Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Dia Milik Jaden


__ADS_3

"Kalau begitu kamu bermimpi saja ingin mengajakku kencan, Sayang."


"Ayolah! Cathy. Aku pasti bisa membuat kamu bahagia jika menerima ajakan aku."


"Tidak mau!" Cathy berjalan pergi dari sana.


"Ahaahah! Kasihan sekali kamu, Tim. Cathy itu kelasnya orang dewasa, bukan bocah seperti kamu," ejek Grace.


"Enak saja, aku bukan bocah. Lihat saja, jika aku sudah selesai dengan kuliahku. Aku akan membuat wanita cantik dan sexy itu bertekuk lutut di hadapanku." Tatap Tim tajam.


Tim ini tidak tau apa jika Cathy itu kekasih dari Tuan JL yang sangat kejam itu. Tim bisa dalam bahaya jika terus mengejar Cathy.


"Tim, benar apa kata Grace. Lebih baik kamu tidak perlu mengejar seseorang yang belum tentu menyukai kamu. Nanti yang ada kamu malah terluka."


"Kalian lihat saja nanti aku akan mendapatkan Cathy itu," ucapnya yakin.


Nara sekali lagi hanya bisa menghela napas kecilnya. "Cathy itukan sudah memiliki kekasih, Tim, jadi kamu tidak perlu mengejar kekasih orang. Kamu ajak kencan sama si Grace," celetuk Nara sambil melirik pada Grace.


"Aku? Enak saja. Aku tidak mau sama Tim karena aku sudah tau sifat buruknya itu." Grace bergidik ngeri.


"Tunggu! Dari mana kamu tau kalau Cathy sudah memiliki kekasih?" Tim melihat serius pada Nara.


"Kekasih Cathy itu adalah kakak dari Jacob, namanya Jaden Luther dan kamu jangan sampai berurusan dengan Tuan JL, Tim."


Tim mengerutkan kedua alisnya. "Memangnya kenapa jika aku berurusan dengan si Jaden Luther itu?"


Nich orang pengen dijadiin pepes tahu, dah.

__ADS_1


"Pokoknya jangan saja, Tim." Nara tidak mungkin harus menceritakan tentang siapa Jaden. Dia sudah memperingatkan Tim saja.


"Cathy itu belum punya pacar setahuku, Nara, tapi apa dia menyembunyikannya selama ini?" Nara mengangguk.


"Nara, apa dia tampan? Apa setampan Tuan Thomson?" tanya Grace penasaran.


"Dia--?" Nara bingung. Napasnya samar terhela pelan. Apa dia harus menjabarkan bagaimana Tuan JLnya itu? Yang ada Nara akan tersiksa nantinya.


"Dia pasti tampan. Adiknya saja tampan. Tim. kalau Cathy sudah memiliki kekasih sebaiknya kamu jangan dekat-dekat apalagi dia kakak dari Tuan Thomson. Kamu mau mendapat masalah?" Tim tampak berpikir.


Nara mencoba meminum mocktail yang di pesan oleh Grace, tapi dia ternyata tidak suka. Akhirnya Nara meminta orange jus saja pada Grace.


"Kamu benar-benar polos sekali, Nara. Kalau begitu aku akan memesankan orange jus saja.


"Aku ke belakang dulu kalau begitu." Nara beranjak dari tempatnya. Dia menuju kamar mandi. Nara melihat Cathy sedang membuat minuman. Entah kenapa hatinya merasa sakit? Apa karena Cathy adalah kekasih Jaden.


"Aduh! Sakit!" Nara dengan meringis kesakitan memegangi lengan tangannya.


"Hai, Cantik, kenapa kamu menabrakku? Apa kamu ingin merayuku dengan pura-pura menabrakku?" Seorang pria dengan penampilan berantakannya mencoba menggoda Nara.


"Aku tidak menabrak kamu, kamu malah yang menabrakku." Nara agak takut karena dia mencium bau minuman yang keluar dari mulut pria itu.


"Kamu jangan sok tidak peduli." Tangan pria itu malah memegang lengan tangan Nara.


"Lepaskan!" Nara mencoba menarik tangannya, tapi pegangan tangan pria itu begitu kuat.


Tim dan Grace yang melihat kegaduhan itu segera berlari menuju Nara. "Lepaskan tangan gadis itu!" seru Tim marah.

__ADS_1


"Kamu siapa? Gadis ini sebenarnya ingin berkenalan denganku. Kamu jangan ikut campur."


"Aku tidak akan pernah ingin berkenalan bahkan berbicara dengan pria tidak sopan seperti kamu. Lepaskan tanganku!" Nara masih mencoba menarik tangannya.


Cathy tiba-tiba berdiri di antara pria kurang ajar itu dan Nara. "Lepaskan gadis itu atau kamu akan menyesal sudah mencari masalah dengan Jaden Luther," Cathy menekankan kata-katanya.


"Jaden Luther?" Seketika tangan pria itu melepaskan tangan Nara.


Cathy mengangguk perlahan. "Dia milik Jaden Luther, dan kamu pasti tidak mau mati konyol dengan mengusik milik Jaden," Cathy berbicara lirih mendekat pada pria itu. "Sekarang kamu pergi dari sini kalau kamu masih ingin hidup."


Pria itu melihat pada Nara dan mengangguk dan melipat tangannya ke depan seolah minta maaf pada Nara, lalu berlari pergi dari sana.


"Nara kamu baik-baik saja?"


"Aku tidak apa-apa." Nara tampak ketakutan.


Cathy melihat pada Nara. "Kalian sebaiknya pulang saja, dan tidak perlu membayar minumannya." Cathy berjalan pergi dari hadapan Nara. Dia kembali ke meja barnya untuk melanjutkan membuat minuman yang tertunda tadi.


"Tim kita sebaiknya mengajak Nara pulang saja."


"Baiklah."


Tim dan Grace membawa Nara kembali ke meja mereka untuk menenangkan Nara sejenak.


Seorang wanita tampak memperhatikan wajah seseorang yang sedang duduk makan malam dengannya. "Nenek kenapa tidak makan?"


"Nenek masih mencari sesuatu yang membuat kamu berubah seperti ini."

__ADS_1


Tangannya meletakkan sendok makan yang dari tadi dipegangnya. Lalu, melihat dengan datar pada wanita cantik di sampingnya. "Berubah apanya? Aku masih tetap Jaden Luther Nenek."


__ADS_2