Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Hukuman part 1


__ADS_3

Jaden kembali berjalan dan masuk ke dalam rumah. Nara jantungnya seolah ingin meloncat dari tempatnya. Bagaimana tidak? Di rumah itu sekarang hanya ada dirinya dan Jaden, tidak ada orang lain. Nara takut Jaden akan melakukan hal yang waktu itu saat dia membuat kesalahan dan kali ini Jaden tidak akan memberi ampun.


"Tuan JL, aku minta maaf, aku punya alasan kenapa aku mau kabur dari rumah kamu. Aku hanya ingin bebas saja, tapi aku janji, aku tidak akan menceritakan apapun yang terjadi denganku kepada orang lain. Aku hanya ingin pergi jauh dari sini dan melanjutkan masa depanku sendiri dengan tenang," terang Nara berharap Jaden mengerti tentang keinginan Nara.


Jaden yang tidak bergeming dengan ucapan Nara dan terus berjalan menaiki anak tangga. Nara melihat Jaden berjalan menuju kamar tidurnya.


"Ke-kenapa aku kamu bawa ke kamar tidur kamu?" Nara benar-benar takut sekarang. Apalagi Jaden tadi mengatakan akan membuat Nara ingat bahwa dia terikat dengan Jaden sepenuhnya.


Jaden menghempaskan tubuh mungil Nara di atas king bednya. Kedua mata Nara membulat melihat Jaden yang sudah membuka satu persatu baju yang dia pakai.


"Tuan JL, kamu apa? Aku bisa jelaskan semuanya. Aku minta maaf, tolong jangan berbuat hal yang sangat buruk. Kamu orang terhormat, jangan lakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan. Tadi aku hanya kesepian dan aku tidak dapat berpikiran dengan baik." Nara melipat tangannya ke depan meminta mohon pada Jaden dengan sepenuh hati.


"Kamu bilang kalau kamu kesepian? Baiklah, kalau begitu aku akan mengajak kamu bersenang-senang."

__ADS_1


"Bersenang-senang? Apa maksud kamu?"


Jaden yang sudah melepaskan bajunya dan hanya menyisakan boxer berwarna hitamnya menarik kaki Nara dengan cepat. Nara berteriak dan berusaha melepaskan kakinya dari tangan Jaden.


"Aku akan membuat kamu bahagia malam ini, Sayang," ucap Jaden dengan menunjukkan senyum devilnya pada Nara.


"Aku tidak mau, Tuan ... tidak mau ...," teriak Nara yang sekarang di gendong oleh Jaden ala karung beras. Jaden mengambil sesuatu yang ada di dekat lemari kaca.


Nara berteriak kaget merasakan air yang membasahi badannya yang dingin. Tangan Jaden dengan kasar sekali lagi merobek seragam pelayan yang dipakai oleh Nara.


"Kamu mau apa?"


"Memberi kamu pelajaran setelah aku sudah cukup sabar menghadapi tingkah pembangkang kamu."

__ADS_1


Jaden memegang kedua tangan Nara dan menaruhnya di atas kepala Nara dan mengeluarkan apa yang dia ambil tadi.


"Kamu mau apa dengan tali itu?" Kedua mata Nara membulat melihat sebuah tali yang dikeluarkan oleh Jaden.


"Aku sudah katakan akan membuat kamu menyesal tidak mendengarkan apa yang aku katakan. Aku sudah cukup sabar sama kamu."


Ternyata Jaden mengikat kedua tangan Nara dan mengikatnya pada tiang besar yang ada di atas kepala Nara. Tiang untuk tirai yang ada di kamar mandi besar itu.


"Lepaskan aku, Tuan. Tanganku sakit, aku minta maaf, aku tidak akan melakukannya lagi."


"Sudah berapa kali kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan? Aku membenci orang yang sudah aku beri kesempatan, tapi dia malah memanfaatkannya."


Jaden melihat Nara dari atas sampai bawah dengan tangan yang terikat. Nara menggeliat berusaha melepaskan ikatan tangannya, tapi tentu saja dia tidak bisa melepaskan ikatannya.

__ADS_1


__ADS_2