Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Acara Amal part 1


__ADS_3

Nara masih memberi semangat pada Jacob agar tidak putus asa dulu sebelum mencobanya kembali.


"Aku akan menemani kamu, Jacob."


"Nara, aku ingin bisa berjalan seperti dulu, aku ingin kamu tidak malu jika bersamaku."


"Aku tidak pernah malu sama kamu, Jacob. Kebaikan hati kamu lebih berharga dari pada sebuah rasa malu jika berjalan bersama kamu."


"Nara, apa kamu benar-benar bisa menerimaku dengan keadaanku jika terapi ini tidak ada hasilnya?"


"Jacob, apa kamu benar-benar mencintaiku?"


"Tentu saja, Nara. Aku tulus mencintai kamu."


"Apa kamu tidak malu mencintai bekas seorang pelayan dari kakak kamu?"


"Oh Tuhan, Nara, aku sama sekali tidak pernah menganggapmu sebagai seorang pelayan bagiku kamu seorang gadis yang sangat baik, sempurna dan aku tidak malu dapat mengenalmu, Nara, katakan jika kamu menerima aku maka aku bersedia menikahimu?"


"Ada sesuatu hal yang ingin aku katakan sama kamu aku tidak bisa menerimamu bukan karena keadaan fisikmu, tapi ada sesuatu hal yang tidak ingin aku katakan sama kamu karena aku tidak ingin melukai perasaan kamu, Jacob."


"Ada apa sebenarnya, Nara? Katakan saja? Aku siap menerima segala kekurangan dari dirimu."


Nara bingung haruskah dia mengatakan apa yang terjadi antara dirinya dan kakaknya haram sama sekali tidak ingin melukai Jacob tapi Nara juga kasihan jika Jacob selalu mengatakan sangat mencintainya. Nara jadi merasa sangat bersalah.


***


Malam ini, adalah malam di mana Nara diajak oleh keluarga Jacob pergi ke acara malam amal terbesar yayasan milik mama Miranda.


"Nara mana?"


"Dia masih berganti baju di kamarnya. Aku sudah membelikan dia gaun untuk dapat dia pakai malam ini."


"Kamu benar-benar sangat perhatian sekali dengan Nara. Jacob, apa Nara sudah menerima cinta kamu?"


Jacob mengangkat kepalanya melihat pada wanita yang sudah melahirkannya.


"Mama tidak perlu terburu-buru. Nara itu masih merasa asing dengan semua yang terjadi dalam hidupnya. Kita jalani saja dulu semuanya."


Mama Miranda ingin berkata, tapi tidak jadi karena orang yang mereka tunggu sudah turun dari lantai kamarnya.

__ADS_1


Jacob tampak terpesona melihat penampilan Nara malam ini. Nara sangat cantik dengan balutan gaun mini dress berwarna hitam dengan Glitter menyebar diseluruh gaun itu.


Pada bagian lehernya berbentuk simetris, sehingga memperlihatkan leher jenjang Nara karena Nara juga menggelung rambutnya rapi ke atas.


"Maaf, apa kalian kelamaan menungguku?"


"Kamu cantik sekali, Sayang." Mama Miranda memeluk Nara.


"Iya, kamu cantik sekali. Baju itu sangat cocok buat kamu." Jacob mengakui Nara sangat cantik dan terlihat alami beda sekali dengan mantan kekasihnya, yaitu Mauren.


"Terima kasih, Mama juga sangat cantik, dan kamu juga sangat tampan Jacob," puji Nara.


"Terima kasih, Nara. Sekarang kita berangkat sekarang saja sebelum acaranya dimulai."


Mereka berempat naik mobil masing-masing. Jacob naik mobil dengan Nara, sedangkan kedua orang tua Jacob naik mobil satunya.


"Acaranya sangat besar, ya Jacob?" Nara melihat gedung yang sangat megah dan di luar banyak sekali.


"Tentu saja. Di sini hanya orang-orang dari golongan atas yang bisa datang, Nara."


"Pantas sekali aku melihat yang hadir di sini sepertinya orang-orang penting."


