Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Sup Kesukaan


__ADS_3

" Aku tidak mau tau, kamu cepat jemput dia!" suara Jaden terdengar kesal.


Nara berdiri di depannya memberikan segelas air. Jaden hanya melihatnya, Nara yang tau Jaden masih merasa sakit pada punggungnya tidak bisa bangun dari tidurnya.


"Aku akan membantu kamu." Nara duduk dan tangannya mengangkat perlahan punggung Jaden untuk mendudukkan dia.


Jaden menghabiskan segelas air pemberian Nara dan Nara kembali membaringkan Jaden.


Saat Nara akan pergi, tiba-tiba tangan Jaden sudah menarik tangan Nara. Gadis itu berdiri sambil melihat ke belakang pada Jaden.


"Ada apa? Apa Tuan membutuhkan bantuan lainnya?" tanya Nara.


"Malam itu aku tidak melakukan apapun pada kamu. Aku hanya mengikuti saran dari temanku yang seorang dokter untuk melakukan skin to skin saat tubuh kamu demam," terang Jaden.


Nara hanya terdiam di tempatnya, lalu dia melepaskan tangan Jaden dan berjalan pergi dari kamar.


Nara duduk di meja pantry mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Jaden barusan.


"Apa benar dia tidak melakukan hal itu? Tapi kemarin aku tidur dengannya dengan keadaan hanya memakai pakaian dalam, apa benar dia tidak tergoda akan hal itu?" Nara berdialog sendiri.


"Huft! Dia tidak akan tergoda denganku, apalagi aku hanya seorang gadis dengan body yang sama sekali tidak menarik. Dia pasti lebih sering bersama dengan banyak wanita cantik. Syukurlah kalau begitu. Aku menjadi lebih tenang kalau begini." Nara mengelus dadanya yang dari tadi tidak tenang sebenarnya.

__ADS_1


Nara merasakan perutnya yang lapar dan dia mencoba membuat masakan. Nara mulai berkutat dengan alat dapur.


Semangkuk besar sup hangat sudah jadi dan dia membuat dua gelas lemon tea hangat karena di luar sepertinya mendung.


Nara membawa semangkuk sedang sup hangat ke dalam kamar Jaden, dan tidak lupa segelas lemon tea juga.


Nara yang langsung masuk ke dalam kamar Jaden, melihat pria itu sedang mencoba bangkit dari tidurnya.


"Tuan, aku akan membantu kamu."


Buru-buru Nara meletakkan nampan berisi makanan dan dia membantu Jaden bangun dari tidurnya. Nara meletakkan bantal pada punggung Jaden agar tidak sakit saat bersandar pada tepi ranjang.


"Sakit sekali," erang Jaden.


"Tidak perlu karena Leo akan datang dengan dokter kepercayaan aku. Kita tunggu saja."


Nara mengangguk perlahan. Kemudian dia bangkit dan mengambil baki berisi sup dan lemon tea. Nara membawa ke dekat Jaden.


"Tuan, ini aku buatkan sup hangat untuk Tuan.Tuan pasti belum makan."


"Sup hangat?" Kedua alis Jaden mengkerut melihat semangkuk sup di depannya.

__ADS_1


"Kenapa melihatnya begitu? Ini sup buatanku enak sekali. Mamaku dulu yang mengajarkannya dan aku masih ingat resspnya meskipun ada yang aku ubah sendiri."


"Aku tidak suka sup. Apa kamu tidak bisa membuat nasi goreng saja?"


"Memasak nasinya membutuhkan waktu yang lama. Kalau ini lebih cepat. Aku mengganti nasi menggunakan macaroni. Cobalah dulu."


"Baiklah, suapi aku," titahnya.


"Apa? Menyuapi Tuan?" Nara tampak kaget.


"Iya, tanganku sakit, apa kamu lupa akan hal itu."


"Iya, baiklah."


Nara kemudian menyuapi satu sendok ke mulut Jaden. "Lumayan. Sini suapi lagi," titahnya lagi.


Nara tampak senang karena Jaden menyukai sup buatannya. "Aku sudah bilang jika ini enak dan bisa menyembuhkan rasa sakit."


"Apa kamu sudah baik-baik saja? Kamu tidak demam?"


"Aku sudah baik, Tuan, dan demamku juga sudah menghilang."

__ADS_1


"****! Ternyata metode skin to skin itu bekerja," umpat Jaden yang membuat Nara tampak agak malu.


__ADS_2