Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Hati Untuk Dijaga


__ADS_3

Denna yang kesal mencubit pinggang Dimas tanpa diketahui oleh nenek. Dimas yang merasakan cubitan Denna mencoba merasa tenang.


"Kalau kalian memang sudah makan, nenek akan makan malam sendiri saja." Wanita tua itu berjalan masuk ke dalam rumah.


"Rasakan," Denna mencoba mencibir Dimas, tapi pria itu malah tersenyum.


Denna yang tadinya ingin melangkah masuk mengikuti Nenek berbalik arah lagi dan dengan cepat Denna menarik baju Dimas serta berjinjit mengecup pipi Dimas. "Aku mencintaimu, Guardian Angelku." Dengan cepat Denna berlari masuk ke dalam rumah.


Dimas yang mendapat ciuman kilat seperti itu agak kaget. "Aku juga mencintai kamu Nona Dennaku."


Dimas peluang ke rumahnya dan dia melihat ada V yang sedang duduk termenung di meja makan. "V, kamu sedang melamun apa?"


"Kakak sudah pulang?"


"Iya." Dimas duduk di depan adiknya yang masih terdiam seperti ada yang sedang dia pikirkan. "V, apa ada yang mau kamu ceritakan padaku?" Dimas ingin tau siapa dua orang yang tadi Dimas lihat bersama adiknya.


"Tidak ada apa-apa, Kak." V beranjak dari tempatnya duduk.


"V, kita sudah menjadi saudara dari kamu kecil dan bahkan kita dua orang anak yang sama-sama kehilangan ibunya. Selama ini pun diantara kita tidak ada rahasia yang harus disembunyikan."


V kemabali menoleh pada Dimas yang masih duduk di sana. "Kak, aku tadi bertemu dengan orang yang mengaku nenek dan kakekku


)q 6qe


"Apa? Jadi, dua orang yang aku lihat bersama dengan kamu keluar dari dalam restoran itu adalah kakek dan nenek kamu?"


"Jadi, Kakak melihatku?"


"Iya, saat aku berada di rumah makan seberang restoran di mana kamu berada. Ada apa kakek dan nenek kamu mencarimu setelah beberapa tahun mereka tidak pernah ingin tau keberadaan kamu?"

__ADS_1


"Mereka sebenarnya selama ini mencariku, tapi aku dan ibuku seolah hilang ditelan bumi. Mereka menginginkan aku ikut bersama dengan mereka, Kak."


"Apa?" Dalam hati Dimas sangat tidak percaya jika kedua kakek nenek V mencari V dan ibunya karena Dimas pernah melihat wanita cantik yang sudah dia anggap sebagai ibunya itu karena pernah menyelamatkan nyawanya saat dirinya hampir tertabrak, menangis sesenggukan dan dia mengatakan jika dirinya baru saja dihina habis-habisan oleh kedua orang tua dari pria yang adalah ayahnya V karena ingin agar mereka membawa V bersama mereka sebelum wanita yang melahirkan V itu meninggal karena kakek sakit kanker darah yang dia idap.


Namun kedua kakek dan nenek V tidak mau karena tidak percaya jika V adalah darah daging dari putranya, apa lagi mereka tidak menyukai Renata yang ibunhmya adalah bekas gadis penghibur sebelum menikah dengan ayah Renata. Keluarga Thomson benar-benar selektif akan hal garis keturunan.


"Oleh karena itu, Dimas yang memiliki hutang budi kepada ibunya V mengatakan jika Dimaslah yang akan membesarkan V bahkan menjaga V sampai V benar-benar sudah tidak membutuhkan dirinya lagi. Dimas yang merubah V menjadi pemuda yang ceria dan menyenangkan.


"Apa benar mereka mengatakan jika mereka mencoba mencari kamu dan ibumu?" V mengangguk. "Lalu, apa jawaban kamu saat mereka ingin kamu ikut bersama mereka? Apa kamu menerima tawaran mereka, V?"


V tampak terdiam sejenak. "Aku tidak tau, Kak. Andai aku tidak bertemu dengan ayahku yang keadaannya sangat memprihatinkan, mungkin aku akan langsung menolaknya."


"Kamu bertemu dengan ayahmu juga?"