"Karena mereka para penyumbang dana terbesar untuk yayasan amal ini," ucap Carlos dan mereka berempat masuk ke dalam aula gedung yang sangat megah itu.


Seorang wanita cantik menyambut kedatangan mereka dan mempersilakan mereka duduk di meja yang memang sudah disiapkan khusus untuk keluarga Jacob.


"Selamat malam Miranda, kamu tampak cantik sekali malam ini." Wanita dengan rambut pirangnya itu melihat pada Miranda dan keluarga yang duduk di sana.


"Clara, kamu juga tampak cantik sekali malam ini. Mana suami dan anak kamu?"


"Mereka sedang bertemu dengan beberapa banyak tamu di sana." Tangannya menjulur menunjukkan arah dekat dengan panggung di acara itu.


"Aku belum berkeliling karena aku sendiri baru saja tiba di sini."


"Tidak apa-apa. Miranda, dia siapa? Dia cantik sekali, apa dia calon istri putramu Jacob?"


Nara agak kaget mendengar hal itu. "Dia. Dia Nara, dan dia anak dari sahabatku, tapi kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan, dan sekarang Nara yang sudah tidak memiliki siapapun akan tinggal dengan keluargaku."


"Oh! Kasihan! Aku turut berduka, Nara," ucap wanita yang bernama Clara.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Tante Clara."


"Kenapa tidak kamu jadikan saja dia menantu kamu? Putramu ads dua, dan aku yakin Nara akan menyukai salah satu dari putramu."


Nara mendelikkan kedua bola matanya sekali lagi mendengar apa yang wanita itu katakan.


"Terima kasih atas sarannya. Nara memang akan aku dekatkan dengan Jacob karena Jaden terlalu sibuk dengan urusannya, dan lagi pula mereka tidak cocok karena Nara gadis yang lembut." Tangan Miranda mengusap perlahan lengan tangan Nara. Nara hanya memberikan senyuman yang di paksakan melihat pada Jacob.


"Hai, Mom!" Tiba-tiba datang seorang cowok seusia Nara, dia memeluk Clara, dan melihat pada Nara.


"Leon, jaga sikap kamu," Clara menekankan kata-katanya.


"Ayolah! Aku sudah sopan, hanya saja aku bosan. Di sini yang hadir kebanyakan orang-orang seusia Mommy dan tidak ada yang bisa diajak bicara hal yang menyenangkan."


"Mommy sudah bilang jika acara hari ini adalah acara amal dan kamu mommy ajak agar tau bagaimana membantu sesama."


"Huft! Tidak menyenangkan," celanya. "Mereka siapa, Mom?" Kedua mata cowok bernama Leon itu terus menatap Nara.


Clara memperkenalkan Leon dengan Miranda dan keluarganya.


"Leon. Apa kalian sepasang kekasih?" tanya Leon pada Jacob.


"Aku dan Nara sangat dekat, selain itu juga Nara adalah mahasiswaku di kampus."


"Oh! Aku kira kalian adalah sepasang kekasih. Kasihan sekali kalau sampai gadis ini memiliki kekasih lumpuh," gerutu Leon pada kalimat terakhir."


"Kamu bicara apa, Leon?" tanya Jacob.


"Aku tidak bicara apa-apa. Senang bertemu dengan kamu." Cowok dengan wajah songong itu tersenyum manis.


"Miranda, apa mau ikut denganku menemui teman-teman kita yang lainnya?"


"Baiklah." Wanita cantik itu beranjak dari tempatnya. "Carlos, apa kamu mau ikut?"


"Aku akan ikut dengan kalian." Pria tinggi itu pun mengikuti istrinya.


karena tidak mau mengganggu Jacob dan Nara.


Di meja itu sekarang hanya ada mereka bertiga. "Jacob, apa kamu mau minum? Aku akan mengambilkan minuman untuk kamu. Red wine di sini enak sekali," ucap Leon.

__ADS_1


"Maaf, Leon aku sedang tidak ingin minum. Lagi pula aku sedang mengkonsumsi obat untuk terapi kakiku."


"Memangnya, kamu yakin kalau kaki kamu akan bisa berjalan kembali, Jacob?" Nada tanya anak ini benar-benar bikin orang emosi.


__ADS_2