Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Nara Di Rawat part 1


__ADS_3

Jaden benar-benar tidak percaya jika Nara tidak merasakan mual saat dekat dengan Leo.


"Tuan JL, jangan menggendong aku, turunkan saja aku. Aku bisa berjalan sendiri."


"Tidak boleh! Kalau kamu nanti jatuh bagaimana? Keadaan kamu itu sedang lemah."


"Iya, Nara. Lebih baik kamu digendong oleh Tuan Jaden. Jangan


berjalan. Tuan saya akan menunggu di sini."


Jaden mengangguk dan dia berjalan menuju ke ruang periksa dokter. Jaden bicara dengan salah satu perawat di sana dan mereka membawa Jaden ke ruang dokter spesialis kandungan.


Saat masuk ke ruangan dokter spesialis kandungan. Kedua mata Jaden menangkap wajah seseorang di sana yang dia kenali.


"Kamu?" Wanita dengan perawakan tinggi semampai menunjuk ke arah Jaden.


Jaden hanya memberikan senyum kecilnya. Nara yang tidak pernah melihat wanita itu tampak mengerutkan kedua alisnya.


"Ada apa ini?"


"Dok, istri saya sedang hamil dan dia dari tadi mengalami muntah terus. Tubuhnya sampai lemas.".


"Kalau begitu, kamu baringkan dia di sana dan saya akan memeriksanya."


Jaden membaringkan tubuh Nara dan menunggu dokter memeriksa Nara.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah menikah?" tanya wanita cantik yang berdiri di sana.


Jaden hanya memberikan senyuman kecilnya. "Kamu kenapa bisa ada di sini?"


"Dokter Stella adalah sahabatku dan aku ke sini karena aku ingin bertemu dengan sahabatku ini."


Nara yang di periksa di dalam tampak gelisah mendengar Jaden berbicara dengan seorang wanita di balik tirai kamarnya.


"Dok, apa saya baik-baik saja?" tanya Nara yang tidak sabar ingin segera selesai memeriksa dirinya.


"Saya harus bicara sesuatu dengan suami kamu. Kamu istirahat dulu di sini dan jangan banyak bergerak."


Nara agak khawatir saat dokter itu bilang seperti ada hal serius.


Dokter itu keluar menemui Jaden yang sedang bicara dengan temannya.


"Kenal Stella. Dia anak dari teman mendiang ayahku, tapi ayahnya juga meninggal."


"Dok, bagaimana keadaan istriku?"


"Tuan Jaden, sepertinya istri kamu harus dirawat dalam beberapa hari di sini karena dia memang sangat lemas. Kita akan memasang infus dan memberikan beberapa obat agar keadaan istri Tuan Jaden keadaannya lebih baik."


"Harus dirawat?" Jaden tampak terdiam sejenak.


"Tuan JL," panggil Nara lirih, tapi Jaden dapat mendengarkan panggilan Nara.

__ADS_1


Jaden menghampiri Nara dan dia terlihat cemas. "Nara, kamu harus di rawat beberapa hari di sini."


"Dirawat? Memangnya ada apa dengan bayiku, Tuan JL?" Nara memegang tangan Jaden cemas.


"Tidak ada apa-apa dengan bayi kamu. Kamu dirawat agar keadaan kamu lebih baik dan bayi kamu juga. Jangan khawatir."


Jaden akhirnya mengiyakan hal itu dan segera minta disiapkan kamar VVIP untuk Nara.


"Jaden, aku mau permisi dulu. Semoga keadaan istri dan bayi kamu baik-baik saja."


"Terima kasih."


Wanita bernama Renata pergi dari sana. Sedangkan Nara sedang di pasang infus oleh beberapa perawat.


"Tuan JL, tolong panggilkan mas Leo. Suruh dia masuk juga, kasihan kalau dia di luar sendirian."


"Kenapa malah memikirkan tentang Leo? Membuat aku sakit hati saja," gerutu Jaden. Nara hanya terdiam, tapi dia menghubungi Leo, dan menyuruhnya masuk ke dalam.


Jaden juga tidak lupa menghubungi nenek, dan memberitahu keadaan Nara. Nenek bilang jika besok dia akan datang ke sana untuk melihat keadaan Nara.


"Jaden, kamu harus sabar dalam menghadapi Nara. Jangan bicara keras pada Nara, kamu ingat dia sedang berada di fase yang baru untuknya. Apa lagi dia masih sangat muda."


"Iya, Nek, aku tau. Aku sangat mencintai Nara dan aku tidak akan membuatnya bersedih."


"Bagus kalau begitu. Nenek percaya sama kamu."

__ADS_1


Mereka mengakhiri panggilan teleponnya. Jaden melihat Nara yang sudah berbaring di ranjangnya dan ada Leo yang duduk di sebelahnya.


__ADS_2