatakan atau tidak tentang kebenaran peristiwa kecelakaan waktu itu.


"Mas Leo ini! Kenapa hari ini aneh sekali? Tadi aku tanya tidak dijawab. Ini tidak dijawab lagi."


"Sebenarnya Tuan Jadenlah yang menjadi pahlawan kamu waktu itu Nara."


"Apa maksud Mas Leo?"


"Yang menolong kamu dalam kecelakaan itu adalah tuan Jaden dan yang membawa mobil adalah tuan muda Jacob." Leo berbicara dengan lirih dan ragu-ragu.


Nara benar-benar shock mendengar hal itu. Selama ini dia menyangka jika suaminya yang sudah melakukan kesalahan dengan mengendarai mobil itu sampai terjadi kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya, tapi ternyata itu semua bukan kesalahan Jaden.


"Mas Leo, apa Mas Leo tidak bohong sama aku?" Nara menatap Leo nanar.

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak berbohong Nara. Apa yang aku katakan semuanya benar. Tuan muda Jacob tidak seperti apa yang kamu bayangkan."


"Kenapa suamiku tidak mengatakan hal yang sebenarnya? Kenapa dia tetap mengakui jika dirinya yang melakukan hal itu?"


"Maaf jika selama ini kita semua membohongi kamu termasuk aku, tapi semua ini memang Tuan Jaden sembunyikan karena dia ingin selalu melindungi Jacob seperti pesan mendiang kakeknya."


Nara tampak sedih. Bahkan air matanya sampai menetes perlahan. Nara benar-benar tidak menyangka jika suaminya sampai berkorban seperti itu. Dahal itu seharusnya tidak Jaden lakukan.


"Mas Leo, nanti jika suamiku datang. Aku mau mengucapkan terima kasih kepadanya karena selama ini dia selalu melindungi aku. Dia pahlawanku yang sebenarnya."


"Iya, hal itu boleh kamu lakukan, dan aku siap-siap mendapat hukuman dari tuan Jaden karena sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak aku katakan sama kamu."


Nara menahan senyumnya mendengar apa yang dikatakan oleh Mas Leo. "Mas Leo tenang saja. Aku akan menjamin jika suamiku tidak akan marah pada Mas Leo."


"Kamu serius? Kalau dulu aku yakin Tuan Jaden akan menurut sama kamu, tapi tuan sekarang masih kehilangan ingatan."


Nara hanya memberikan isyarat menaik turunkan kedua alisnya.


"Aku percaya sama kamu saja kalau begitu."


"Eh! Aku lupa mau memberikan masakan pada para pengawal di luar. Aku sengaja membuat banyak masakan karena ingin memberi mereka juga. Mas Leo duduk di sini sebentar ya karena aku mau memberikan sup ayam hangat untuk mereka."


Leo mengangguk dan Nara beranjak dari kursinya membawa semangkuk besar sup ayam.


Nara menuju luar rumah, tapi dia tidak mendapati para penjaga di sana. "Apa mereka berada di paviliun? Tapi biasanya ada beberapa di sini?" Nara tampak bingung.


Beberapa detik kemudian bapak kepala penjaga berjalan mendekati Nara dengan sempoyongan.


"Nara, lari!" teriaknya lalu dia jatuh ke tanah.


Nara tampak kaget dan dia melihat ada pria berjalan mendekat padanya. Nara segera berlari masuk ke dalam rumah dan berteriak memanggil Mas Leo.


Leo yang sedang duduk tampak kaget melihat Nara lari ke arahnya dengan wajah panik.


"Nara, ada apa?"


"Ada orang jahat yang sudah membuat para penjaga pingsan. Dia ada diluar."


Leo segera mengambil pistolnya dari belakang tubuhnya dan menyuruh Nara bersembunyi di dalam kamar. Nara ingat jika di laci besar milik suaminya ada sebuah pistol dan dia segera berlari mengambilnya.

__ADS_1


__ADS_2