
Suasana di rumah sakit yang tadinya ramai dengan suara tangisan seketika berubah saat beberapa petugas kepolisian menginformasikan jika si pelaku tabrakan lari yang mengakibatkan Mona meninggal sudah tertangkap, dan itu semua karena rekaman CCTV yang ada di jalan itu.
Mereka semua yang ada di sana sangat terkejut saat salah satu petugas kepolisian itu menginformasikan jika hal yang terjadi pada Mona bukanlah suatu ketidaksengajaan melainkan hal itu sengaja di lakukan karena memang mereka ingin menghabisi nyawa Mona.
"Apa? Jadi Monaku memang sengaja ingin mereka bunuh?" Soraya dan Benu tampak sangat terkejut.
"Iya, dan pelaku sudah mengakui jika dia sudah beberapa hari membuntuti ke mana Mona berada, dan tadi tepat di jalanan adalah kesempatan yang baik untuk dia melancarkan aksinya."
"Kurang ajar, kenapa ada orang yang ingin membunuh putriku. Aku tidak terima dengan semua ini. Aku akan membuat orang itu membusuk di tahanan!" Sekali lagi Soraya berteriak kesetanan.
"Pak, saya mau orang itu dihukum seberat mungkin, saya tidak terima anak saya dibunuh oleh orang itu." Benu pun akhirnya menangis pilu.
Nenek dan Leo di sana saling berpandangan. Mereka berdua seolah mempunya feeling yang sama atas kejadian yang menimpa Mona.
__ADS_1
"Kami minta kalian berdua bisa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas siapa yang kalian curigai memilik dendam dengan putri kalian."
"Dendam? Tapi anak kami orang baik, dia bahkan tidak tega menyakiti orang, mana mungkin dia memiliki musuh, Pak," terang Soraya.
"Sebaiknya kalian berdua setelah pemakaman putri kalian bisa ke kantor untuk memberi keterangan lebih lanjut terkait kasus ini."
"Jaden Luther," ucap Benu lirih.
Deg!
"Paman Benu, sebaiknya Paman jangan asal menuduh orang. Tuan Jaden tidak melakukan semua ini." Leo tampak marah karena mendengar tuduhan Benu.
"Kalau bukan dia siapa lagi? Dia dendam pada Mona karena Mona sudah menghancurkan pernikahannya waktu itu, dan dia menganggap Mona yang menyebabkan Nara keguguran. Dia pasti pelakunya!" bentak Benu pada Leo.
__ADS_1
"Memang awalnya Tuan Jaden ingin sekali memberi hukuman bagi Mona yang secara tidak langsung membuat Nara kehilangan bayinya, tapi niat itu tidak jadi dilaksanakan karena Nara keponakan kamu yang dulu kamu sia-siakan melarang Tuan Jaden melakukannya. Mungkin saja ada orang lain yang dendam dengan putrimu karena sikap jahat putrimu selama ini." Leo tidak mau kalau sampai tuannya dituduh oleh mereka.
"Iya, pasti Jaden Luther yang melakukan semua ini. Dia dendam pada putriku. Aku akan membuat dia membayar semua ini. Aku tidak rela Mona pergi dengan cara seperti ini." Tiba-tiba Soraya menyerang Leo dan ingin memukulnya, tapi petugas di sana dengan cepat menghalangi Soraya yang bertingkah tidak karuan.
Petugas lainnya bertanya tentang siapa Jaden Luther pada Leo, dan Leo menjelaskan semuanya.
"Pak, saya akan mengurus semua ini. Tuan saya Jaden Luther bukan pelakunya, dan saya akan segera menghubungi Tuan Jaden."
"Baik, kami akan tunggu segera kantor secepatnya, kamu juga akan segera mencatat laporan dari kedua orang tua Mona."
"Pak, cucu saya Jaden sedang berbulan madu dengan istrinya, tapi saya akan pastikan jika dia akan bertanggung jawab jika memang dia pelakunya. Dia akan segera pulang untuk menyelesaikan masalah ini."
"Baik, Bu."
__ADS_1
"Leo, antarkan aku pulang dulu dan kita akan segera menghubungi Jaden." Leo mengangguk.