Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Bukan Sarapan Pagi yang Indah


__ADS_3

Nara berjalan menuju meja makan di mana pria itu duduk dengan wajah tanpa ekspresi. Setelah kemeja hitam yang pria itu kenakan menambah aura dingin dan menakutkan dari pria bernama Jaden Luther. Nara perlahan-lahan meletakkan beberapa piring berisi masakan di atas meja. Kedua mata Jaden memperhatikan masakan yang dibuat oleh Nara.


"Silakan makan, Tuan JL."


Jaden tidak menjawab dia melihat pada Nara yang berdiri di depannya. Gadis itu sudah agak takut saja, jangan-jangan si tuan muda dingin itu tidak suka dengan masakannya.


"Kamu duduk di depanku dan icipin dulu masakan kamu," titahnya.


"Hah? Aku mencicipi dulu makanannya?"


"Iya, siapa tau kamu memberiku racun karena kamu membenciku," ucap Jaden tegas.


"Racun? Memangnya di sini aku bisa mendapatkan racun? Enak saja kalau bicara. Aku ini tidak sekejam kamu yang seenaknya main bunuh orang meskipun orang itu pernah jahat sama kamu."


"Apa kamu bilang?"

__ADS_1


Nara yang sadar terlalu panjang bicaranya segera menutup mulutnya dengan tangannya. Dia tidak mau membuat Jaden marah dengan dia mengungkit masa lalunya, apalagi kalau nanti Jaden tau jika Nara tau kisahnya dari Leo, bisa kena masalah mas Leo.


"Aku akan mencicipinya. Aku juga tidak sekejam itu meracuni orang," gerutu Nara sambil duduk di hadapan Jaden.


Nara mengambil piring dan meyendokkan beberapa sendok ke dalam piringnya. Hari ini dia membuat nasi goreng ayam dengan sedikit sayuran dan dia juga menggoreng ayam goreng kesukaannya.


"Ayo, makan! Kenapa malah melihatku?"


"Iya-iya." Nara menyendokkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya. Seketika ekspresi Nara berubah aneh.


Jaden yang melihatnya tampak heran. "Kamu kenapa?"


"Aku sudah curiga sama kamu, Gadis bodoh."


"Rasanya enak sekali! Aku baru kali ini bisa membuat nasi goreng seenak ini setelah biasanya nasi goreng yang aku buat rasanya biasa saja. ini nasi goreng seperti buatan mamaku. Apa mungkin aku membuatnya kali ini dengan hati ya?" Nara malah nyerocos sendirian dan dia malah dengan senangnya makan nasi goreng beserta ayam gorengnya dengan lahap.

__ADS_1


Jaden yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak menyangka bisa bertemu dengan gadis seperti Nara yang moodnya tidak bisa ditebak.


"Hei, Gadis bodoh! Ambilkan sarapan untukku. Apa kamu lupa tugas kamu di sini? Aku hanya menyuruh kamu mencicipi, bukan malah makan dengan seenaknya."


Nara yang hampir memasukkan sendok ke mulutnya tampak terhenti dan melihat pada Jaden. Nara meletakkan sendoknya dan berdiri dari tempatnya, dia berjalan ke arah Jaden dan mulai melayani Jaden. Nara mengambilkan nasi goreng ke dalam piring Jaden.


"Ini sarapan kamu, aku harap kamu menyukainya."


Jaden mencicipi nasi goreng buatan Nara dan dia tidak berkomentar apa-apa, hanya saja dia beberapa kali menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Apa kamu menyukainya?"


"Duduk kembali ke tempat kamu dan habiskan sarapan kamu," ucapnya dengan datar.


Nara yang tidak mendapatkan pujian tentang nasi gorengnya memilih menurut saja dengan apa yang dikatakan pria itu. Nara kembali duduk dan menghabiskan sarapannya.

__ADS_1


Tidak lama ponsel Jaden berbunyi dan dia melihat nama seseorang di layar ponselnya.


"Kalian tunggu aku di sana, dan pastikan kalian bisa mendapat jawaban dari apa yang aku ingin tau. Kalau dia tidak mau memberitahu, siksa saja sampai dia mau membuka mulutnya," Jaden menekankan ucapannya.


__ADS_2