Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Semua Akan Indah Pada Waktunya


__ADS_3

Dokter memberi selamat pada Paijo yang dikira suami Nara karena ternyata hasil tes darah Nara menyatakan jika Nara sedang hamil.


"Kalian akan memiliki seorang bayi yang lucu. Sekali lagi selamat." Dokter menjabat tangan Paijo.


Paijo yang memang bukan ayah bayi itu hanya bisa meringis lucu. Mereka berdua duduk di bangku ruang apotik untuk menunggu obat yang sudah diresepkan oleh dokter cantik tadi.


"Nara, sebaiknya kamu memberitahu Jaden kalau kamu hamil. Bagaimanapun dia ayah dari bayi yang kamu kandung."


Nara menggeleng. "Aku tidak bisa, Jo. Nyawa Jaden masih dalam bahaya, bahkan nyawa bayiku sendiri akan dalam bahaya jika ada yang tau aku hamil."


"Maksud kamu?"


"Dulu aku sampai dibuat keguguran karena dia tidak menginginkan aku melahirkan bayiku."


"Siapa? Mona? Bukannya dia sudah meninggal?"


Nara menatap pada Paijo yang melihatnya serius. Nara kemudian menggelengkan kepalanya. "Sahabat kecil suamiku yang menginginkan aku keguguran waktu itu."

__ADS_1


"Apa? Maksud kamu wanita yang kamu ceritakan bertengkar dengan Mona dan dia yang tidak sengaja tubuhnya jatuh mendorong kamu?"


"Iya, dia yang sebenarnya menginginkan aku keguguran, dan keinginannya terwujud."


"Tapi bagaimana bisa kamu menuduh dia yang sebenarnya menginginkan hal itu? Bukannya kamu cerita dia malah membela kamu?"


"Awalnya aku mengira Renata baik padaku. Dia mau membelaku dari Mona, tapi pada saat tubuhnya terdorong oleh Mona, aku lihat dia berpegangan pada anak tangga dan aku posisi memegang tangannya, tapi dia melepaskan peganganku."


"Kamu serius?" Paijo tampak kaget.


"Kenapa kamu tidak bilang pada suami kamu?"


"Ini masih kecurigaan, Jo. Aku juga tidak memiliki bukti dari semua ini. Aku ingin mencari tentang ini semua karena aku curiga jika Renata tidak merencanakan ini sendiri."


"Jadi, maksud kamu ada orang lain lagi dalam rencananya?" Nara mengangguk. "Seram sekali hidup kamu. Coba kamu memilihku waktu itu ya. Pasti hidup kamu flat tanpa resiko seperti ini."


Nara malah terkekeh pelan. "Kenapa kamu malah membuat orang tertawa saja? Semua ini sudah takdirnya, Paijo, dan aku sama sekali tidak menyesal. Malahan ini tantangan yang nantinya akan membuat aku semakin kuat dan mencintai suamiku."

__ADS_1


"Dasar keras kepala. Lalu, sekarang rencana kamu apa?"


"Aku masih tidak punya rencana. Rencanaku berantakan saat aku tidak menyangka jika Jaden akan mendapat tuduhan seperti ini."


"Renata ada di rumah kamu?"


"Tidak, dia kembali ke Kanada. Untuk sementara suamiku akan aman karena aku tidak berada di dekatnya." Nara tidak tau jika Renata kembali ke sana, bahkan dia menginap di rumah nenek.


"Nara, sampai kapan kamu akan bersembunyi di sini? Apa sampai anak kamu lahir dan tidak bertanya di mana ayahnya?"


Nara terdiam sejenak, dia sendiri tidak tau sampai kapan akan bersembunyi. Benar apa yang dikatakan oleh Paijo, jika suatu hari nanti anaknya akan bertanya tentang ayahnya.


"Nanti pasti akan aku pikirkan masalah ini, Jo."


Paijo tidak mau membuat Nara terbebani, tapi dia juga tidak akan diam saja dengan apa yang sedang menimpa sahabatnya. Dia akan tetap membantunya.


Nara hari ini dan kemarin izin untuk tida masuk kerja. Tami, tampak senang karena Jaden yang adalah pria yang dia diam-diam kagumi pergi ke restoran milik Paijo lagi. Jaden ke sana karena jujur dia merindukan sup buatan Nara yang kemarin dia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2