Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Pergi part 1


__ADS_3

Denna agak kaget mendengar suara seorang gadis dan dia tau pasti itu suara dari Mitha. Denna mendengar Dimas mengatakan dengan lembut menyuruh Mitha tidur dulu dan nanti dia akan menemani di sisi ranjangnya.


"Jangan lama-lama Dimas."


"Iya, tidurlah dulu."


Denna yang mendengarnya, hatinya sangat sakit seperti ditusuk pisau tajam. "Dimas, kamu selarut ini masih di rumah sakit?"


"Aku menemani Mitha malam ini. Dia membutuhkan aku, Denna."


"Apa? Dimas kenapa harus kamu? Dia, kan, masih memiliki saudara yang bisa menjaganya."


"Mitha memang memiliki saudara, tapi yang dia butuhkan adalah aku, dan aku tidak bisa meninggalkannya."


"Apa? Kenapa seperti itu Dimas?"


"Mitha sedang depresi dengan keadaanya dan mencoba bunuh diri."


"Ya Tuhan!"


"Nona Denna, aku tidak bisa meninggalkannya karena aku tidak mau terjadi apa-apa pada Mitha."


"Dimas, dia bisa di bawa ke psikiater untuk mengobati apa yang sedang terjadi dengannya."


"Nona Denna, mungkin aku tidak bisa menjadi bodyguard Nona Denna lagi karena aku akan mengundurkan diri."


Deg!


"Ke-kenapa Dimas?"


"Aku akan pergi menemani Mitha untuk menemui psikiater ke suatu tempat."


"Kamu mau meninggalkan aku demi Mitha? Bukannya dia sudah tidak ada di hati kamu?"


"Denna, Mitha pernah menempati hatiku dan hal itu tidak bisa dipungkiri. Sekarang dia membutuhkan aku. Aku juga tidak bisa membiarkan dia kenapa-napa."


"Kamu sebenarnya masih mencintainya, Kan?" Dimas hanya terdiam. "Jawab aku, Dimas? Kalau kamu masih mencintainya, kenapa mengatakan jika kamu mencintaiku? Apa maksud semua kata cinta kamu?"


"Maafkan aku, Nona Denna."


"Baiklah! Aku memaafkan kamu, aku saja yang memang bodoh. Terima kasih untuk semuanya." Denna mematikan panggilannya dan menangis dengan menahan suaranya.


Di tempatnya, Dimas tampak memejamkan kedua matanya menahan apa yang sedang dia rasakan.


Pagi itu Denna tampak sarapan pagi dengan Nenek Miranti. Nenek melihat ke arah cucunya yang hanya makan sedikit.


"Apa Dimas sudah menghubungi kamu?"

__ADS_1


"Sudah, Nek."


"Apa kalian ada masalah?"


"Tidak ada apa-apa, Nek. Aku dan Dimas baik-baik saja, tapi hari ini dia tidak bisa mengantarku karena dia masih ada urusan mengenai keluarganya."


Denna mencoba menunjukkan dirinya yang baik-baik saja. Denna berangkat ke rumah sakit dengan diantar oleh supir. Dia melakukan kegiatannya seperti biasa sampai akhirnya menjelang pulang.


"Ayah, ayah dan mama kapan pulang? Denna sudah kangen sama kalian."


"Kita akan kembali seminggu lagi, Sayang. Kamu tunggu saja."


"Kenapa lama sekali. Aku benar-benar ingin bertemu kalian," suara Denna terdengar sedih.


"Kamu kenapa? Apa ada masalah dengan kuliah kamu di rumah sakit?"


"Tidak ada, Yah. Kuliah dan praktik aku di rumah sakit, semua berjalan dengan baik. Aku hanya merindukan kalian."


"Ayah juga merindukan kamu. Nanti ayah belikan sesuatu yang pasti kamu sangat menyukainya."


"Denna tidak mau apa-apa. Denna, hanya mau kalian pulang."


"Iya, ayah tau. Sayang, ayah sudah mencarikan kamu bodyguard baru untuk menggantikan Dimas. Dimas menghubungi ayah dan mengatakan jika dia mengundurkan diri karena dia harus pergi ke luar kota untuk menemani kekasihnya berobat. Ayah tidak bisa melarangnya."


"Kekasihnya?" ucap Denna lirih.


"Tidak ada, Yah. Yah, aku tidak mau diikuti oleh bodyguard lagi. Denna sudah dewasa dan Denna bisa menjaga diri Denna sendiri. Percaya sama Denna."


