Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Berkenalan Dengan Seseorang


__ADS_3

Di dalam mobil Denna tampak serius membaca bukunya. Dimas sesekali melirik pada nonanya itu.


"Dimas, nanti kalau melewati toko mainan kita berhenti sebentar ya?"


"Iya, Nona Denna."


Tidak lama mobil mereka berhenti di sebuah toko mainan yang sangat besar di tepi jalan.


Denna masuk ke dalam toko mainan dan Dimas ikut juga. "Nona mau mencari apa di sini?" tanya Dimas heran.


"Aku mau mencari mainan yang nanti bisa aku berikan pada anak-anak di rumah sakit itu. Aku sudah bertanya pada dokter pembimbingku dan di perbolehkan. Siapa tau hadiahku bisa membuat mereka sedikit bahagia di tengah menjalani perawatan di sana."


Dimas agak terkejut mendengar tentang apa yang ingin di lakukan Denna.


"Dimas, bantu aku mencari mainan apa yang bisa aku berikan untuk anak yang masih kecil sampai usia balita?" Denna tampak berpikir sambil berjalan melihat-lihat banyak mainan di sana.


Dimas bingung kalau masalah begini. Mending dia di suruh berkelahi saja.


"Dimas, ini bisa tidak ya untuk semua umur?" Denna menunjukkan mainan berbentuk ikan dengan beberapa warna, dan jika di tekan perutnya akan mengeluarkan suara dan lampu berwarna-warni pada semua bagian tubuhnya.


"Ini lucu, dan pasti mereka senang."


"Dimas, diam sebentar." Denna mendekatkan salah satu ikan yang mukanya seram di sebelah pipi Dimas. "Kenapa mirip sekali sama kamu?"


"Apa wajah saya seseram itu?" Denna malah tertawa dengan senangnya. "Kalau begitu ikan ini mirip dengan Nona." Dimas mengambil salah satu ikan dan menunjukkan pada Denna.


"Itu ikan gembung, Dimas!" seru Denna kesal. Denna yang tidak mau disamakan ikan gembung mencoba mengambil ikan itu dari tangan Dimas, tapi yang ada Denna malah hampir jatuh, tapi dengan cepat tubuh Denna ditanggap oleh Dimas.


Mereka saling bertatap sangat dekat. "Nona Denna lebih cantik dari ikan itu," ucap Dimas lembut.


"Kamu juga lebih tampan dari ikan tadi walaupun ada sedikit miripnya." Dimas tersenyum kemudian perlahan melepaskan tangannya pada punggung Denna.


Denna akhirnya memutuskan membeli mainan ikan itu dan memberikan satu ikan yang tadi dia bilang mirip Dimas pada Dimas.


"Saya akan menyimpannya." Denna mengangguk.


Denna dan Dimas sudah sampai di depan gedung rumah sakit. Denna tampak menatap kagum dari dalam mobilnya. Hari ini dia akan melakukan hal yang dari dulu sangat dia cita-citakan, dia akan bertemu dengan pasien anak-anaknya. Berinteraksi langsung dengan mereka.


"Dimas, aku sangat senang sekali karena hari ini aku akan bertemu dengan pasien anak-anak yang lucu-lucu itu!" seru bahagia Denna, dan dia tidak sadar sampai menggenggam tangan Dimas.

__ADS_1


Pria yang tangannya di pegang oleh Denna itu terlihat tersenyum kecil. "Nona sangat senang dengan anak kecil?"


"Tentu saja karena mereka mempunyai wajah dan tingkah yang lucu. Apa lagi mereka memiliki hati yang masih polos." Wajah Denna membayangkan hal yang sangat indah.


"Tentu saja, mereka sangat lucu dan menggemaskan."


"Aku saja besok kalau sudah menikah ingin sekali memiliki anak yang banyak, dan nanti di rumah akan aku buatkan tempat bermain untuk mereka yang sangat luas."


Dimas menatap Denna dengan lekat. Dia sangat senang melihat kepribadian Denna yang sangat baik.


"Dimas, aku masuk dulu. Teman-temanku lainnya pasti sudah ada di dalam."


