Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Alasan Jaden


__ADS_3

Jaden terdiam di tempatnya. Jacob menyukai Nara. Tentu saja hal itu tidak bisa diterima oleh Jaden.


Malam di mana Jaden baru saja melakukan malam yang indah dengan Nara. Jaden mendapat panggilan dari ayahnya yang ingin agar Jaden mencarikan seorang gadis yang dulu orang tuanya terlibat dalam kecelakaan mobil.


Jacob ingin bertemu dengan gadis itu, dan ayahnya hanya menemukan nama gadis itu , yaitu Naraya Sabilla. Ayah Jaden sudah mencarinya, tapi rumah peninggalan kedua orang tua Nara ternyata sudah di jual oleh paman dan bibi Nara. Mereka sudah pindah ternyata, dan tidak ada yang tau di mana mereka sekarang.


"Apa? Naraya Sabilla?" Jaden sangat terkejut.


"Iya, apa kamu kenal?"


"Aku akan mencari untuk ayah, tapi bagaimana jika dia tidak mau untuk bertemu keluarga yang sudah membuat orang tuanya meninggal?" Jaden tidak mau mengatakan tentang pelayannya yang bernama Nara, dia ingin memastikan lagi apa itu Naranya.


"Kamu katakan saja jika anak laki-laki yang menolongnya dulu ingin bertemu dengannya. Ayah yakin dia tidak akan marah, Jaden. Malah dia akan simpati dengan keadaan Jacob. Jacob berharap bisa dekat dengan gadis itu, Jaden. Kami juga ingin menebus kesalahan keluarga kita padanya."


"Aku akan carikan dia, Yah."


"Ya sudah kalau begitu. Terima kasih, Nak."


Jaden menghubungi seseorang dan meminta informasi tentang Nara secepatnya. Dan dengan hitungan menit. Informan Jaden sudah memberikan informasi yang Jaden berikan.


Jaden sangat terkejut saat mengetahui jika Nara yang dimaksud oleh ayahnya adalah Nara yang dia cintai.


Jaden malam itu tidak dapat tidur dengan nyenyak. Jaden memberikan foto pada ayahnya. Ayahnya menunjukkan foto itu pada Jacob. Jacob mengatakan jika dia menyukai wajah Nara, dan kelihatannya Nara gadis yang baik.


"Yah, apa Nara mau menerimaku jika aku ingin menjadikan dia bagian hidupku?"


Ayah Jaden kembali menghubungi Jaden dan berbicara dengannya.


"Foto yang kamu berikan padaku langsung aku tunjukkan pada Jacob. Kata Jacob Nara gadis yang manis, walaupun belum mengenal Jacob berharap Nara akan menyukainya.


"Yah, Nara tidak bisa bersama dengan Jacob. Cukup Nara menerima Jacob dan keluarga kita yang sudah membuat hidupnya menderita dari kecil karena kecelakaan itu, tapi aku tidak bisa menerima jika Nara harus bersama dengan Jacob."

__ADS_1


"Kenapa? Apa ada hal yang membuat kamu tidak membiarkan Nara dengan Jacob?"


"Nara adalah gadis yang sangat aku cintai, Tuan Carlos."


"Apa? Kamu dan Nara saling mencintai? Tapi bagaimana bisa?"


"Nara yang kalian cari adalah pelayanku, dan aku jatuh cinta padanya. Aku sangat mencintai Nara."


Beberapa menit dua orang pria itu saling terdiam. "Berkorbanlah sekali lagi buat Jacob, Jaden. Ingat semua jasa yang sudah kita berikan untuk kamu."


Deg!


Jaden benar-benar tidak dapat berkata apa-apa lagi. "Tuan Carlos."


"Jaden, aku ingin Nara bisa menerima Jacob dan menjadi bagian dari keluarga kita. Lupakan dia. Dia tidak pantas untuk kamu. Kamu mau dia mati sia-sia hanya karena dia menjadi kekasih kamu. Jacob lebih pantas membahagiakan Nara walaupun keadaan Jacob seperti sekarang."


"Aku sudah banyak berkorban untuk Jacob."