"Kamu tidak mau karena sudah punya penjaga istimewah kamu, ya? Siapa dia? Kenalkan pada ayah."


"Tidak ada Yah. Selama ini hanya Ayah pria yang menjadi malaikatku. Aku mencintai Ayah." Denna menghapus air matanya.


"Ayah juga mencintai kamu, Sayang." Mereka mengakhiri panggilannya.


Denna dan Dimas dalam beberapa hari tidak bertemu bahkan saling berkomunikasi lewat telepon.


"Halo, Dokter cantik, kenapa melamun saja sendirian di sini?" sapa V tiba-tiba duduk di depan Denna.


"V, kamu sudah selesai visit dengan dokter?"


"Iya, hari ini para pasien dokter Bima banyak yang sudah diperbolehkan pulang dan aku senang mendengarnya."


"Iya, aku juga senang banyak anak-anak yang dirawat di ruanganku juga diperbolehkan pulang."


"Tapi aku juga agak sedih sebenarnya hari ini."


"Sedih kenapa?"

__ADS_1


"Kakakku besok akan pergi dalam beberapa hari, dia akan menemani kekasihnya yang sakit ke luar kota untuk mencari dokter terbaik di sana."


"Kasihan sekali kekasih kakak kamu."


"Kakakku Dimas memang begitu orangnya. Dia bisa mengorbankan sesuatu demi orang yang sangat dia cintai."


"Dimas? Kakak kamu bernama Dimas?"


"Iya, dia bekerja di rumah seseorang bernama Jaden Luther untuk menjaga putrinya. Kakakku seorang bodyguard."


Jantung Denna berdetak keras mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh V.


"Kamu bilang dia akan mengorbankan sesuatu demi orang yang dia cintai?"


"Iya, seperti apa yang sekarang dia lakukan. Dia meninggalkan pekerjaannya untuk menjaga dan menemani kekasihnya yang katanya sedang sakit. Kak Mitha itu cinta pertamanya kakakku, dan aku percaya jika cinta pertama sulit dilupakan."


"Iya, memang cinta pertama sulit dilupakan." Seperti Denna melupakan cinta pertamanya dengan Dimas.


"Denna, mau tidak nanti ke rumahku, aku mau mengajak kamu makan siang di rumah. Aku yang akan memasak semua makanannya."


"Ke rumah kamu?"


"Iya ke rumahku. Kalau perlu aku akan minta izin sama kedua orang tua kamu?"


"Tidak perlu, nanti aku akan menghubungi nenekku dan meminta izin. Apa lagi nanti kita pulangnya hanya sampai jam dua belas saja."


"Iya, hari ini ada pertemuan dokter jadi kita dokter muda selesai lebih awal." Denna mengangguk.


Hari ini Diaz tidak masuk karena dia pergi untuk fitting baju pengantin. Diaz bulan depan akan menikah dengan kekasih pujaan hatinya.


V naik motornya dan Denna naik mobilnya pergi ke rumah V. Mobil Denna berhenti di rumah yang tampak sederhana dengan ada taman kecil di depannya.


Denna diajak masuk oleh V. Kedua mata Denna mengedar mengamati tiap sudut ruangan yang tertata dengan rapi. " Kakakku sepertinya sedang pergi. Motornya saja tidak ada. Kamu duduk dulu, Denna, dan akan aku buat minuman."


"Terima kasih, V." Denna melihat ada foto Dimas di sana. "Ternyata dia benar-benar Dimas, dan V adalah adik angkat yang pernah dia ceritakan.


"Ini minuman sirup yang aku buat sendiri. Cobalah, kamu pasti suka."


"Terima kasih." Denna meminumnya dan dia menyukai minuman itu. "Enak sekali."


"Kamu menyukainya? Aku mencampurkan sedikit perasan lemon di dalamnya agar lebih segar. Bagaimana kalau aku membuat masakannya sekarang saja?"


"Apa aku boleh melihatnya?"


"Tentu saja, ayo ikut aku ke dapurku." V tiba-tiba menggandeng tangan Denna. Denna yang agak terkejut, tapi tetap membiarkan dan mengikuti V ke dapur."


"Aku tadi pagi sudah menyiapkannya, jadi kita tinggal mengeksekusinya."

__ADS_1


"Kamu suka sekali sama dunia memasak. Kamu juga seorang calon dokter yang hebat. Mendiang Ibu kamu pasti bangga denganmu."


__ADS_2