"Iya. Nona saya akan pergi sebentar dan nanti saya akan kembali ke sini."


"Iya, tidak apa-apa."


Denna keluar dan segera berlari masuk ke dalam gedung rumah sakit itu. Denna mencari di mana ruangan untuk dokter muda spesialis anak.


"Awas!"


Tidak lama terdengar sesuatu jatuh dengan keras. "Oh Tuhan!" Denna melihat ada sebuah pot kecil jatuh dari lantai atas dan pecah.


"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya seseorang yang sekarang sedang memeluk Denna.


"Aku tidak apa-apa, terima kasih kamu sudah menolongku." Denna melihat seorang lelaki tinggi dengan kulit putih bersihnya dan dia memiliki mata coklat yang indah.


Laki-laki itu melepaskan pelukannya pada Denna. "Maaf, aku tadi sudah memelukmu. Aku hanya ingin menyelamatkan kamu."


"Iya, aku tau. Aku sangat berterima kasih sama kamu."


"Nama kamu siapa? Namaku V." Laki-laki itu menjulurkan tangannya.


"Namaku Denna. Kamu seorang dokter muda?"


"Iya, kamu juga. Aku mengambil jurusan spesialis penyakit dalam."


"Aku anak. Eh! Aku pergi dulu karena takut di tunggu lainnya. Bye V!" Denna segera berjalan menuju ruangannya.


V tampak tersenyum senang bisa berkenalan dengan Denna.

__ADS_1


Hari ini Denna bersama dokter muda lainnya visit ke setiap ruangan anak-anak yang sedang di rawat di sana. Denna tampak bahagia melihat wajah bahagia anak-anak di sana. Mereka tetap ceria meskipun tangannya terdapat jarum infus. Denna juga berharap semoga mereka semua cepat sembuh dan dapat pulang karena bagaimanapun Denna juga kasihan melihat tubuh sekecil itu harus merasakan suntikan obat.


"Denna, aku lapar, kita ke kantin sekarang mau?"


"Iya, aku juga sangat haus." Denna dan Diaz pergi ke kantin yang letaknya di lantai paling atas.


"Tadi yang kamu lakukan keren bagiku. Anak-anak di sana sangat senang mendapat hadiah dari kamu."


"Iya, aku juga senang melihat mereka bahagia."


Mereka melihat kantin yang ramai hari ini. "Kalian mencari tempat duduk?"


"Kamu V, Kan?"


"Iya, kantinnya sangat ramai. Kalau mau kalian bisa duduk di mejaku karena mejaku masih kosong."


"Terima kasih ya, V."


Diaz agak kaget melihat Denna yang tiba-tiba memiliki kenalan. Setahu Diaz, Denna itu susah akrab dengan orang baru.


Denna memperkenalkan Diaz dengan V dan V sangat ramah pada kedua gadis itu.


"Bagaimana hari ini menurut kamu Denna?" tanya V.


"Sangat menyenangkan. Kamu sendiri, bagaimana?"


"Sama, hanya saja tadi aku melihat ada salah satu pasien seorang kakek tua yang sedang marah kepada salah satu perawat di sana karena dia kenapa tidak boleh pulang, padahal dia merasa sudah sehat, tapi dari pemeriksaan kakek itu memang harus di rawat karena penyakit darah tingginya masih belum stabil.


"Lalu, apa yang terjadi? Apa dia mengamuk?"


"Ya begitulah. Dia marah-marah tetap minta pulang. Kadang menangani orang yang lanjut usia lebih susah dari anak kecil. Kamu pasti senang bisa berkenalan dengan anak-anak kecil di ruang rawat."


"Iya, mereka menyenangkan, padahal mereka sedang sakit."


"Itulah hebatnya mereka. Aku juga sangat suka dengan anak kecil."


"Kenapa kamu tidak mengambil spesialis anak, V?" tanya Diaz.


"Karena aku dulu melihat wanita yang melahirkan aku sakit dan harus berjuang melawan penyakitnya, sampai akhirnya dia meninggal."

__ADS_1


"V, kami minta maaf, kami tidak bermaksud mengingatkan kamu akan hal itu."


"Tidak apa-apa, kalian santai saja."


__ADS_2