"Tidak ada salahnya lakukan sekali lagi untuk Jacob. Jaden, ayah harap Jacob dan mamanya tidak mengetahui hal ini. Cukup kita berdua saja, aku juga akan memainkan peranku. Aku hanya ingin putraku Jacob mendapat kebahagiaan setelah kesedihan yang dia alami akibat wanita brengsek yang menjadi kekasih diam-diam kamu itu."


Flashback Off


Jaden pulang tadi ingin mengatakan tentang siapa sebenarnya Cathy, tapi saat dia melihat Nara tampak baik-baik saja, dan melihat wajah ayahnya. Jaden mengurungkan niatnya. Dia akan membantu Jacob agar bisa menjadi dekat dengan Nara. Mungkin kata-kata ayahnya benar.


Nara bisa saja mati sia-sia karena musuh Jaden di dunia hitam sangat banyak. Jika dengan Jacob, Nara akan aman.


"Nara, apa kamu mau ikut denganku jalan-jalan untuk berbelanja?"


"Apa? Berbelanja? Tapi aku sudah memiliki baju-baju, hanya saja masih di rumah Tuan JL." Nara mengedarkan pandangannya mencari sosok Jaden yang tidak ikut makan siang.


"Jaden sudah bilang akan mengirim baju kamu, tapi aku melarangnya karena aku ingin membelikan kamu baju-baju baru, dan biarkan saja baju kamu di rumah Jaden, nanti bisa dipakai oleh pelayan baru di sana."

__ADS_1


"Iya, kalian berdua pergilah berbelanja. Mama sebenarnya ingin ikut mengantar kalian, tapi maaf, hari ini ada pertemuan para donatur untuk rumah sakit khusus kanker anak yang ada di sini, jadi mama tidak bisa ikut."


"Ma, Yah, aku permisi dulu," suara pria yang sebenarnya ditunggu Nara, tapi juga tidak ingin dilhat oleh Nara.


"Kak, kamu mau ke mana? Apa mau ikut pergi dengan kami? Aku mau mengajak Nara jalan-jalan dan berbelanja baju-baju untuk dia."


Jaden melihat pada Nara dan kemudian pandangan matanya beralih pada pria yang duduk dengan wajah datarnya menikmati makan siangnya.


"Maaf, aku tidak bisa, Jacob karena aku mau pergi dengan Cathy. Dia baru saja menghubungiku."


"Kalau begitu kita pergi bersama-sama saja, Kak. Bagaimana?"


"Aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan Cathy selama aku di sini."


Jaden segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.


Brak ... Brak ...


Jaden memukul-mukul stir mobilnya dengan marah. "Kenapa ... kenapa harus Nara yang kamu inginkan? Kenapa harus Nara yang menjadi gadis dalam insiden kecelakaan itu? Kenapa?" teriaknya dengan amarah yang meluap.


Nara dengan Jacob pergi berdua setelah makan siang. Jacob mengajak Nara ke pusat shopping terbesar di Kanada. Nara tampak berjalan mendorong kursi roda Jacob.


"Kamu boleh membeli baju dan barang-barang lainnya yang kamu inginkan."


"Jacob, aku tidak suka berbelanja. Biarkan saja bajuku di tempat Tuan JL dikirim ke sini."


Jacob memegang tangan Nara yang berada di pundaknya. "Kamu akan tinggal di tempat baru, jadi apa yang kamu kenakan harus baru. Nara, aku mau kamu melupakan masa lalu kamu yang dijual oleh paman kamu pada kakakku. Aku ingin kamu benar-benar bahagia dengan melupakan semuanya. Semua barang-barang di sana yang ada malah nanti mengingatkan kamu dengan masa lalumu."


Sebenarnya Nara juga bersyukur dijual pada Jaden karena dengan begitu Nara dapat mengenal Jaden dan pertama kali merasakan apa itu jatuh cinta, walaupun berakhir dengan bukan hal yang diharapkan.


Di sana beberapa pengunjung melihat ke arah Nara dan Jacob. Nara yang tau sedikit arti bahasa Inggris yang diucapkan salah satu pengunjung di sana, tampak wajahnya mengkerut kesal.

__ADS_1


"Jacob, kita pergi saja dari mall ini. Kita belanja di toko baju biasa saja."


Jacob malah memberikan senyumnya. "Aku tidak apa-apa Nara."


__ADS_2