V mengangguk. "Iya, ayahku mengalami kelumpuhan dan kerusakan syaraf. Dia hidup, tapi seperti mayat hidup. Keadaannya sangat menyedihkan." V kembali terduduk lemas di kursinya.


Dimas yang melihat adik angkatnya seperti itu ikut merasakan sedih. "Aku dari dulu ingin bertemu dengan ayahku dan bisa bersamanya, tapi kenapa ayahku keadaannya malah seperti ini?9tp selama ini V anggap kakaknya mengusap lembut punggung adiknya itu. Dia tau jika V sangat menyayanginya, tapi V juga ingin bersama ayahnya seperti apa yang sejak kecil dia katakan. V menarik tubuh kakaknya. "Bagaimana jika Kakak ikut bersamaku? Kakak tidak perlu bekerja keras menjadi bodyguard untuk membiayai kuliah aku karena kakek dan nenekku akan mengurusnya. Kakek dan nenekku juga bisa memberikan kakak pekerjaan yang lebih baik daripada menjadi seorang bodyguard."


"Kenapa? Karena kakak menyukai pekerjaan itu atau karena nona kakak itu?" Salah satu alis mata V naik turun menggoda Kakaknya.


"Dia salah satunya, V."


"Ceritakan bagaimana dia, Kak? Apa dia cantik? Baik? Dan bagaimana dengan kedua orang tuanya? Apa mereka mengetahui dan menyetujui hubungan kalian?" Dimas diberondong V banyak pertanyaan.


"Bagiku, dia sempurna karena aku tidak mau mencari kekurangan orang yang aku cintai. Soal kedua orang tuanya, kakak belum memikirkan sampai di sana karena yang terpenting kita berdua sudah mengetahui perasaan masing-masing. Itu hal yang paling penting."


"Kapan-kapan kenalkan padaku, nanti aku kenalkan kakak dengan teman istimewah ku itu."


"Teman kamu yang bernama Denna itu?" V mengangguk. Dimas tidak mau berpikir jika Denna yang dimaksud V adalah Dennanya. Bisa saja orang lain yang namanya mirip.

__ADS_1


Tidak lama pintu rumah mereka ada yang mengetuk, dan Dimas yang membuka pintu terkejut melihat siapa yang ada di depan rumahnya. "Hai, Dimas!" seru gadis yang pernah menjadi kekasih Dimas.


"Mitha? Dari mana kamu tau rumahku?"


"Hai, V, apa kabar?"


"Hai, Kak Mitha. Tidak sulit, kan, menemukan alamat rumahku?"


"Tentu saja tidak. Aku tau alamat rumah kamu dari adik kamu, waktu itu kita bertemu dan aku masih ingat wajahnya karena dia memiliki tanda lahir di dagunyan yang membuat dia terlihat manis itu," puji Mitha.


"Jangan merayuku dengan pujian karena aku tidak bisa mendukung Kak Mitha dengan Kakakku karena dia sudah memiliki gadis yang dia membuatnya jatuh cinta," cerocos V.


Mitha seketika melihat pada Dimas. "Mitha, silakan masuk dulu dan akan aku buatkan teh tawar untuk kamu."


"Kamu masih ingat minuman yang biasa aku minum?"


"Hal itu mudah untuk diingat. Masuklah."


Mitha masuk ke dalam rumah dan mengedarkan matanya melihat sekiling ruangan rumah Dimas.


Tidak lama Dimas melihat adiknya membawa tas ranselnya dan kunci motornya. "Kak, aku pergi dulu, supaya kalian tidak ada yang mengganggu saat mengobrol berdua." V mengedipkan salah satu matanya menggoda Dimas.


"Kamu tumben sekali keluar malam hari, memangnya kamu mau ke mana?"


"Aku ada urusan penting yang harus aku lakukan. Kalau nanti aku pulang agak malam, Kakak kunci saja pintunya karena aku membawa kunci cadangan."


"V, kamu mau ke mana memangnya? Kenapa pulang sampai larut malam?Jangan berbuat hal yang aneh-aneh dengan teman-teman kamu. Jauhi teman yang tidak baik."


"Kakak tenang saja." V kembali mendekat dan berbisik sesuatu pada kakaknya. "Jangan CLBK, ya, kasihan kekasih barumu."

__ADS_1


"Dasar anak nakal!"


__ADS_2